perencanaan strategis

Perencanaan Strategis: Pengertian, Konsep, dan Manfaat untuk Bisnis

Suatu perusahaan tentu memiliki sebuah rencana untuk membina arah perusahaan menjadi terarah kepada tujuannya sesuai visi dan misi perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan membuat sebuah perencanaan strategis untuk mempermudah proses perjalanannya. Apa itu perencanaan strategis? Dan bagaimana cara perusahaan menerapkannya? Yuk, ikuti pembahasan dari LinovHR di bawah ini! 

 

Pengertian perencanaan strategis

Perencanaan strategis adalah proses mendokumentasikan dan menetapkan arah bisnis dengan menilai dimana posisi perusahaan berada dan arah tujuan perusahaan. Rencana strategis memberi tempat untuk mencatat misi, visi, dan nilai-nilai, tujuan jangka panjang dan rencana tindakan yang akan perusahaan gunakan untuk mencapainya.  Seluruh rencana didasari pada fokus masa depan.  Dengan begitu, perusahaan dapat menerapkan cara terbaik untuk menghadapi peluang dan tantangan. Rencana strategis juga digunakan untuk menilai serta menyesuaikan arah perusahaan dalam menanggapi perubahan lingkungan bisnis. 

 

Konsep Perencanaan strategis

Perencanaan memiliki konsep yang tak lepas dari sisi strategis itu sendiri. Dengan konsep yang jelas, proses perumusan rencana strategis lebih mudah dipahami oleh perusahaan Adapun konsep-konsep strategis yang dimaksud adalah: 

 

Misi

Pengertian misi adalah serangkaian tugas kewajiban seorang individu dalam kelompok, organisasi, atau perusahaan. Tugas yang dimaksud tidak lepas dari rencana strategis yang telah dibentuk. Misi dapat memastikan bahwa perusahaan memiliki tujuan yang jelas dalam bentuk parameter dan kinerja dengan tenggat waktu yang bisa dikontrol dan dievaluasi. 

 

Visi

Misi membantu perusahaan mencapai visi. Pengertian dari visi adalah gambaran atau proyeksi masa depan dari hasil misi atau tugas yang dijalankan. Karena itulah misi dan visi dikatakan saling berkaitan satu sama lain. Visi dapat menciptakan komitmen yang kokoh antara karyawan untuk bergerak menuju arah yang lebih baik.  Konsep visi pada rencana strategis menunjukkan arah tujuan dan bagaimana cara menujunya.

 

Sasaran

Sasaran adalah pengembangan dari visi dan misi.  Informasi dan konsep yang ada dalam visi, misi, dan sasaran tidak bisa hanya diidentifikasikan begitu saja, melainkan harus disampaikan kepada seluruh internal perusahaan sebagai sasaran. 

 

Tahapan Perencanaan strategis

Perusahaan perlu merancang rencana strategis yang baik jika ingin  mencapai tujuan sesuai harapan. Dalam perencanaan strategis, diperlukan beberapa tahapan yang akan diuraikan sebagai berikut: 

 

Identifikasi Posisi Strategis 

Saat mengidentifikasi posisi strategis, ingatlah bahwa tujuan harus realistis dan terukur.  Gunakan misi, visi, nilai-nilai perusahaan, dan budaya kerja di perusahaan untuk mempermudah identifikasi posisi. 

 

Baca Juga: Menentukan Target Kerja Dengan Metode SMART

 

Kumpulkan Orang dan Informasi

Setelah Anda menetapkan posisi strategis, kumpulkan orang-orang yang akan terlibat dalam proses perencanaan. Pastikan bahwa data dan informasi yang akan digunakan akurat sehingga dapat dijadikan sebagai landasan dalam membuat keputusan. Periksa pula apakah ada masalah internal atau eksternal yang mungkin dapat mempengaruhi tujuan. 

 

Lakukan Analisis SWOT

Analisis SWOT sering digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan bisnis, serta mengidentifikasi peluang dan ancaman yang mungkin muncul. Setelah tim mengidentifikasi semua kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, tim yang terlibat dalam rencana strategis dapat bekerja sama untuk mengembangkan tujuan baru yang akan membantu bisnis menghadapi segala kemungkinan dengan cara yang lebih positif.

 

Merumuskan Rencana Strategis

Setelah berhasil mengidentifikasi posisi strategis dan memiliki serangkaian tujuan yang sejalan dengan misi perusahaan, tahapan selanjutnya adalah merumuskan rencana strategis. Saat mengembangkan rencana, pertimbangkan aspek apa yang akan berdampak terbesar pada bisnis dan mana yang paling membantu meningkatkan posisi perusahaan. Jangan lupa untuk menggunakan pengukuran untuk memastikan dan mengontrol perkembangan dari implementasi rencana.

 

Jalankan Rencana Strategis 

Perusahaan yang telah merumuskan rencana strategis siap untuk menerapkannya. Langkah ini merupakan fase tindakan dari proses rencana strategis. Mulailah dengan membuat semua orang yang terlibat dan membagikan tugas di antara individu atau divisi. Luangkan waktu untuk memeriksa apakah individu atau divisi telah bekerja dengan benar. Jika ternyata tidak memenuhi tujuan, lakukan perubahan jika diperlukan.

 

Pantau Performa Secara Terus-menerus

Proses perencanaan strategis tidak akan efektif jika semua orang dalam tim melakukan kekeliruan. Alasan inilah yang mengharuskan perusahaan untuk terus memantau, mengelola kinerja dan menyesuaikan komponen. Penting juga untuk meminta pertanggungjawaban dari individu yang terlibat atas tugas yang diberikan. Pemantauan kinerja dan performa juga bisa membantu pembentukan  rencana di masa depan. 

 

Baca Juga: 6 Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan Menurun

 

Manfaat Perencanaan Strategis

Perumusan dan implementasi strategis dapat memakan waktu, tetapi bermanfaat besar bagi perusahaan. Perencanaan yang tersusun rapi  memiliki gagasan yang lebih baik tentang tujuan yang ingin dicapai dan dara untuk melakukannya. Produktivitas karyawan pun dapat meningkat dengan perencanaan yang jelas dan terarah. Apakah ada manfaat lain dari perencanaan strategis? Di bawah ini adalah manfaat dari perencanaan strategis: 

 

Meningkatkan Keterlibatan Karyawan

Proses perumusan dan implementasi rencana strategis harus melibatkan karyawan. Karyawan yang terlibat dalam operasi sehari-hari dan dapat memberikan pandangan unik tentang perusahaan. Karyawan akan berbagi apa yang mereka pikirkan terkait dengan bisnis dan menginformasikan perencanaan untuk masa depan. Saat karyawan jauh lebih terlibat, maka tingkat kepuasan kinerja karyawan akan naik. Melibatkan karyawan dalam proses rencana strategis juga dapat meningkatkan produktivitas.  

 

Mengidentifikasi Kekuatan dan Kelemahan

Sebagai bagian dari proses rencana strategis, perusahaan akan memeriksa dan menganalisis bisnis secara keseluruhan. Perusahaan akan melihat kondisi bisnis perusahaan dan area mana yang perlu ditingkatkan. Dengan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, perusahaan bisa berkembang jauh lebih besar di masa depan dan menjadi bisnis tangguh bahkan ketika menghadapi berbagai risiko.

 

Menetapkan Arah Bisnis dan Membina Bisnis Proaktif

Pada akhir proses perencanaan strategis, perusahaan harus memiliki arah yang jelas dimana bisnis akan berjalan di masa depan. Diskusi mengenai perencanaan itu sendiri membantu menempatkan bisnis pada posisi terbaik untuk sukses di masa depan. Rencana strategis membuat perusahaan  mencari tahu bagaimana cara berkembang selama beberapa tahun ke depan dan bagaimana mengatasi peluang dan tantangan. Bisnis yang terarah dan proaktif pun akan tercipta. 

 

Baca Juga : Business Model Canvas : Pengertian dan Manfaat nya Bagi Perusahaan

 

Salah satu tugas HRD yang paling penting adalah membuat perencanaan pengembangan kinerja karyawan agar menciptakan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Jika perencanaan pengembangan kinerja karyawan berjalan terhambat atau kurang bagus, dapat dipastikan bahwa kinerja karyawannya pun akan tersendat dan mempengaruhi kondisi perusahaan. 

Perusahaan dapat mencoba Software HRD dari LinovHR yang membantu HRD dalam mengembangkan kinerja karyawan menjadi jauh lebih berkualitas.  Saat perencanaan strategis dan implementasi pengembangan karyawan berhasil, karyawan dapat bekerja secara efektif. Ingin mencoba bagaimana kecanggihan Software HRD dari LinovHR? Coba gratis Software HRD dan rasakan perbedaannya!