manajemen produksi

Manajemen Produksi: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Contoh

Istilah manajemen produksi merujuk kepada hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan dan penjualan barang produksi dengan alur yang terstruktur dan sudah direncanakan. 

Bagi Anda seorang pelaku usaha atau yang baru memasuki dunia bisnis, tentu saja Anda harus memahami yang dimaksud manajemen produksi.

 

 

Pengertian Manajemen Produksi

Manajemen produksi adalah bagian dari lingkup manajemen yang memiliki peran untuk mengkoordinasikan dan mengambil keputusan dari berbagai kegiatan seperti perencanaan, organisasi, arah, serta pelaksanaan aktivitas produksi untuk mencapai suatu tujuan organisasi atau perusahaan. 

Kegiatan manajemen produksi merupakan penggabungan 6 elemen yang saling berkaitan satu sama lainnya, yaitu:

  • Men (Manusia)
  • Money (Uang)
  • Machines (Mesin)
  • Material (Material)
  • Methods (Metode)
  • Markets (Pasar)

 

Baca Juga: Tips Memaksimalkan Manajemen Produksi Perusahaan

 

Tujuan manajemen produksi yaitu menghasilkan barang atau jasa yang berkualitas, jumlah produksi yang tepat, di waktu yang tepat, dan menghemat biaya, untuk meningkatkan efisiensi.

Contoh ini dapat Anda temui dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya adalah:

  • Perusahaan sepatu yang melewati proses fabrikasi
  • Perusahaan tambang minyak bumi yang melewati proses analitik, dengan mengubah minyak bumi menjadi bensin, solar, atau kerosin
  • Perusahaan timah dan batu bara yang melewati proses ekstraktif.

 

Tujuan Manajemen Produksi

Tujuan dari manajemen produksi adalah melakukan kegiatan pengelolaan, mengatur, serta mengendalikan proses produksi barang dan jasa agar jumlah, waktu, harga, kualitas serta tempatnya sesuai dengan keinginan konsumen.

Tentu saja seluruh rangkaian kegiatan tersebut untuk membuat konsumen puas dan juga produsen atau penjual mendapatkan keuntungan. Agar kedua belah pihak bisa mendapatkan apa yang diinginkannya, setiap perusahaan harus bisa menentukan secara tepat strategi dari manajemen produksinya.

 

Fungsi Manajemen Produksi

Terdapat beberapa fungsi penting dalam manajemen produksi, antara lain:

 

1. Memilih Produk dan Desain

Fungsi awal dari manajemen ini adalah memilih produk yang tepat untuk dipasarkan. Desain yang akan dipilih harus sesuai dengan kebutuhan konsumen dan memberikan nilai yang maksimum.

 

2. Memilih Proses Produksi

Perusahaan atau organisasi yang akan mengolah produk harus menentukan jenis teknologi apa yang akan mereka gunakan, tahapan proses produksi, hingga penanganan material.

 

3. Ketepatan Memilih Kapasitas Produksi

Maksud dari memilih kapasitas produksi adalah manajemen produksi harus bisa merencanakan produksi untuk jangka pendek maupun jangka panjang. 

 

4. Perencanaan Produksi

Perutean atau mapping adalah menentukan jalur kerja dan urutan operasi. Hal ini bertujuan untuk urutan operasi apa yang paling efektif dan paling tepat untuk diterapkan.

 

5. Pengontrolan Produksi

Di tahap ini, manajer atau kepala divisi akan bertugas untuk mengontrol proses produksi apakah sudah sesuai dengan rencana atau tidak. Jika terjadi penyimpangan, barulah seorang manajer akan mengambil tindakan yang tepat.

 

6. Pengontrolan Kualitas dan Biaya

Manajer produksi harus memikirkan untuk menekan biaya produksi agar harga yang dijual bisa terjangkau oleh konsumen. Karena seluruh konsumen pastinya menginginkan produk yang berkualitas dengan harga yang murah.

 

Baca Juga : Cara Hitung Opportunity Cost dalam Kegiatan Produksi Perusahaan

 

7. Mengendalikan Barang Persediaan

Fungsi atau tugas manajemen produksi yaitu sebagai pengendalian barang persediaan. Mereka harus mengontrol agar barang persediaan tidak terlalu banyak dan juga tidak terlalu sedikit.

Jika terdapat barang yang berlebihan atau overstocking, maka modal kerja hanya akan terbuang sia-sia.

 

8. Perawatan Mesin Produksi

Perawatan mesin produksi ini mencakup kegiatan pemeriksaan mesin secara berkala, pembersihan, pemeliharaan dan penggantian mesin, perminyakan, peralatan, suku cadang, dan sebagainya. Semua kegiatan tersebut bertujuan agar mencegah kerusakan mesin.

 

Ruang Lingkup Manajemen Produksi

Ruang lingkup dari manajemen bidang produksi dibagi kedalam 3 tingkat keputusan yang akan mempengaruhi sistem produksi serta keputusan tingkat operasi. Apa saja?

 

Keputusan dan Kebijakan Tentang Desain

Pemilihan tentang desain produk merupakan keputusan jangka panjang. Sebab hal ini akan meliputi: 

  • Penentuan desain yang akan dibuat
  • Layout tempat produksi, desain kegiatan pengadaan masukan yang diperlukan
  • Desain metode dan teknologi pengolahan
  • Organisasi perusahaan
  • Desain job description/specification.

 

Baca Juga : Manfaat Desain Produk untuk Meningkatkan Bisnis

 

Kebijakan dan Keputusan tentang Proses Transformasi

Pada proses transformasi ini termasuk pada proses dalam jangka pendek karena berhubungan dengan keputusan taktis dan operasional. Hal yang berkaitan pada proses ini adalah:

  • Jadwal shift kerja
  • Anggaran biaya produksi
  • Jadwal penyerahan masukan ke dalam subsistem pengolahan
  • Serta jadwal penyerahan keluaran ke konsumen atau penyelesaian produk.

 

Keputusan dan Kebijakan tentang Perbaikan

Perbaikan merupakan keputusan yang bersifat continue atau berkelanjutan. Maka dari itu, kebijakan mengenai perbaikan harus dilakukan secara rutin. Kegiatan yang berkaitan dengan proses perbaikan adalah:

  • Perbaikan secara terus-menerus terhadap mutu keluaran
  • Efektifitas dan efisiensi sistem
  • Kapasitas dan kompetensi dari karyawan
  • Perawatan sarana kerja atau mesin produksi
  • Pengerjaan produk

 

Tahapan Manajemen Produksi

Manajemen produksi memiliki 3 tahapan utama, yaitu:

 

1. Perencanaan 

Perencanaan produksi yaitu melakukan persiapan tersistem pada barang yang akan diproduksi. Pada tahapan ini terdapat beberapa keputusan yang akan dihadapi, antara lain:

  • Jenis barang apa yang akan diproduksi
  • Kualitas barang
  • Jumlah barang produksi
  • Bahan baku
  • Pengendalian produksi

 

2. Pengendalian 

Pengendalian produksi bertujuan untuk memaksimalkan seluruh biaya seoptimal mungkin. 3 kegiatan yang dilakukan adalah:

  • Menyusun sebuah rencana
  • Pembuatan jadwal kerja
  • Menentukan target konsumen

 

3. Pengawasan 

Pengawasan disini memiliki fungsi yaitu memantau pelaksanaan aktivitas produksi dapat berlangsung sesuai rencana. Kegiatan yang akan dilakukan adalah:

  • Menetapkan kualitas produk
  • Menetapkan standar produk
  • Melakukan produksi secara tepat waktu

 

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa manajemen produksi adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan atau organisasi untuk mengolah bahan baku menjadi bahan jadi agar menghasilkan produk yang berkualitas. Sehingga manajemen produksi akan menyangkut dengan pengambilan keputusan yang tepat untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.