Headhunter adalah

Mengenal Headhunter Dan Sepak Terjangnya Di Indonesia

Istilah headhunter dan outsourcing tidak asing lagi di telinga para profesional kerja di Indonesia. Keduanya bergerak dengan tujuan merekrut pencari kerja.

Beda headhunter dengan outsourcing adalah outsourcing merekrut pegawai, pegawainya terdaftar di perusahaan outsourcing dan digaji oleh perusahaan outsourcing tersebut. Namun pekerja atau pegawai perusahaan outsourcing ini akan bekerja di perusahaan orang lain. Perusahaan itu menjadi nasabah perusahaan outsourcing tersebut.

Headhunter adalah mereka yang biasanya menjual jasa layaknya seperti konsultan untuk perusahaan yang mencari eksekutif profesional dengan keahlian spesifik. Headhunter juga sering disebut executive search consultant. Headhunter bisa merupakan perseorangan atau institusi yang khusus mencari pekerja profesional untuk direkrut.

Biasanya mereka akan menempatkan karyawan profesional ini di posisi tertentu di sebuah perusahaan. Posisi utama yang dicari adalah level atas seperti manajer, direktur, CEO (Chief Executive Officer), CFO (Chief Financial Officer), COO (Chief Operating Officer), dan lainnya. Tak jarang headhunter ini disebut pembajak profesional yang hebat.

Baca Juga: Proses Rekrutmen Lebih Mudah Dengan Software HRD Indonesia

Perusahaan yang memerlukan pegawai dengan posisi atas seperti manajer, direktur, CEO, dan lainnya akan memakai jasa headhunter untuk menemukan orang yang tepat. Adalah tugas headhunter untuk mencari orang yang tepat, sesuai kualifikasi, mengecek keahlian dan pengalaman kerjanya. Headhunter harus mengidentifikasi kebutuhan klien mereka dengan melakukan interview dan analisa jabatan, kepribadian, dan hal spesifik lainnya. Headhunter biasanya punya database kumpulan orang-orang potensial dan kompeten di bidangnya.

Ketika kandidat yang tepat ditemukan, headhunter tidak akan mengirimkan tagihan biaya jasa kepada kandidat bersangkutan, karena headhunter tidak bekerja untuk kandidat melainkan untuk perusahaan yang memerlukan jasa dari kandidat tersebut. Pembayaran dari perusahaan pencari eksekutif level atas inilah yang menjadi upah dari jasa bagi sebuah headhunter. Mereka mendapatkan komisi dari perusahaan yang mencari kandidat. Komisi ini biasanya sebanding dengan kerja keras yang dilakukan oleh headhunter dalam menyaring kandidat sesuai permintaan spesifik perusahaan. Tidak jarang headhunter juga memberikan interview awal atau tes kepada kandidat pilihan. Ini membantu memastikan perusahaan pencari kandidat “terima beres” dan hanya melakukan satu tahap interview akhir.

Apabila Anda direkrut oleh sebuah headhunter, bukan Anda yang membayar komisi ke headhunter melainkan perusahaan bakal tempat Anda bekerja. Ini sudah menjadi ketentuan. Jadi jangan sampai tertipu dengan hal ini. Untuk mencari seorang eksekutif profesional, headhunter dibayar cukup mahal.

Jika ada orang mengaku dari headhunter menghubungi Anda dan ujung-ujungnya Anda diminta biaya, jauhi headhunter tersebut. Kemungkinan itu adalah headhunter gadungan (penipu atau bodong). Saat ini tidak ada peraturan tetap bagi sebuah perusahaan perekrutan (headhunter) seperti ini di Indonesia, jadi ini bisa merupakan suatu celah yang dimanfaatkan oleh oknum- oknum tertentu.

Sistem headhunter yang cenderung seperti konsultan ini sebetulnya bisa diarahkan menjadi konsultan karir yang baik dan dapat menolong banyak orang mengembangkan karir ke level berikutnya. Semoga Anda bertemu dengan headhunter yang sesungguhnya.

Mengenali Headhunter

Cara Anda mengenali headhunter yang baik adalah:

 

1. Mengenali Nama dan Sejarah Perusahaan

Lihatlah dulu profil perusahaan yang menawarkan posisi kerja kepada Anda. Jika perusahaan itu baru maka jangan terlalu cepat percaya. Selidiki dulu latar belakang perusahaan. Tanyakan tentang klien perusahaan sebelumnya, posisi apa saja yang pernah mereka dapatkan untuk klien, nama beberapa kandidat yang mungkin Anda kenali lewat media, atau hal sederhana seperti mengunjungi kantor headhunter tersebut.

 

2. Headhunter TIDAK Meminta Komisi ke Kandidat

Jika headhunter meminta komisi ke kandidat maka perlu diwaspadai sebagai perusahaan yang tidak benar. Tanyakan berapa komisi yang diminta dan beritahu mereka setelahnya bahwa headhunter tidak meminta komisi kepada kandidat. Jika benar mereka bermaksud menipu maka mereka akan pergi setelah mendengar penjelasan ini.

3. Headhunter Membantu Mengembangkan Karir Anda

Headhunter yang baik menolong Anda mengembangkan karir Anda. Jika kurang sesuai dengan posisi yang ditawarkan, Anda seharusnya bisa berkonsultasi mengenai pekerjaan lain dan gaji yang cocok untuk seorang profesional sekaliber Anda. Anda bisa dimasukkan ke dalam database mereka, menunggu pekerjaan impian selanjutnya.