pph 21 atas bonus

Bagaimana Cara Perhitungan PPh 21 atas Bonus?

Anda senang mendapatkan bonus akhir tahun? Bonus bisa dianggap sebagai gaji ke tiga belas (atau empat belas jika Anda menghitung THR).

Sebelum Anda berpikir untuk menyimpan atau membelanjakannya, Anda harus membayar PPh 21 atas bonus tersebut. Tahukah Anda bagaimana cara menghitungnya? Cukup mudah jika Anda mengikuti petunjuk di bawah ini.

 

Baca juga: Cara Menghitung Bonus Akhir Tahun Bagi Karyawan di Perusahaan

 

Pak Basuki bekerja sebagai marketing di perusahaan XYZ, dengan gaji per bulan Rp8.000.000 serta mendapatkan bonus tahunan penjualan sebesar Rp30.000.000.

Dengan istri yang tidak bekerja dan 2 orang anak yang masih menjadi tanggungannya, maka berapa pajak atas bonus yang harus dibayarkan Pak Basuki?

 

Perhitungan PPh 21 atas Bonus

Sebelum kita menghitungnya, mari lihat dahulu tabel di bawah ini yang menunjukkan besarnya penghasilan tidak kena pajak yang akan mengurangi beban pajak yang harus Anda bayarkan.

Penghasilan Tidak Kena Pajak ini harus dikurangi terlebih dahulu sebelum mengurangi pajak yang sebenarnya. Berikut ini tabel lengkap penghasilan tidak kena pajak untuk Anda ketahui:

 

1. Wajib Pajak Tidak Kawin (TK)

 

pph 21 atas bonus

 

2. Wajib Pajak Kawin

 

pph 21 atas bonus

 

3. Wajib Pajak Kawin, penghasilan istri dan suami digabung

 

pph 21 atas bonus

 

Catatan:

  • Tunjangan PTKP untuk anak atau tanggungan maksimal 3 orang

  • TK: Tidak Kawin

  • K: Kawin

  • K/I: Kawin dan penghasilan pasangan digabung

 

Baca juga: Training Pajak PPh 21 di Jakarta

 

Dari tabel di atas bisakah Anda menemukan kategori Penghasilan Tidak Kena Pajak atau PTKP Pak Basuki? Beliau termasuk dalam tabel 2, karena sudah menikah.

Karena sudah berkeluarga dan memiliki 2 orang anak, maka Pak Basuki termasuk dalam kategori Tanggungan 2 atau K2 dalam tabel tersebut.

Nah, setelah kita mendapatkan PTPK Pak Basuki, kita bisa menghitung berapa pajak penghasilan yang akan dibayarkan oleh beliau. Simak tabel perhitungan di bawah ini.

Pertama kita hitung dulu pajak atas penghasilannya saja:

 

pph 21 atas bonus

Jadi PPh atas penghasilan Bapak Basuki adalah Rp1.185.000 per tahun. Sedangkan untuk perhitungan pajak atas bonusnya sebagai berikut:

 

pph 21 atas bonus

 

Jadi PPh atas gaji Bapak Basuki saja adalah sebesar Rp1.185.000 per tahun. Jika dengan penghasilannya ditambah dengan bonus, maka PPh atas gaji dan bonus adalah sebesar Rp2.610.000.

Untuk menghitung Pajak Penghasilan atas Bonus Bapak Basuki kita kurangi Rp2.610.000 dengan Rp1.185.000 dan mendapatkan hasil Rp1.425.000. Inilah jumlah yang harus disetorkan Pak Basuki ke kantor pajak.

 

Penutup

Bagi Anda yang bertanggung jawab terhadap payroll perusahaan, penting bagi anda untuk mengetahui bagaimana cara menghitung pajak penghasilan atas bonus akhir tahun.

Bagi Anda yang memilih fokus dalam mengembangkan bisnis anda sendiri, menggunakan jasa payroll service yang profesional sebagai pihak ketiga yang mengatur dan mengelola payroll perusahaan anda, termasuk pajak bonus akhir tahun adalah pilihan yang tepat.

Ingin demo gratis software payroll?