Begini Caranya Menghitung Pajak Penghasilan Atas Bonus Akhir Tahun

Anda senang mendapatkan bonus akhir tahun? Bonus bisa dianggap sebagai gaji ke tiga belas (atau empat belas jika Anda menghitung THR) dan akan diterima dengan senang hati. Sebelum Anda berpikir untuk menyimpan atau membelanjakannya, Anda harus membayar pajak penghasilan atas bonus tersebut. Tahukah Anda bagaimana cara menghitungnya? Cukup mudah jika Anda mengikutinya di bawah ini.

 

Baca Juga: Cara Menghitung Bonus Akhir Tahun Bagi Karyawan Di Perusahaan

 

Pak Basuki bekerja sebagai marketing di perusahaan XYZ, dengan gaji per bulan Rp 8.000.000 serta mendapatkan bonus tahunan penjualan sebesar Rp 30.000.000. Dengan istri yang tidak bekerja dan 2 orang anak yang masih menjadi tanggungannya, maka berapa pajak atas bonus yang harus dibayarkan Pak Basuki?

Sebelum kita menghitungnya, mari lihat dahulu tabel di bawah ini yang menunjukkan besarnya penghasilan tidak kena pajak yang akan mengurangi beban pajak yang harus Anda bayarkan. Penghasilan Tidak Kena Pajak ini harus dikurangi terlebih dahulu sebelum mengurangi pajak yang sebenarnya. Berikut ini tabel lengkap penghasilan tidak kena pajak untuk Anda ketahui:

 

1. Wajib Pajak Tidak Kawin (TK)

pajak bonus akhir tahun 1

 

2. Wajib Pajak Kawin

 

3. Wajib Pajak Kawin, penghasilan istri dan suami digabung

Pajak Bonus akhir tahun 3

Catatan:

  • Tunjangan PTKP untuk anak atau tanggungan maksimal 3 orang

  • TK : Tidak Kawin

  • K : Kawin

  • K/I : Kawin dan penghasilan pasangan digabung

 

Dari tabel di atas bisakah Anda menemukan kategori Penghasilan Tidak Kena Pajak atau PTKP Pak Basuki? Beliau termasuk dalam tabel 2, karena sudah menikah. Karena sudah berkeluarga dan memiliki 2 orang anak, maka Pak Basuki termasuk dalam kategori Tanggungan 2 atau K2 dalam tabel tersebut.

Nah, setelah kita mendapatkan PTPK Pak Basuki, kita bisa menghitung berapa pajak penghasilan yang akan dibayarkan oleh beliau. Simak tabel perhitungan di bawah ini. Pertama kita hitung dulu pajak atas penghasilannya saja:

Pajak Bonus Akhir Tahun 4

Jadi PPh atas penghasilan Bapak Basuki adalah Rp. 1.185.000,- per tahun. Sedangkan untuk perhitungan pajak atas bonusnya sebagai berikut:

Pajak bonus akhir tahun 5

Jadi PPh atas gaji Bapak Basuki saja adalah sebesar Rp. 1.185.000,- per tahun. Jika dengan penghasilannya ditambah dengan bonus, maka PPh atas gaji dan bonus adalah sebesar Rp. 2.610.000,-.

Untuk menghitung Pajak Penghasilan atas Bonus Bapak Basuki kita kurangi Rp. 2.610.000,- dengan Rp. 1.185.000,- dan mendapatkan hasil Rp. 1.425.000,-. Inilah jumlah yang harus disetorkan Pak Basuki ke kantor pajak. 

Bagi anda yang bertanggungjawab terhadap payroll perusahaan, penting bagi anda untuk mengetahui bagaimana cara menghitung pajak penghasilan atas bonus akhir tahun. Bagi anda yang memilih fokus dalam mengembangkan bisnis anda sendiri, menggunakanjasa payroll serviceyang profesional sebagai pihak ketiga yang mengatur dan mengelola payroll perusahaan anda, termasuk Pajak bonus akhir tahun adalah pilihan yang tepat.