perhitungan pph21 tanpa NPWP

Cara Menghitung PPh 21 Karyawan yang Tidak Ada NPWP

Pajak Penghasilan Pasal 21(PPh 21) adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honor, tunjangan, dan pembayaran lain atas pekerjaan yang dilakukan. PPh 21 ini diatur berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015. Kewajiban membayar PPh 21 diberikan kepada warga negara yang sudah memenuhi kriteria sebagai Wajib Pajak. Kriteria Wajib Pajak ini sendiri diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak PMK No.101/PMK.010/2016 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Tarif penghasilan yang tidak kena pajak, yaitu :

  • Wajib Pajak Orang Pribadi sebesar Rp54 juta per tahun.
  • Tambahan Rp4,5 juta untuk Setiap Wajib Pajak yang sudah menikah.
  • Tambahan Rp54 juta untuk gabungan penghasilan dari suami dan istri.
  • Tambahan Rp4,5 juta untuk yang sudah memiliki tanggungan, maksimal 3 orang.

Ini artinya, mereka yang penghasilannya dibawah angka perhitungan di atas, maka tidak memiliki kewajiban untuk melakukan lapor Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) dan tidak juga diwajibkan memiliki NPWP.

NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) adalah tanda pengenal atau identitas Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan. Hal ini berarti NPWP wajib dimiliki oleh mereka yang sudah masuk dalam kriteria Wajib Pajak, dan seperti yang diungkap diatas, tidak diwajibkan bagi yang belum menjadi Wajib Pajak.

 

Baca Juga: Cara Membuat NPWP Pribadi

 

Tapi ada kalanya, ketika seorang karyawan baru masuk dalam kategori Wajib Pajak dan ingin membayar PPh 21, ia belum memiliki NPWP. Kemungkinan lain juga bisa terjadi seperti karyawan tersebut memang belum berkesempatan membuat NPWP. Lantas seperti apa jika kondisi ini terjadi?

 

Aturan PPh 21 bagi Karyawan yang Belum Ber-NPWP

Kondisi dimana seseorang yang belum memiliki NPWP tetapi Wajib melalukan Pajak Penghasilan, diatur dalam UU Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 21 ayat 5a. Di sana dijelaskan bahwa “Wajib pajak orang pribadi yang tidak memiliki NPWP tapi memperoleh penghasilan, akan dikenakan pemotongan PPh 21 dengan tarif lebih tinggi 20% dibanding wajib pajak yang memiliki NPWP”.

Ini artinya, karyawan yang akan membayar PPh 21 tapi belum memiliki NPWP harus mengalikan jumlah penghasilannya dengan persentase wajib pajak ditambah dengan 120%.

Sebelum membahas soal cara perhitungannya, harus diketahui dahulu tarif PPh 21 yang ditetapkan dalam Undang-Undang Perpajakan, yaitu :

  • 5% untuk setiap penerima penghasilan sampai dengan Rp 50 juta per tahun.
  • 15% untuk setiap penerima penghasilan Rp 50 juta – Rp 250 juta per tahun.
  • 25% untuk setiap penerima penghasilan Rp 250 juta – Rp 500 juta per tahun.
  • 30% untuk setiap penerima penghasilan lebih dari Rp 500 juta per tahun.

 

Cara Menghitung PPh 21 Karyawan yang Belum/Tidak Memiliki NPWP

Secara sederhana, rumus perhitungan PPh  21 untuk yang belum/tidak memiliki NPWP adalah :

PPh 21 = Jumlah Penghasilan Kena Pajak x % tarif PPh 21 x 120%

Sebagai contoh, Ariel seorang karyawan, berstatus belum menikah dan tidak memiliki tanggungan keluarga. Ariel memperoleh gaji dan tunjangan setiap bulannya sebesar Rp 8.000.000,-. Ia telah membayar iuran pensiun kepada perusahaan Dana Pensiun sebesar Rp200.000,- dan harus membayar biaya jabatan sebesar 5% kepada perusahaan. Meskipun sudah memenuhi Wajib Pajak, tapi Ariel belum memiliki NPWP. Maka cara perhitungan PPh 21 nya yang harus dibayar adalah sebagai berikut.

  • Gaji dan Tunjangan Sebulan        = Rp8.000.000,-
  • Pengurangan Biaya Jabatan 5% = Rp400.000,-
  • Pengurangan Iuran Pensiun        = Rp200.000,-

Maka Penghasilan Neto A adalah sebesar Rp. 7.400.000,- per bulan atau Rp88.800.000,- per tahun.

  • PTKP Setahun yang berlaku untuk A = Rp54.000.000,-
  • Artinya, Penghasilan Kena Pajak A: Rp88.800.000 – Rp54.000.000 = Rp34.800.000,-

Karena A memiliki Penghasilan Kena Pajak setahun kurang dari Rp50 juta, maka perhitungan PPh 21 atas Penghasilan Setahunnya adalah sebagai berikut.

  • Rp34.800.000,- x 5%  = Rp1.740.000,-

Karena A belum memiliki NPWP maka perhitungannya menjadi

  • Rp34.800.000,- x 5% x 120% = Rp2.088.000,-

Maka, PPh 21 yang harus dibayarkan karyawan A yang tidak memiliki NPWP adalah sebesar Rp2.088.000,- per tahunnya atau  Rp 2.088.000/12 = Rp174.000,- per bulan.

Dari penjelasan di atas dapat dilihat bahwa jika seseorang yang sudah berstatus Wajib Pajak namun belum memiliki NPWP maka ia akan mendapat sanksi. Dalam hal ini, sanksinya adalah tambahan besaran pajak yang harus dibayarnya yaitu 20% lebih dari yang memiliki NPWP.