contoh nepotisme

Apa Itu Nepotisme? Pahami Pengertian Nepotisme Menurut Beberapa Ahli!

Mempekerjakan kerabat dekat atau anggota keluarga ke dalam perusahaan Anda bisa menjadi hal yang rumit. Akan sulit bagi karyawan yang ada untuk menerima hal tersebut, terlepas dari apapun alasan Anda mempekerjakan mereka.

Untuk memberikan karyawan Anda peluang yang adil dan setara dalam perusahaan, Anda perlu memahami perilaku-perilaku di tempat kerja yang tidak etis untuk mengantisipasinya sejak dini. Nepotisme yaitu salah satu perilaku tidak etis yang harus diwaspadai di tempat kerja. 

Baca artikel ini lebih lanjut untuk mempelajari tentang apa itu nepotisme dan bagaimana pengaruhnya terhadap keharmonisan tempat kerja Anda. 

 

Apa Itu Nepotisme? 

Untuk memahami pengertian nepotisme, simaklah beberapa definisinya menurut beberapa sumber di bawah ini.

 

Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi No. 28 Tahun 1999 Pasal 1 Ayat 5

Nepotisme yaitu setiap perbuatan Penyelenggara Negara secara untuk melawan hukum yang menguntungkan kepentingan keluarganya atau kroninya di atas kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

 

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Nepotisme diambil dari kata nepos dan otis, yang berarti cucu laki-laki, keturunan atau saudara sepupu. Istilah ini kemudian mengalami perluasan arti sebagai perilaku yang memperlihatkan kesukaan yang berlebihan kepada kerabat dekat.

Jadi, nepotisme adalah kecenderungan sikap yang lebih mengutamakan saudara sendiri terutama dalam jabatan, atau pangkat di dalam lingkungan kerja pemerintah.

 

Kamaruddin Hidayat

Nepotisme berarti manajemen kepegawaian yang menggambarkan suatu sistem mulai dari pengangkatan, penempatan, penunjukan sampai kenaikan pangkat atas dasar pertalian darah, keluarga atau kawan dekat.

 

Cambridge

Menurut Cambridge, nepotisme bisa diartikan sebagai sebuah tindakan menggunakan kekuatan atau pengaruh untuk mendapatkan pekerjaan atau ketidak adilan untuk menguntungkan kelompok atau keluarga anda.

 

Oxford

Nepotisme adalah praktek di antara orang-orang yang memiliki kekuatan atau pengaruh demi menguntungkan kerabat atau teman mereka, terutama dalam hal memberikan pekerjaan.

 

Baca juga: Manfaat Mempunya Support System di Lingkungan Kerja 

 

Ciri Nepotisme 

Seseorang yang berada di posisi berkuasa dapat mempekerjakan anggota keluarga mereka karena berbagai alasan. Demikian juga, anggota keluarga dapat menerima posisi tersebut karena berbagai alasan. Anda dapat mengenali praktik dan contoh nepotisme dengan cara memperhatikan ciri-cirinya sebagai berikut:

  • Pelaksanaan suatu jabatan yang dilakukan secara otoriter.
  • Penempatan atau pemberian posisi tertentu yang tidak berdasar pada kemampuan/keahlian, melainkan pada kedekatan atau hubungan keluarga.
  • Adanya ketidakjujuran dalam menjalankan tugas yang diberikan. Misalnya tidak memberikan kesempatan bagi orang lain yang memiliki hak dan kemampuan yang sama.
  • Terjadi kesenjangan dan ketidakadilan dalam pelaksanaan pekerjaan ataupun pemberian fasilitas. Misalnya, orang-orang tertentu yang menjalankan pekerjaan lebih sedikit dan mudah malah diberikan gaji lebih tinggi. 

 

Dampak Nepotisme di Lingkungan Kerja

Dari ciri-ciri di atas bisa dilihat bahwa istilah ini memiliki konotasi yang negatif. Lalu apa dampak dari adanya nepotisme di tempat kerja? Berikut ini ulasannya.

 

Baca juga: Fungsi, Tujuan dan Manfaat Etika Profesi

 

Menciptakan Lingkungan Kerja yang Tidak Sehat

Nepotisme menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat dimana karyawan merasa diremehkan. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang dalam posisi eksekutif atau manajer mempekerjakan anggota keluarga untuk suatu posisi dan memberi mereka tunjangan atau tanggung jawab yang tidak diterima oleh karyawan lain.

Hal ini dapat menciptakan perasaan dendam terhadap anggota keluarga dan manajer.

 

Menurunkan Semangat Kerja 

Jika nepotisme terjadi di tempat kerja Anda, hal ini dapat mempengaruhi kepuasan kerja dan opini karyawan tentang perusahaan. Jika satu orang mulai menunjukkan semangat kerja yang rendah, karyawan lain juga akan melakukan hal yang sama. Hasilnya adalah kurangnya loyalitas dan dedikasi terhadap pekerjaan yang ada.

 

Menurunkan Produktivitas Kerja

Dampak lainnya dapat menyebabkan penurunan produktivitas karyawan karena berbagai alasan. Pertama, penurunan produktivitas dapat terjadi karena manajer mengizinkan anggota keluarga mereka yang tidak memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam posisi pekerjaan yang tidak mereka miliki.

Hal tersebut dapat berakibat fatal, para karyawan dapat menurunkan etos kerjanya karena mereka merasa pekerjaan mereka tidak dihargai.

 

Meningkatkan Angka Turnover

Jika sebuah perusahaan membiarkan nepotisme terjadi, karyawan yang berbakat mungkin akan mencari peluang kerja di tempat lain. Ini bisa menjadi masalah besar bagi perusahaan karena membatasi kesempatan karyawan yang baik dan pekerja keras untuk membantu perusahaan Anda menjadi sukses.

 

Baca Juga: Jenis-Jenis Employee Turnover

 

Kesimpulan

Jadi apa itu nepotisme? Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa nepotisme merupakan proses di mana seseorang yang berkuasa menggunakan pengaruh mereka dalam suatu perusahaan untuk mempekerjakan anggota keluarga yang tidak memenuhi syarat daripada mempromosikan karyawan yang berbakat.

Tindakan tersebut tentu akan menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat sehingga karyawan lain merasa tidak betah.

Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak setiap perekrutan manajerial teman atau kerabat adalah nepotisme. Jika teman atau kerabat yang direkrut memang memiliki pengalaman, kompeten, dan pekerja keras, hal itu tidak dapat dianggap sebagai nepotisme.

Akan tetapi secara khusus mengacu pada skenario dimana karyawan terkait tidak cocok untuk posisi tersebut dan diuntungkan secara tidak adil di tempat kerja.

Demikianlah ulasan lengkap mengenai nepotisme, semoga dapat bermanfaat!