Analisa Beban Kerja

Fungsi Analisa Beban Kerja Untuk Perusahaan

Beban merupakan hal yang pasti dimiliki oleh setiap individu. Namun, selain dimiliki oleh individu, beban juga pasti dimiliki oleh sebuah perusahaan atau yang disebut sebagai beban kerja. Agar lebih memperjelas bagaimana beban kerjanya, perusahaan harus melakukan analisa. Lantas, apa fungsi analisa beban kerja untuk perusahaan? Berikut pembahasannya.

Analisa Beban Kerja

Analisa beban kerja dalam perusahaan dilakukan agar bisa mendapatkan seberapa besar jumlah beban kerja relative seorang karyawan, suatu pekerjaan atau jabatan, suatu divisi, cabang atau unit kerja perusahaan, hingga suatu perusahaan secara menyeluruh. Fungsi umum dari analisa beban kerja sendiri, adalah untuk sebagai berikut:

 

1. Menentukan Kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM)

Dilakukannya analisa beban kerja dalam perusahaan, terutama yang berfokus pada karyawan sangatlah membantu dalam penentuan kebutuhan SDM perusahaan. Ini juga bisa menjadi dasar, apakah perusahaan harus menambah atau justru harus mengurangi pegawai yang ada dalam jabatan atau unit kerja. Keputusan tersebut tidak bisa dilakukan secara asal-asalan dan mengira-ngira saja.

 

2. Penyempurnaan Tugas Jabatan

Dengan analisa beban kerja, perusahaan juga bisa melakukan redesign pada tugas jabatan yang ada dalam perusahaan. Sama halnya seperti SDM, perusahaan bisa menjadikan analisa sebaga dasar untuk menentukan apakah akan menambah atau justru mengurangi tugas karyawan dalam suatu jabatan, sehingga bisa mencapai rentan beban kerja yang standar.

 

3. Redesign Standard Operating Procedure (SOP)

Agar perusahaan bisa berkembang, perusahaan juga harus mampu melakukan redesign atau penyempurnaan SOP. Ini merupakan hal yang perlu dilakukan sebab dipengaruhi langsung oleh tugas jabatan atau penyempurnaan dari struktur organisasi perusahaan.

 

Baca Juga:Pentingkah Standar Operasional Prosedur (SOP) Dalam Dunia Bisnis?

 

4. Menentukan Standar Waktu, Tugas dan Aktivitas

Analisa beban kerja juga sangat membantu dalam proses penentuan standar waktu, tugas dan aktivitas. Karena perusahaan harus bisa menyesuaikan standar wkatu, tugas dan aktivitas sesuai dengan standar normal yang dimiliki oleh perusahaan.

 

5. Mengetahui Kebutuhan Pelatihan

Pelatihan dan pengembangan karyawan dalam perusahaan juga sangatlah penting untuk dilakukan, terutama bila menyangkut dengan produktivitas atau kinerja yang akan memberikan dampak positif bagi karyawan. Dengan melakukan analisa beban kerja, perusahaan bisa tahu apa yang menjadi kekurangan para karyawannya, apakah dalam hal skill atau justru dalam hal lainnya. Sehingga perusahaan juga bisa memberikan pelatihan yang sesuai, tidak asal karena sudah dibantu oleh data yang ada.

 

Baca Juga:7 Jenis Pelatihan dan Pengembangan SDM Untuk Perusahaan

 

Sebagai sebuah perusahaan, data merupakan hal yang amat penting saat akan memutuskan sesuatu. Jangan sampai keputusan yang dibuat berdasarkan perkiraan atau tebakan saja. Hal tersebut malah akan memberikan feedback negatif bagi perusahaan, bila tebakannya salah. Kesalahan kecil bisa menjadi besar bila terus saja dilakukan. Pentingnya data, bisa membuat perusahaan mengambil langkah tepat.

 

Dengan penerapan hasil dari analisa beban kerja, maka sangat diharapkan bila suatu organisasi atau perusahaan bisa mendapatkan tingkat efisiensi yang tinggi, khususnya untuk Sumber Daya Manusia (SDM) perusahaan, dan pada gilirannya juga diharapkan bisa meningkatkan produktivitas dalam suatu perusahaan.

Itulah fungsi analisa beban kerja untuk perusahaan yang sangat penting untuk bisa dilakukan oleh perusahaan, baik skala kecil, menengah atau besar. Limpahkan tugas analisa beban kerja pada orang yang berkompeten dalam bidangnya, atau bisa mengandalkan HRD yang memang berhubungan langsung dengan masalah SDM serta internal perusahaan lainnya. Jangan terlalu terburu-buru saat menganalisa, ambil waktu 1 minggu atau lebih agar bisa memberikan hasil yang akurat.