pajak penghasilan dokter

Ketentuan dan Contoh Perhitungan Pajak Penghasilan (PPh21) Dokter

Pajak penghasilan merupakan salah satu komponen yang harus dibayarkan baik oleh perusahaan maupun perorangan dari jumlah penghasilan yang didapat. Bagaimana dengan pajak penghasilan dokter? Apakah dokter juga merupakan Wajib Pajak yang terkena pajak penghasilan dari keahliannya?

Iya tentu, dokter juga termasuk wajib pajak yang harus membayar pajak.

Berikut ini adalah pembahasan LinovHR mengenai pajak dokter, dari cara perhitungan hingga contoh perhitungan pajaknya.

 

payroll

 

Untuk menjadi seorang dokter Anda harus belajar dan menempuh pendidikan khusus dan mempunya gelar dalam bidang kedokteran. Nah, dari keahliannya inilah dokter mendapat penghasilan. 

Apakah pajak penghasilan dokter hanya dari satu sumber saja? Tentu tidak. Umumnya dokter memiliki beberapa sumber penghasilan yang berupa:

  1. Penghasilan dari buka praktik sendiri
  2. Penghasilan sebagai tenaga ahli atau profesional berupa komisi, fee, maupun imbalan lainnya 
  3. Penghasilan sebagai anggota atau peserta kegiatan yang mendapatkan uang saki
  4. Penghasilan yang bersumber dari keuangan rumah sakit sebagai pegawai tetap PNS, tunjangan karyawan berupa gaji dan tunjangan lain
  5. Penghasilan yang diterima dari penghargaan-penghargaan 
  6. Penghasilan diluar pekerjaan yang terkait dengan bidang kedokterannya

 

Berikut kami rangkum contoh penghitungan pajak penghasilan dokter untuk Anda!

 

Contoh Perhitungan Pajak Penghasilan Dokter

Pajak penghasilan dokter ini akan dikenakan PPh pasal 21 atau PPh 21 dokter. Tarif PPh 21 dokter sendiri ada ketentuannya. Berdasarkan tarif pasal 17 ayat (1) huruf a dari UU PPh terkena tarif berlapis 5%, 15%, 25%, dan 30%. Tarif dikalikan Dasar Pengenaan dan Pemotongan PPH Pasal 21 yang ditentukan sebesar 50% dari jumlah bruto. 

Sedangkan menurut PP No. 80 Tahun 2010 pada pasal 4 dijelaskan tarif berdasarkan golongan yaitu 0%, 5%, dan 15%. Khusus untuk penghasilan berupa uang lembur, honorarium, imbalan prestasi kerja, dan imbalan lain yang bersumber dari APBN atau APBD serta yang menerimanya adalah PNS. 

Bagaimana perhitungan pajak penghasilan dokter? Berikut contoh perhitungan pajak penghasilan dokter dengan PPh 21: 

 

  1. Perhitungan pajak penghasilan dokter PPh 21 dokter yang bekerja di rumah sakit sebagai pegawai tetap.

Dr. Brian merupakan pegawai tetap di RS Tebet Raya dan menerima gaji tunjangan tetap sebesar Rp 12.000.000. Ia telah menikah dan punya satu orang anak (K/1). Maka penghitungan pajak penghasilannya, yaitu:

 

Penghasilan bruto setahun:

= 12 x Rp 12.000.000 

= Rp 144.000.000

 

Pengurangan:

Biaya jabatan 5% (maks. Rp 6.000.000)

= Rp 6.000.000

 

Penghasilan neto setahun:

= Rp 144.000.000 – Rp 6.000.000

= Rp 138.000.000

 

PTKP(K/1) = Rp 63.000.000

PKP = Rp 75.000.000

 

Perhitungan PPh 21:

5% x Rp 50.000.000 = Rp 2.500.000

15% x Rp 25.000.00 = Rp 3.750.000

 

PPh 21 terhutang = Rp 6.250.000

PPh 21/ bulan = Rp 520.833 

 

  1. Penghitungan PPh 21 atas dokter (PNS) yang menerima penghasilan berupa Honorarium, komisi atau fee, uang saku, uang presentasi, uang rapat yang dananya berasal dari APBN/APBD.

Brian (PNS Golongan IV) menerima honorarium yang dananya dari APBN/APBD sebesar Rp 10.000.000. Maka penghitungan pajak penghasilannya:

 

PNS Golongan IV: 15%

= 15% x Rp 10.000.000 

= Rp 1.500.000 

 

Demikian adalah perhitungan pajak penghasilan untuk dokter dengan PPh 21. Tentunya dalam penghitungan akan disesuaikan dengan kondisi dari Wajib Pajak.

Penghitungan pajak penghasilan seringkali rumit dan membingungkan, solusinya adalah menggunakan jasa Payroll LinovHR! 

 

Baca Juga: Praktis Hitung Pajak Penghasilan Bersama Jasa Payroll LinovHR

 

Selain pengelolaan gaji yang akan lebih mudah, jasa payroll LinovHR dapat membantu penghitungan pajak penghasilan Anda. 

Jasa payroll LinovHR menyediakan pengelolaan pajak karyawan atau PPh 21 yang memungkinkan pelaksanaan proses administrasi pajak yang disesuaikan dengan peraturan perundangan yang berlaku. Selain itu juga disediakan tax consultant untuk melakukan konsultasi mengenai perpajakan dengan yang lebih ahli. 

Menggunakan jasa payroll LinovHR akan lebih menguntungkan pengelolaan pajak penghasilan karyawan, bisa diakses online dengan data yang akurat dan dipastikan aman, pengelolaan pajak bukan lagi menjadi suatu yang rumit namun akan lebih mudah dan fleksibel.

 

Untuk info lebih lengkap, ketuk tautan berikut ini! 

 

Referensi:

https://www.pajak.go.id/id/dokter