kejelasan kinerja bagi karyawan

Pentingnya Kejelasan Kinerja Bagi Karyawan

Salah satu faktor kunci yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah ekspektasi dan kejelasan kinerja. Seorang atasan atau manajer perusahaan dicap jelek di mata karyawan adalah karena atasan tidak memberikan arahan yang jelas kepada karyawan. Bila suatu ketidakjelasan kinerja dibiarkan, lama-lama hal tersebut akan berpengaruh kepada kinerja dan bisnis perusahaan secara holistis. Ketidakjelasan ini juga akan mempengaruhi keinginan karyawan untuk berkecimpung dalam perusahaan lebih dalam, pembentukan motivasi, dan kerjasama dalam tim.

 

Hubungan Kejelasan Kinerja dengan Kinerja Karyawan

Banyak cara agar karyawan benar-benar memahami dan melaksanakan kinerja yang diinginkan perusahaan. Diperlukan strategi komunikasi yang memberitahu setiap karyawan tentang pekerjaan mereka dan hasil apa yang cocok dengan strategi perusahaan tersebut. Memang, komunikasi adalah dasar yang paling utama dalam membina hubungan apapun termasuk hubungan kerja antara perusahaan dan karyawan. 

Perusahaan perlu menetapkan tujuan, evaluasi, dan umpan balik agar karyawan tahu bagaimana melakukan pekerjaan tersebut. Proses ini harus menyediakan kesempatan pengembangan kerja profesional dan pengembangan pribadi demi kinerja karyawan yang lebih produktif. Bersamaan dengan tumbuhnya produktivitas yang stabil, kualitas dan mutu produk perusahaan akan terjaga dan tumbuh dengan sendirinya.  

 

Membangun Kejelasan Kinerja antara Perusahaan dan Karyawan

Kejelasan kinerja antara perusahaan dan karyawan perlu dibangun agar menciptakan kerjasama yang baik antara perusahaan dan karyawan. Sehingga karyawan mampu memahami dan berkontribusi mendalam kepada bisnis perusahaan. Adanya dukungan perusahaan secara keseluruhan akan pentingnya komunikasi tentang kejelasan ekspektasi kinerja melalui budaya yang diinginkan, rencana dan komunikasi pelaksanaan, tanggung jawab manajerial, imbalan dan pengakuan, dan cerita tentang prestasi yang mendefinisikan lingkungan kantor.

Komunikasi dimulai dengan proses perencanaan manajemen strategi. Cara penyampaian rencana dan tujuan kepada perusahaan sangat penting agar semua komponen didalamnya terhubung dan bergerak ke arah yang sama. Manajemen harus jelas mengkomunikasikan keinginan kinerja tim dan hasil yang diharapkan untuk menyelaraskan semua area di perusahaan dengan misi dan visi secara keseluruhan.

Pada saat yang sama, manajemen perlu mendefinisikan budaya kerja yang diinginkan dalam perusahaan yang direfleksikan melalui team work. Budaya kerja ini akan memandu karyawan lebih paham tentang langkah dan kontribusi apa yang bisa dilakukan untuk perusahaan. Apapun departemennya, anggota tim harus memahami mengapa tim ini dibuat dan hasil yang diinginkan oleh perusahaan dari tim tersebut.

 

Baca Juga: Cara Mengatasi Budaya Kerja Toxic di Kantor

 

Saat perusahaan melakukan perencanaan pengembangan kinerja, perlu dilakukan penerjemahan tujuan perusahaan kepada hasil yang diinginkan dari pekerjaan masing-masing karyawan. Pertemuan tentang pengembangan kinerja sebaiknya dilakukan per triwulan, dari pertemuan tersebut setiap karyawan harus paham jelas tentang kontribusi yang diinginkan perusahaan dari mereka.

Penetapan tujuan pada pertemuan ini seharusnya memasukkan komponen evaluasi kinerja sehingga karyawan mengetahui bagaimana dan apa yang sedang mereka melakukan. Menjelang pertemuan pengembangan kinerja, evaluasi diri karyawan memandu setiap karyawan berpikir tentang kinerja mereka. Dilanjutkan dengan bagaimana mencapai tujuan yang memberdayakan, melibatkan, dan memotivasi karyawan.

Manajer harus memelihara keterhubungan aktivitas dalam rencana kinerja karyawan melalui pertemuan mingguan dan pembinaan. Selain itu, langkah ini memastikan bahwa karyawan bertanggung jawab untuk mencapai pekerjaan mereka. Dengan mengikuti proses yang sama maka masing-masing tim akan saling membangun rasa kekompakan dan keterkaitan satu sama lain serta pemahaman ekspektasi kinerja yang jelas. 

Standarisasi dalam kinerja menjadi suatu hal yang penting dan harus dipenuhi oleh perusahaan karera erat kaitannya dengan kinerja dari karyawan. Apabila dalam sebuah unit memiliki standar kinerja yang jelas, maka karyawan dapat melakukan tugasnya dengan sungguh-sungguh dan terukur dengan jelas melalui proses penilaian kinerja karyawan. 

Untuk memudahkan perusahaan dalam menghubungkan dan membangun standarisasi kejelasan kinerja karyawan, fitur Competency Management dari Software HRD LinovHR akan membantu perusahaan mengelola standar kerja dan skill untuk masing-masing divisi. Setiap divisi memiliki peranan yang berbeda dan kriteria atau kompetensi yang unik bagi karyawan di dalamnya. Melalui Competency Management, perusahaan juga dapat mengukur dengan jelas standarisasi kompetensi dan tugas apa saja yang harus dikuasai karyawan berdasarkan kebutuhan divisi. Tunggu apalagi? Coba gratis Software HRD dari LinovHR sekarang juga!