perbedaan karyawan kontrak dan karyawan tetap

Karyawan Tetap dan Karyawan Kontrak, Apa Bedanya?

Di Indonesia profesi sebagai pekerja kantor atau karyawan hingga saat ini masih menjadi posisi yang banyak dicari. Bekerja di kantor memberikan kebanggaan yang berbeda dibandingkan bekerja di sektor bisnis lain. Tidak heran banyak lulusan baru berlomba-lomba mendaftar sebagai karyawan di berbagai perusahaan nasional maupun multinasional.

Namun perlu Anda ketahui bahwa tidak semua karyawan baru akan langsung diangkat menjadi pegawai tetap setelah menyelesaikan masa pelatihan. Banyak pula yang memiliki status tidak tetap atau kontrak di perusahaan-perusahaan tersebut. Banyak hal ternyata bisa mempengaruhi penetapan status karyawan di sebuah perusahaan.

Karyawan kontrak adalah karyawan dengan status bukan karyawan tetap yang bekerja dalam batas waktu tertentu berdasarkan kesepakatan antara karyawan dengan perusahaan pemberi kerja, yang dituangkan pada PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) denganjangka waktu terbatas, maksimal selama 3 tahun.

Sementara karyawan tetap didefinisikan sebagai karyawan yang dipekerjakan tanpa ada batasan jangka waktu. Untuk mengetahui lebih jauh perbedaan kedua status karyawan tersebut, Anda bisa membandingkan dari hal-hal berikut:

Status Kepegawaian

Jangka waktu kerjasama menjadi patokan utama bagi penentuan status karyawan kontrak. Bagi karyawan kontrak hubungan kerja ini akan dituangkan dalam “Perjanjian Kerja Untuk Waktu Tertentu” yang berlaku paling lama 3 tahun. 

Sementara bagi karyawan tetap, hubungan kerja ini akan tertuang dalam “Perjanjian Kerja Untuk Waktu Tidak Tertentu”. Pekerja dengan status kontrak biasanya ditetapkan untuk pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya sekali selesai atau sementara. Sedangkan posisi karyawan yang tetap akan diberikan posisi kerja yang tetap atau berjenjang.

 

Baca Juga: Apa Itu PKWT dan PKWTT?

 

Adanya batasan waktu kerjasama ini membuat karyawan kontrak atau tidak tetap ini tidak akan dianggap sebagai karyawan di perusahaan tersebut setelah jatuh tempo masa kontrak. Sedangkan karyawan yang sudah tetap dapat terus bekerja hingga 5, 10, bahkan puluhan tahun di perusahaan tersebut. Dengan demikian status tetap dapat memberikan kepastian yang lebih baik dalam berkarir. Sedangkan status kontrak bisa menjadi sarana menambah pengalaman kerja di berbagai tempat.

 

Gaji

Gaji atau pembayaran upah kerja untuk kedua status karyawan tersebut juga akan berbeda. 

Karyawan kontrak akan mendapatkan jumlah gaji yang sesuai dengan apa yang tertulis dalam perjanjian kerja yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak. Pembayaran ini bisa saja diberikan setiap minggu, bulan, ataupun setelah menyelesaikan suatu target pekerjaan. 

 

Baca Juga: Bagaimana Perhitungan Gaji Karyawan Outsourcing?

 

Sementara bagi karyawan berstatus tetap, pembayaran gaji biasanya diberikan setiap bulan dengan kemungkinan adanya kenaikan gaji pada jangka waktu kerja tertentu atau kenaikan pangkat.

 

Prosedur dan Hak Dalam Pemutusan Hubungan Kerja

Pemutusan Hubungan Kerja seringkali menjadi hal yang ditakutkan oleh para karyawan. Tentu setiap sisi, baik perusahaan maupun karyawan, akan mengalami kerugian dari hal ini. Namun bila menyoroti dari sudut pandang status karyawan, perlakuan pada kedua status karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja cukup berbeda.

Untuk karyawan kontrak, kontrak kerjasama Perjanjian Kerja Untuk Waktu Tertentu menjadi dasar hak dan kewajiban kedua belah pihak. Secara umum, pihak yang mengajukan penghentian kerjasama sebelum jangka waktu yang telah ditetapkan berkewajiban memberikan ganti rugi kepada pihak lainnya. Besaran dan rincian ganti rugi juga telah ditentukan sejak pembuatan perjanjian kerja sama. Sehingga tidak ada pesangon atau uang penghargaan bagi karyawan.

 

Baca Juga: Perhitungan Pesangon Karyawan PHK sesuai Undang-Undang

 

Hal berbeda berlaku untuk pegawai tetap. Mengacu pada UU No 13 tahun 2003, pasal 156, ada beberapa ayat yang mengatur tentang hak-hak pekerja tetap yang mengalami pemberhentian kerja, baik karena pengunduran diri maupun dipecat. Karyawan ini akan tetap mendapatkan pesangon ditambah uang penghargaan yang besarnya disesuaikan dengan masa kerja yang telah dijalani sejak diangkat sebagai karyawan tetap. Belum lagi karyawan tersebut masih bisa mendapatkan tambahan dari hak-haknya sebagai karyawan yang belum diambil seperti cuti dan uang tunjangan.

 

Baca Juga: Kewajiban Perusahaan Setelah Melakukan PHK

 

Kedua status karyawan tersebut memiliki perbedaan yang sangat signifikan dalam berbagai hal, bahkan dari segi perlakuan perusahaan. Tidak heran bila karyawan tetap memiliki banyak kesempatan berkembang dan berhubungan dengan urusan pekerjaan yang lebih dalam, sebab perusahaan akan menjadikan mereka sebagai investasi jangka panjang. Sementara, karyawan kontrak juga bisa memiliki kemungkinan untuk dapat diangkat sebagai karyawan tetap. Kendati demikian, peluang tersebut sangat jarang terjadi bila Anda tidak memiliki prestasi yang sangat mencolok dan signifikan untuk dilirik atasan Anda.