postur tubuh

Jangan Sepelekan! Inilah Postur Tubuh Saat Kerja yang Harus Diperhatikan!

Dalam sehari, karyawan bisa menghabiskan waktu untuk bekerja di depan laptop atau komputernya sekitar 7 hingga 8 jam. Selama waktu tersebut, pastinya karyawan akan merasa lelah akibat duduk seharian di kursi. Postur tubuh adalah titik penentu untuk memantau atau menganalisis keefektifan suatu pekerjaan. Jika berada pada postur yang baik, maka bekerja akan sangat nyaman dan memberikan hasil yang baik. 

Maka dari itu, postur tubuh selama bekerja akan sangat mempengaruhi kesehatan para karyawan. Sebagai HRD sudah menjadi tanggung jawab untuk memperhatikan seluruh karyawan perusahaan. Berikut ini terdapat postur kerja yang harus diperhatikan HRD saat beraktivitas kerja.

 

Postur Tubuh Saat Bekerja Normal (Alamiah)

Postur kerja normal atau alamiah adalah sikap kerja yang sesuai dengan bentuk anatomi tubuh. 

Sikap atau postur tubuh seperti ini akan mengurangi terjadinya pergeseran atau penekanan pada bagian penting dalam tubuh seperti syarah, tendon, dan tulang-tulang lainnya. Selain itu, postur ini akan mengurangi keluhan Musculoskeletal Disorders serta sistem tubuh lainnya.

 

Baca Juga: Flexible Working Hours Sistem Waktu Kerja Masa kini

 

Lalu bagian tubuh apa saja yang harus diperhatikan saat bekerja?

 

  • Tangan dan Pergelangan Tangan

Menurut Baird, posisi normal pada tangan dan juga pergelangan tangan yang benar adalah berada pada keadaan garis lurus sejajar dengan jari tengah, tidak mirip atau mengalami fleksi/ekstensi. Saat menggunakan keyboard, pastikan tidak ada penekanan pada pergelangan tangan.

 

  • Leher

bridger pada tahun 1995 menjelaskan bahwa posisi normal yang baik untuk leher adalah dengan keadaan lurus dan tidak miring atau memutar ke samping kiri atau kanan. Jika miring, posisi leher diusahakan tidak melebihi 20% agar tidak terjadi penekanan pada discus tulang cervical.

 

  • Bahu

Untuk bahu, postu normalnya adalah tidak mengangkat dan siku berada di dekat dengan tubuh. Jadi, bahu kiri dan kanan pada posisi lurus dan proporsional.

 

  • Punggung 

Baird pada tahun 1995 menjelaskan postur yang baik normal untuk punggung adalah duduk dengan posisi tulang belakang bagian toraks membentuk posisi kifosis, dan untuk bagian lumbal berada pada posisi lordosis serta usahakan agar punggung tetap lurus dan tidak miring ke kiri maupun ke kanan. Usahakan juga untuk tidak sering membungkuk lebih dari 20°

 

Baca Juga : 7 Aktivitas Rutin Pagi Hari untuk Meningkatkan Semangat Kerja

 

Postur Kerja Janggal (Tidak Alamiah)

Postur kerja janggal atau tidak alamiah adalah pergeseran atau dengan istilah lainnya deviasi dari pergerakan tubuh atau anggota gerak tubuh yang dilakukan individu saat sedang beraktivitas kerja dari postur normal secara berulang-ulang dan waktu yang relatif lama. 

Perlu diketahui bahwa postur tubuh seperti inilah yang menjadi faktor adanya gangguan pada organ tubuh.

 

Apa saja ciri-ciri dari postur yang janggal?

  1. Tangan atau Pergelangan Tangan

  • Jari Menjepit : Jari-jari sedang menjepit objek atau benda yang bebannya lebih dari 0.9 Kg
  • Jari Menggenggam : Jari sedang menggenggam objek atau benda yang beratnya lebih dari 4,5 Kg
  • Jari menekan : Posisi jari menekan pada satu jari atau lebih pada permukaan objek benda selama waktu ≥ 10 detik, dan dilakukan secara berulang-ulang selama ≥ 30 kali per menit.
  • Deviasi Radial : Posisi tangan miring ke arah ibu jari yang dilakukan selama ≥ 10 detik dan dilakukan berulang-ulang sebanyak ≥30 kali per menitnya.
  • Deviasi Ulnar : Posisi tangan miring ke arah kelingking yang dilakukan selama ≥ 10 detik dan dilakukan berulang kali sebanyak ≥ 30 kali per menitnya
  • Fleksi Pergelangan Tangan ≥ 45° : Postur pergelangan tangan menekuk ke arah telapak tangan yang diukur dari sudut lengan bawah dan sumbu tangan sebesar ≥ 45° dan dilakukan selama  10 detik dan dilakukan berulang kali sebanyak ≥ 30 kali per menitnya.
  • Eksistensi Pergelangan Tangan ≥ 45° : Posisi pergelangan tangan menekuk ke arah punggung tangan yang diukur dari sudut lengan bawah dan sumbu tangan sebesar ≥ 45° dan dilakukan selama  10 detik dan dilakukan berulang kali sebanyak ≥ 30 kali per menitnya.

 

    2. Siku

  • Rotasi atau perputaran lengan
  • Eksistensi Penuh : Besar sudut yang dibentuk oleh sumbu lengan atas dan sumbu lengan bawah sebesar ≥ 135° yang dilakukan secara berulang-ulang sekitar ≥ 2 kali per menitnya.

 

     3. Bahu

Postur tidak alamiah pada bahu yaitu gerakan bahu sudah mendekati ujung telinga bawah baik bahu kiri atau kanan dilakukan selama ≥ 10 detik sebanyak ≥ 2 kali per menitnya.

 

Baca Juga: Kiat Mengatasi Stress Selama Bekerja 

 

     4. Leher 

  • Menunduk : Posisi menunduk yang dilakukan hingga sudut telah membentuk garis vertikal dengan sumbu ruas tulang leher ≥ 20° dilakukan selama  ≥ 10 detik sebanyak ≥ 2 kali per menitnya.
  • Miring : Postur tidak alamiah pada leher dilakukan setiap menggerakkan leher ke kanan atau ke kiri tanpa melihat besar sudut yang dibentuk pada garis vertikal dengan sumbu ruas tulang leher, dilakukan selama  ≥ 10 detik sebanyak ≥ 2 kali per menitnya. 
  • Menengadah : Posisi leher yang sedang mendongak ke atas tanpa melihat besar sudut yang dibentuk pada garis vertikal dengan sumbu ruas tulang leher, dilakukan selama  ≥ 10 detik sebanyak ≥ 2 kali per menitnya.
  • Rotasi atau Memutar : Gerakan pada leher yang memutar balik ke arah kanan atau kiri tanpa melihat besar sudut yang dibentuk pada garis vertikal dengan sumbu ruas tulang leher, dilakukan selama  ≥ 10 detik sebanyak ≥ 2 kali per menitnya.

 

     5. Punggung 

  • Membungkuk : Postur badan menghadap ke arah depan sehingga sumbu bagian atas membentuk sudut ≥ 20° dengan garis vertikal, dilakukan selama  ≥ 10 detik sebanyak ≥ 2 kali per menitnya.
  • Miring : Posisi punggung menyimpang tubuh dari garis vertikal tanpa menghiraukan sudut yang dibentuk dan dilakukan selama ≥ 10 detik sebanyak ≥ 2 kali per menitnya.
  • Rotasi Badan : Menggerakkan punggung atau memutar badan ke arah kiri maupun kanan tanpa menghiraukan besarnya derajat rotasi yang dilakukan dan dipertahankan selama ≥ 10 detik sebanyak ≥ 2 kali per menitnya.

Postur tubuh yang baik akan menjaga kesehatan organ tubuh dan membuat bekerja akan terasa lebih nyaman. Selain memperhatikan postur kerja, jangan lupa untuk melakukan peregangan sekitar 5 hingga 10 menit agar tubuh tidak kaku.

Semoga informasi di atas dapat membantu HRD untuk memperhatikan postur atau posisi kerja yang baik bagi para karyawan.