supply chain management

6 Proses Supply Chain Management Wajib Tahu Oleh Perusahaan

Supply Chain Management menopang proses pasokan perusahaan yang mendukung kebutuhan konsumen. Tiap perusahaan bisa saja memiliki proses pasokan yang berbeda tergantung skala perusahaan tersebut. Semakin perusahaan besar, maka semakin luas pula cakupan yang diterapkan dalam perusahaan. Untuk meraih semua cakupan yang ditetapkan perusahaan, maka dibutuhkan suatu metode bernama Supply Chain Management. Apa saja komponen dan proses dalam metode tersebut? 

 

Apa Itu Supply Chain Management?

Supply Chain Management adalah suatu metode  untuk rencana, mengendalikan, dan menjalankan pasokan produksi. Metode ini meliputi proses mendapatkan bahan baku, produksi, sampai distribusi kepada konsumen akhir dengan cara paling hemat dan efektif. Untuk menggapai arus pasokan produksi yang baik, dibutuhkan strategi bisnis dan kontrol yang menyeluruh dari perusahaan. 

Ada beberapa macam komponen yang harus dipahami oleh perusahaan jika ingin merancang sistem Supply Chain Management yang baik. Komponen yang dimaksud antara lain: 

 

1. Upstream Supply Chain

Upstream supply chain manajemen mengacu tentang hubungan perusahaan dengan pihak lain di luar perusahaan dalam hal transfer barang. Barang yang diproduksi perusahaan tidak langsung sampai ke konsumen, tetapi disalurkan kepada pihak lain di luar perusahaan atau perantara untuk diteruskan kepada konsumen.

 

Baca Juga: Memilih Distributor Berkualitas, Perusahaan pun Puas!

 

2. Downstream Supply Chain

JIka Upstream Supply Chain mengacu kepada hubungan perusahaan dan pihak lain di luar perusahaan, maka Downstream Supply Chain adalah proses penyaluran barang langsung antara perusahaan dan konsumen tanpa melibatkan pihak mana pun. Perusahaan yang menerapkan Downstream Supply Chain umumnya langsung membuat produk sesuai keinginan konsumen secara spesifik. 

 

3. Internal Supply Chain

Internal Supply Chain agak berbeda dengan dua komponen di atas. Metode ini   aktivitas pemasukan barang dalam internal perusahaan. Kegiatan yang termasuk didalamnya adalah manajemen produksi, quality control, dan ketersediaan bahan baku.

 

Proses Supply Chain Management 

Supply Chain Management mengandung serangkaian proses dalam menjaga pasokan barang antara perusahaan dan konsumen berjalan baik dan terkendali. Apa saja proses yang berlangsung didalamnya? 

 

Perencanaan

Dalam perencanaan, terdapat beberapa aktivitas yang terlibat, antara lain: 

 

1. Strategic Planning

Strategic Planning dibutuhkan untuk mengidentifikasi dan merencanakan kebutuhan yang diperlukan selama proses penyaluran barang perusahaan. 

 

2. Demand Planning

Tahapan ini diperlukan agar perusahaan  mengetahui persiapan  jenis dan jumlah produk selama kurun waktu tertentu serta memastikan jika produk yang dijual sesuai dengan permintaan pasar.

 

3. Supply Planning 

Aktivitas yang terlibat dalam Supply Planning melibatkan perusahaan dengan pihak lain yang berperan untuk menyalurkan barang kepada konsumen, atau bagaimana cara perusahaan menyalurkan barang kepada konsumen jika perusahaan menggunakan cara langsung menyalurkan barangnya tanpa bantuan pihak di luar perusahaan sebagai perantara.

  

Procurement

Setelah mengetahui strategi, jumlah barang, dan penyaluran barang, selanjutnya perusahaan akan melakukan proses procurement. Procurement atau pengadaan adalah cara perusahaan mendapatkan barang dengan harga termurah dengan kualitas terbaik sesuai kebutuhan perusahaan.  Karyawan akan mencatat berbagai kebutuhan yang diperlukan untuk perusahaan kemudian diteruskan kepada manajer procurement untuk dievaluasi. Procurement melalui beberapa tahapan, yakni:

  1. Pengajuan pembelian
  2. Penilaian pengajuan pembelian 
  3. Persetujuan pembelian 
  4. Melakukan pembelian

 

Produksi

Produksi dapat dikatakan sebagai proses vital bagi perusahaan. Semua bahan baku mentah akan diolah menjadi produk jadi siap jual. Kualitas produk berhubungan erat dengan produksi. Semakin baik proses produksi, produk hasil akan semakin berkualitas dan mampu memuaskan konsumen. Proses produksi yang terganggu akan menyebabkan kualitas produk yang menurun, dimana penurunan kualitas produk akan memicu menurunnya pendapatan perusahaan disebabkan konsumen yang tidak puas.

 

Baca Juga: Nyaman dengan Produk Berkualitas berkat Quality Control

 

Pengelolaan Gudang

Produk hasil produksi akan disimpan dalam gudang sebelum disalurkan dan dijual. Tahapan yang ada dalam pengelolaan gudang adalah:

  1. Memasukkan barang
  2. Mengeluarkan barang
  3. Cross Docking 
  4. Stock Opname

Seluruh tahapan pada pengelolaan gudang dicatat dengan teliti dan berkala agar tidak ada perbedaan antara jumlah produk fisik dengan barang yang tercatat. 

 

Pengiriman Pesanan

Perusahaan akan melakukan pengemasan produk untuk sesuai permintaan untuk dikirim kepada konsumen maupun perantara. Untuk memastikan barang terkirim dengan benar, perusahaan wajib memeriksa apakah kurir dan transportasi aman dan terkendali. Sehingga produk tetap berada dalam keadaan baik ketika sampai kepada konsumen atau perantara. 

 

Pengembalian Produk

Pengembalian produk dilakukan ketika barang yang telah sampai kepada konsumen atau perantara dalam keadaan rusak, atau terjadi kekeliruan dan keterlambatan. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya perusahaan mengantisipasi dengan menyediakan pengembalian dana dan barang yang tepat sesuai permintaan. 

Jika perusahaan dapat menjalankan semua proses di atas dengan lancar, perusahaan akan memperoleh efisiensi dan keuntungan berlipat dari produk yang bersangkutan. Demikian penjelasan proses Supply Chain Management yang perlu diketahui oleh perusahaan. Semoga dapat memberi pengetahuan baru bagi Anda dan membantu perusahaan dalam menjalankan  penyaluran produk mereka!