quality assurance

Mengenal Quality Assurance dalam Produksi Perusahaan

Suatu perusahaan selalu berusaha untuk memberikan produk yang terbaik demi mendapatkan kepuasan dari konsumen. Untuk memastikan seluruh produk yang dijual ke pasar dalam kondisi baik, perusahaan memberikan seleksi kualitas produk yang ketat. Quality Assurance adalah salah satu profesi yang terlibat dalam memastikan kualitas suatu produk perusahaan. Simak ulasan LinovHR secara detail mengenai profesi ini! 

 

Apa itu Quality Assurance?

Quality Assurance (QA) adalah suatu profesi yang berperan memastikan kualitas suatu produk sesuai dengan ketentuan yang berlaku. QA biasa ditemukan dalam perusahaan manufaktur dan perusahaan software. Tujuan utama QA adalah mencegah produk cacat mulai dari tahap perencanaan produksi hingga tahap distribusi produk ke konsumen untuk menghindari produksi ulang (rework) yang menghabiskan banyak biaya. Dari penjaminan kualitas produk, diharapkan tidak ada produk dan biaya produksi yang terbuang sia-sia akibat produk tidak lolos seleksi kualitas.

 

Tugas dan Tanggung Jawab QA

Tugas dan tanggung jawab dari QA adalah memastikan produk memiliki kualitas yang baik sesuai dengan peraturan tertentu. BIla dijabarkan, berikut tugas dan tanggung jawabnya secara detail: 

  1. Merancang contoh prosedur dan guidelines untuk pelaporan dan pencatatan data
  2. Merencanakan metode pemastian jaminan kualitas terhadap produk
  3. Memastikan berlakunya peraturan kualitas dan industri perusahaan
  4. Memantau dan mengembangkan tindakan pencegahan dan perbaikan
  5. Memeriksa kegiatan manajemen risiko
  6. Menghimpun dan menyusun data statistik
  7. Melacak keluhan pelanggan atas masalah produk
  8. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan untuk meningkatkan kualitas
  9. Audit internal jaminan kualitas 
  10. Menganalisis data identifikasi perbaikan jaminan mutu
  11. Menyiapkan laporan hasil pemantauan seputar kualitas produk

 

Mengapa Perusahaan Membutuhkan Quality Assurance?

QA memberi perusahaan data nyata tentang apa yang diinginkan konsumen langsung dari sumbernya. Kemudian perusahaan dapat mengidentifikasi titik dan area yang perlu ditingkatkan dalam menjaga kualitas produk perusahaan.  Seperti yang diketahui, perusahaan memproduksi banyak sekali produk dan bisa saja sewaktu-waktu kualitasnya menurun karena tingkat jaminan yang longgar. 

Padahal kualitas produk yang tinggi tinggi membangun kepercayaan dengan konsumen dan membuat tingkat kekuatan perusahaan di pasar semakin kuat. Ketika konsumen tidak puas dengan produk perusahaan, konsumen umumnya akan melakukan komplain atau protes terhadap produk. Hal tersebut dapat merusak reputasi perusahaan dan berdampak negatif pada masa depan produk.  Dapat disimpulkan bahwa jaminan kualitas dari QA membantu perusahaan memenuhi tuntutan dan harapan konsumen terhadap produk. 

Jaminan kualitas produk juga mampu membuat perusahaan menghemat dan melakukan mitigasi risiko sebelum masalah mengenai produk muncul atau semakin membesar. Staff QA akan membantu menetapkan dan mempertahankan standar kualitas dengan mencegah awal permulaan masalah produk. Kualitas produk yang terjamin merupakan investasi bagi perusahaan. Ketika jaminan kualitas dilakukan dengan benar, perusahaan akan lebih percaya diri dan maksimal dalam memasarkan produk dan bersaing dengan kompetitor.

Baca Juga: Perusahaan Manufaktur dan Hubungannya dengan Perusahaan Dagang

Tak selalu soal produk, QA juga berperan besar pada produktivitas karyawan khususnya pada staff produksi. Dengan memiliki jaminan kualitas produk yang paten dan pasti, staff produksi akan mendapatkan uraian job desk yang lebih jelas tentang langkah-langkah kinerjanya. Pemborosan akibat produksi produk yang tak sesuai kualitas pun semakin diminimalisir oleh karyawan produksi.  Pada akhirnya, peran QA sangat dibutuhkan dalam suatu perusahaan. 

Skill Wajib Quality Assurance

Untuk menjaga kualitas produk suatu perusahaan, diperlukan skill wajib yang harus dimiliki QA. Apa saja skill tersebut? 

 

Mengidentifikasi Masalah

Ketika produk di produksi, QA harus mendeteksi masalah yang bisa muncul dari produksi produk dan membuat rencana untuk meminimalisir masalah agar tak lagi muncul. Bila masalah muncul dalam produk, maka QA harus segera menyelesaikan masalah tersebut. Semakin dini masalah diidentifikasi, maka semakin baik. 

 

Menguasai Produk

Tidak mungkin bagi QA untuk menganalisis dan mengidentifikasi masalah pada produk jika tidak menguasai produk. Wawasan yang dalam mengenai produk akan membantu seorang staf QA menganalisis dan mengidentifikasi produk serta jaminan kualitas yang berlaku. 

 

Teliti

Perhatian dan teliti  terhadap detail terkecil sekalipun akan membantu untuk memastikan semua produk memiliki kualitas yang sesuai. Memperbaiki detail kecil dapat mencegah masalah besar yang terjadi di rantai pasokan produk.

Memahami Standar Kualitas

Memahami standar kualitas adalah keterampilan penting untuk jaminan kualitas. Sebagian besar karyawan harus bekerja dalam standar yang ditetapkan oleh perusahaan. Standar kualitas masing-masing perusahaan akan sangat berbeda dengan perusahaan lain, tergantung dalam sektor apa perusahaan tersebut beroperasi. 

 

Berpikir Kritis

Setiap QA harus memiliki pemikiran kritis karena sangat penting untuk pengujian produk. Aspek-aspek kepribadian sangat berpengaruh seperti rasa ingin tahu, keinginan untuk menemukan akar masalah, pertanyaan apa yang harus diajukan, dan lain-lain lebih disukai dibandingkan hanya diam. Pikiran yang kritis dapat membuat produk mampu melewati jaminan kualitas dengan baik. 

Perbedaan Quality Assurance dengan Quality Control

Banyak orang yang mengira jika QA dan QC adalah profesi yang sejenis. Padahal tidak demikian. QA dan QC merupakan bagian dari manajemen kualitas dan sama-sama berusaha dalam menjaga kualitas produk.  Namun, peran dan tugasnya agak sedikit berbeda. Pendekatan yang dilakukan oleh QA dan QC cukup berbeda. Jika QA menggunakan pendekatan process base, maka QC  menggunakan pendekatan product base

Baca Juga: Nyaman dengan Produk Berkualitas berkat Quality Control

QA adalah proses proaktif yang tugasnya dilakukan sebelum proses produksi berlangsung dengan melakukan perencanaan, membuat prosedur, dan spesifikasi atau standar proses produk. Kemudian, QC melakukan proses reaktif ketika proses produksi berlangsung dengan memastikan bahwa produk sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh QA. 

Dari segi tempat kerja, lingkungan QA dan QC pun jauh berbeda. QA lebih sering bekerja melalui kantor dan memiliki wawasan pemeriksaan yang baik serta familiar dengan standar engineering dan industrial. Sementara QC lebih sering turun ke lapangan dan terlibat langsung dalam proses produksi untuk pemeriksaan dan pembuatan laporan pengecekan. Demikian dapat disimpulkan bahwa QA dan QC sama-sama saling melengkapi dalam menjaga kualitas produk suatu perusahaan. 

Tanpa sinergi antara QA dan QC, suatu perusahaan tidak mampu memproduksi produk dengan baik. Itulah penjelasan singkat mengenai Quality Assurance. Semoga dapat membantu Anda dalam meningkatkan wawasan seputar bisnis!