self regulation

Self Regulation Adalah: Pengertian, Contoh, Cara Meningkatkannya

Self regulation adalah salah satu faktor kunci dari sebuah kesuksesan. Hal ini dapat memotivasi karyawan, memberi target dan tujuan yang jelas, memberikan kemampuan kontrol diri, serta dapat membuat karyawan mengelola pekerjaan dan aktivitasnya dengan baik saat bekerja.

Self regulation membuat karyawan mampu untuk mengatur sikap dan perilaku mereka selama bekerja. Dengan begitu, karyawan bisa mencapai tujuan yang mereka cita-citakan. 

Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui hal yang bisa Anda lakukan untuk menerapkan self-regulation agar dapat mencapai target dan kesuksesan selama berkarier.

 

Apa itu Self Regulation?

Self regulation adalah sebuah strategi yang digunakan untuk mengatur dan mengelola perilaku seseorang di tempat kerja. Strategi ini merupakan salah satu faktor yang bisa membawa seseorang menuju target dan kesuksesannya, baik secara pribadi maupun bagi organisasi.

Self regulation mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan kondusif. Dengan adanya pengendalian ini, setiap karyawan mampu menetapkan patokan yang jelas terkait bagaimana mereka harus berperilaku di tempat kerja, mulai dari pakaian, bahasa, dan perilakunya.

Self regulation membuat karyawan mampu mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka sendiri dan menerima konsekuensinya. Dengan begitu, karyawan bisa berpikir dengan bijak sebelum melakukan sesuatu.

 

Baca juga: Apa Itu Employee Awareness?

 

Bagaimana Self Regulation Mempengaruhi Produktivitas?

Self regulation merupakan sebuah faktor penting untuk mengantarkan seseorang menuju kesuksesannya pada saat berkarier. Penerapan self regulation akan memengaruhi kemampuan Anda untuk lebih fokus dan produktif

Self regulation akan membuat seseorang untuk menunda kesenangannya dan meningkatkan kinerjanya demi mencapai target utama yang telah ia tetapkan.

Dengan begitu, seseorang akan lebih produktif pada hal-hal positif yang dapat membuatnya mampu mencapai target secara efektif.

Tak hanya itu, self regulation juga memiliki manfaat lainnya yang memengaruhi produktivitas. Konsep regulasi ini dapat membuat Anda lebih disiplin, pandai dalam mengelola pikiran dan emosi, mampu menetapkan target dan tujuan yang jelas, serta bersikap lebih suportif.

 

Contoh Self Regulation

Berikut adalah contoh self regulation di tempat kerja yang baik untuk dikuasai oleh karyawan.

 

1. Self-Awareness

Memiliki self-awareness atau kesadaran diri adalah bentuk dari self regulation di tempat kerja. Dengan adanya kesadaran diri, seseorang bisa memahami dan mengenali pikiran, perasaan, dan perilakunya. 

Self-awareness membuat Anda bisa mengendalikan diri sendiri dalam berbagai situasi serta membuat Anda lebih disiplin saat dibutuhkan.

Seseorang dengan self-awareness yang kuat biasanya tidak hanya bisa memahami diri sendiri, tetapi juga bisa memahami dan menanggapi kebutuhan orang lain.

 

2. Persistence

Persistence atau kegigihan dapat membuat Anda terus bergerak maju untuk mencapai tujuan terlepas dari adanya masalah yang menghadang. Kegigihan mampu membuat Anda bekerja lebih keras untuk mencapai target.  

 

3. Adaptability

Kemampuan beradaptasi mampu membuat Anda mengendalikan emosi saat terjadi perubahan situasi yang sedang terjadi di sekitar Anda. Kemampuan ini juga membuat Anda lebih mudah untuk memandang perbedaan yang ada. 

Sebagai bentuk dari self regulation, kemampuan ini dapat memudahkan Anda untuk membuat keputusan sebagai solusi dari sebuah masalah yang harus dipecahkan.

 

3. Optimism

Optimisme merupakan kemampuan yang dapat mendorong seseorang untuk menenangkan diri mereka saat mereka berada dalam situasi yang sulit.

Dengan kemampuan self regulation yang satu ini, seorang karyawan mampu menghadapi tantangan sebagai peluang baru. Tantangan itu pun dijadikan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan usahanya di masa yang akan datang.

Sikap optimis yang dilatih secara terus menerus bisa membuat Anda bersikap positif dan terus termotivasi untuk tetap fokus pada target dan tujuan.

 

Baca Juga: Pengertian Optimis, Ciri-ciri, dan Manfaatnya Bagi Karir

 

Bagaimana Meningkatkan Self Regulation di Tempat Kerja?

Meningkatkan self regulation dapat membuat karyawan lebih termotivasi untuk bekerja lebih giat. Maka dari itu, idealnya karyawan harus meningkatkan kemampuan self regulation mereka di lingkungan kerja. 

Berikut adalah cara meningkatkan self regulation di tempat kerja.

 

1. Melatih Self-awareness

Salah satu langkah penting untuk meningkatkan self recognition di tempat kerja adalah mempelajari diri sendiri. Mengenali diri sendiri adalah salah satu kemampuan untuk melihat, memahami, dan mengetahui bagaimana orang lain melihat Anda.

Cara untuk melatih self awareness adalah dengan cara melakukan evaluasi pada diri sendiri dan melihat apakah terdapat kecemasan, stres, atau tanda-tanda lain di diri sendiri yang dapat mengganggu Anda secara emosional di kemudian hari.   

 

2. Melakukan Meditasi

Meditasi memungkinkan karyawan untuk mendapatkan ketenangan dalam mengendalikan pikiran melalui merenung. Meditasi dapat dilakukan kapan pun, seperti 5 menit di pagi hari. 

Meditasi dapat meningkatkan self regulation jika dilakukan secara rutin. Hal ini dapat menjernihkan pikiran, memberi rasa tenang, mengusir pikiran buruk, serta mengatur emosi dan perilaku Anda.

 

3. Melakukan Latihan Fisik

Latihan fisik ternyata dapat meningkatkan endorfin yang dapat berdampak pada suasana hati dan membantu mengurangi stres. Olahraga teratur dapat meningkatkan kemampuan self regulation karena dapat memacu Anda untuk tetap fokus pada tujuan dan meningkatkan kontrol diri melalui gaya hidup sehat. 

 

4. Menetapkan Tujuan

Menetapkan target dan tujuan membuat Anda bisa lebih mudah dalam mengendalikan emosi dan tindakan ketika fokus pada hal-hal penting. Adanya target dan tujuan akan membuat Anda lebih semangat.

 

5. Berbaik Hati pada Diri Sendiri

Salah satu faktor pendukung yang penting dalam meningkatkan self regulation adalah dengan cara berbaik hati dan menghargai diri sendiri saat Anda berjuang mencapai target dan tujuan. 

Buatlah diri Anda sebagai prioritas dengan cara memberikan penghargaan-penghargaan yang bermanfaat untuk diri Anda, misalnya meluangkan cukup waktu untuk beristirahat. Dengan begitu, Anda bisa menciptakan pengendalian diri yang positif dalam proses mencapai tujuan.

 

6. Membiasakan Membuat Jurnal

Membuat jurnal atau journaling dapat membantu Anda menjernihkan pikiran dan membuat pikiran Anda lebih tenang. Journaling juga dapat membuat Anda mengetahui sejauh mana Anda berproses dan berkembang, sehingga Anda termotivasi untuk terus dalam kendali diri yang lebih positif. 

 

7. Membiasakan Percakapan yang Positif

Percakapan yang positif dapat membuat emosi dan perasaan Anda lebih terjaga. Tetaplah fokus pada hal-hal dan percakapan positif untuk mengendalikan emosi dan pikiran Anda.

 

8. Selalu Meminta Masukan

Meminta masukan dari rekan Anda dapat membuat Anda melihat diri sendiri dari sisi yang lebih objektif. Dengan begitu, Anda akan mampu meningkatkan kesadaran diri dan self regulation. Sehingga, Anda bisa mengetahui apa yang harus Anda tingkatkan dan apa yang harus Anda pertahankan.

 

9. Bertanggung Jawab

Kemampuan self regulation akan jauh lebih baik ketika Anda mampu bertanggung jawab atas apa yang telah Anda lakukan. Dengan bertanggung jawab pada apa yang telah Anda lakukan, Anda dapat meningkatkan kemampuan dalam mengatur diri sendiri.

 

10. Mengedukasi Diri Sendiri

Membaca buku, mendengarkan podcast, dan mengikuti kursus atau lokakarya merupakan cara untuk mengedukasi diri Anda. Dengan mempelajari banyak hal dan mengedukasi diri sendiri, Anda akan terpicu untuk menjadi seseorang yang lebih jeli, kritis, dan cerdas secara emosional.

 

Baca Juga: Mengenal Self Development dan Cara HR untuk Mengembangkannya

 

Itulah pembahasan tentang self regulation di tempat kerja. Pada intinya, self regulation adalah kemampuan yang membuat karyawan lebih produktif dengan cara melakukan pengendalian dirinya, baik secara emosional maupun dalam berperilaku.

Dengan begitu, karyawan akan lebih terarah, lebih positif, dan mampu mencapai targetnya dengan efektif.