Skill based organization

Skill Based Organization: Pengertian, Manfaat, Cara Membangun

Konsep skill based organization (SBO) muncul sebagai fondasi yang kuat untuk mencapai adaptabilitas dan keberlanjutan perusahaan.

Pasalnya, SBO ini dianggap membawa perubahan yang besar dalam cara perusahaan memahami, mengembangkan, dan memanfaatkan potensi karyawan.

Mengapa demikian? Mari simak artikel LinovHR ini untuk mengetahui manfaat menerapkan  skill based organization serta cara membangunnya dengan tepat!

 

Apa Itu Skill-Based Organization

Skill based organization adalah saat perusahaan menempatkan karyawan dan keterampilan mereka sebagai pusat dari strategi talent management.

Di sini, perusahaan memecah pekerjaan konvensional menjadi projek, gigs, dan tugas berdasarkan keterampilan dan kemampuan yang diperlukan untuk menyelesaikannya.

Hal ini membuat karyawan merasa dihargai karena keterampilan, kontribusi, dan potensi jangka panjang mereka, bukan karena latar belakang pendidikan, jabatan, atau tingkat senioritas.

Ini memungkinkan tim HR untuk membuka potensi penuh karyawan dan mendorong kesuksesan jangka panjang melalui penilaian yang berorientasi pada keterampilan individu.

 

Mengapa Perusahaan Harus Mengadopsi Skill Based Organization 

Tentunya ada beberapa alasan mengapa perusahaan harus mengadopsi skill based organization.

Pendekatan keterampilan pada organisasi memberikan perusahaan akses yang lebih besar terhadap talenta atau tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan spesifik pekerjaan. 

Alison Lands dari Skyhive menyoroti keterbatasan pasokan tenaga kerja terampil dalam model konvensional yang dapat menyebabkan kehilangan produktivitas. 

Selain itu, pendekatan ini memungkinkan pencocokan yang lebih dekat antara talenta dan kebutuhan perusahaan, memberikan fleksibilitas dalam mengakses dan memanfaatkan talent pool

Dengan meningkatkan visibilitas terhadap kapasitas talenta, perusahaan dapat lebih baik memahami kesenjangan keterampilan yang perlu diatasi untuk mencapai tujuan.

Jika dilakukan dengan benar, pendekatan berbasis keterampilan dapat memberikan nilai tambah yang besar dengan mengatasi permasalahan kinerja para karyawan.

 

Baca Juga: Cara Implementasi Skill Based Talent Management

 

Apa Manfaat Skill-Based Organization 

Skill based organization membawa beberapa manfaat signifikan bagi perusahaan. Berikut adalah manfaatnya:

 

1. Mempertahankan Karyawan yang Berkinerja Tinggi

Pertama, SBO membantu mempertahankan karyawan berkinerja tinggi di tengah tantangan merekrut dan mempertahankan bakat. 

Mayoritas pekerja berhenti sebagai akibat dari gaji yang rendah, kesempatan yang terbatas untuk kemajuan yang terbatas untuk kemajuan karier, dan merasa tidak dihormati dan kurang dihargai di tempat kerja.

Menurut penelitian oleh McKinsey, sekitar 80% pekerja pindah ke perusahaan baru karena mereka ingin meningkatkan keterampilan personal namun tidak mampu diakomodir perusahaan sebelumnya.

SBO memiliki struktur yang lebih sederhana dan berbasis tim, yang memungkinkan karyawan untuk melakukan berbagai penugasan yang berbeda. Hal ini pada akhirnya berkontribusi pada peluang peningkatan karier yang lebih baik dan karyawan pun lebih bahagia dan loyal.

 

2. Memaksimalkan Bakat

Kedua, skill based organization memaksimalkan bakat dengan fokus pada keterampilan daripada kualifikasi formal.

Hal ini mendorong karyawan untuk mencapai potensi penuh mereka tanpa dibatasi oleh jabatan atau pengalaman sebelumnya. 

Selain itu, SBO mengatasi hambatan silo dengan mendorong kolaborasi lintas fungsi, memastikan bahwa keterampilan dan pengetahuan tidak hanya terbatas pada tim individu.

 

3. Beradaptasi terhadap Perubahan yang Cepat

SBO memungkinkan perusahaan beradaptasi dengan perubahan bisnis yang cepat. 

Dengan melepaskan karyawan dari batasan peran tunggal, SBO memungkinkan pengalokasian talenta yang lebih dinamis.

Hal ini bertujuan untuk mendorong inovasi yang maksimal dan efisiensi operasional dalam menghadapi perubahan prioritas bisnis yang cepat.

 

4. Mendorong Inklusivitas

Skill based organization mendorong keberagaman dan inklusivitas di tempat kerja.

Cara ini dilakukan dengan mengubah pendekatan perekrutan dan menyusun program pembelajaran yang berfokus pada pengembangan profesional jangka panjang.

Hal ini akan membuka akses ke sumber daya manusia yang lebih beragam dan menyediakan peluang karier yang lebih luas bagi karyawan di semua tingkatan.

 

5. Meningkatkan Kesejahteraan dan produktivitas Karyawan

Kelima, SBO meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas pegawai dengan memberikan tugas yang bermanfaat dan bervariasi.

Tugas ini akan mendukung pengembangan keterampilan, dan memajukan karir karyawan. 

Hal ini juga akan berdampak pada kepuasan karyawan. Kepuasan yang meningkat juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas, motivasi, kehadiran, dan inovasi secara keseluruhan.

 

Baca Juga: Indikator Talent Management yang Wajib Diketahui HR

 

Bagaimana Membangun Skill Based Organization

Di dalam implementasi skill based organization, HR memainkan peranan penting dalam menggerakan organisasi untuk mengadopsi praktik-praktik berbasis keterampilan.

Ada beberapa langkah yang disusun yang dapat menjadi dasar membangun organisasi berbasis keterampilan.

 

Skill based organisation adalah
Manfaat Skill Based Organisation

 

1. Mendefinisikan Makna “Keterampilan” bagi Perusahaan Anda

Langkah pertama dalam membangun perusahaan berbasis keterampilan adalah mendefinisikan makna “keterampilan” dalam konteks perusahaan.

Hal ini melibatkan pemahaman yang jelas tentang keterampilan baik dalam bakat maupun pekerjaan.

Dalam konteks talenta, keterampilan mengacu pada kemampuan yang dimiliki atau dapat dikembangkan oleh individu dari waktu ke waktu.

Hal ini dapat mencakup kemahiran teknis (misalnya, MS Excel), pengetahuan tentang suatu topik atau subjek (misalnya, analisis data), atau kemampuan tertentu untuk melakukan sesuatu (misalnya, pemecahan masalah).

Ketika mengacu pada keterampilan dalam konteks pekerjaan, hal ini berkaitan dengan apa yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.

Di sini, Anda mempertimbangkan hasil kerja yang penting dan pengetahuan, praktik, atau bakat yang penting untuk menyelesaikannya dengan sukses. 

Dalam hal ini juga, penting untuk membimbing pemangku kepentingan untuk memahami apa maksud dari keterampilan itu sendiri dalam berbagai situasi.

Dengan ini, organisasi nantinya dapat memiliki definisi keterampilan yang konsisten dan hal tersebut menjadi awalan dalam bergerak menuju SBO.

 

2. Menyatakan Manfaat Bisnis dengan Jelas

Langkah kedua adalah menyatakan dengan jelas manfaat bisnis yang ingin dicapai dengan menjadi organisasi berbasis keterampilan. 

Hal ini melibatkan identifikasi nilai tambah dari pendekatan ini dan jawaban atas pertanyaan kunci.

Mulai dari mengapa, apa masalah yang dipecahkan, dan bagaimana menilai keberhasilan tersebut.

 

3. Pembagian Pekerjaan Menjadi Lebih Spesifik

Langkah ketiga adalah melakukan pembagian pekerjaan menjadi “pekerjaan yang harus diselesaikan” atau “tugas yang harus diselesaikan”.

Cara ini dilakukan dengan menggantikan deskripsi pekerjaan tradisional dengan “fokus pada hasil” atau hasil yang diinginkan dan bukan mendefinisikan tanggung jawab mereka.

 

4. Atur Pekerjaan Sesuai Hasil dan Keterampilan

Keempat adalah mengatur pekerjaan berdasarkan keluaran dan keterampilan. 

Dengan mempertimbangkan hasil yang diinginkan, perusahaan dapat mengelompokkan keterampilan secara optimal untuk mencapai tujuan.

Hal ini akan membantu perusahaan menggunakan kembali, memindahkan, dan reskilling para talenta internal sekaligus menciptakan akses ke talent pool.

Bagi individu, pendekatan ini juga menciptakan peluang untuk pekerjaan yang bermakna dan menarik, di mana mereka dapat bekerja di luar batas-batas “pekerjaan” tradisional dan batasan-batasan mereka. 

 

5. Memahami Keterampilan yang Dibutuhkan

Selanjutnya adalah memahami keterampilan yang diperlukan. 

Langkah ini didasarkan pada pendekatan berbasis data yang kuat untuk memetakan profil keterampilan organisasi yang selaras dengan kebutuhan keterampilan yang kritis dan langka. Anda dapat menggunakan pendekatan matriks segmentasi keterampilan yang mengindikasikan:

  • Kelangkaan: Seberapa langka keterampilan ini di pasar?
  • Kekritisan: Seberapa penting keterampilan ini untuk melaksanakan pekerjaan yang harus dilakukan?
  • Volume: Seberapa banyak keterampilan ini yang Anda butuhkan?

 

6. Memahami Keterampilan yang Dimiliki

Pahami keterampilan yang sudah dimiliki dan dapat diakses. Dengan menggunakan teknologi, perusahaan dapat mengidentifikasi dan membangun inventarisasi keterampilan internal.

Salah satu teknologi yang bisa digunakan adalah Software Competency Management LinovHR, di mana Anda dapat melakukan pendataan dan pengelompokkan skill yang diperlukan di perusahaan.

 

7. Masukkan Keterampilan sebagai Dasar Praktik SDM

Pada langkah ini, Anda mulai menerapkan pendekatan berbasis keterampilan di seluruh praktik HR Anda. Berikut ini beberapa contoh bagaimana Anda dapat memasukkan keterampilan ke dalam praktik-praktik SDM:

  • Desain organisasi berbasis keterampilan dan workforce planning.
  • Praktik perekrutan berbasis keterampilan.
  • Penghargaan kinerja berbasis keterampilan.
  • Pengembangan dan talent management berbasis keterampilan.

Hal ini menciptakan fondasi untuk pendekatan berbasis keterampilan yang konsisten. Untuk memulainya, lakukan pendekatan bertahap dan mulailah dengan praktik-praktik yang sedikit lebih mudah diterapkan, seperti pembelajaran dan pengembangan.

 

8. Membantu Individu Membangun Portofolio Keterampilan

Salah satu manfaat terbesar dari membangun organisasi berbasis keterampilan adalah individu memiliki kemampuan dan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan di luar batasan peran mereka.

Pada gilirannya, organisasi memiliki akses ke kumpulan talenta dan basis keterampilan yang beragam.

Agar pertukaran ini berhasil, individu membutuhkan dukungan dan dorongan untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam organisasi dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Menanamkan pendekatan berbasis keterampilan dalam praktik SDM adalah cara terbaik untuk memastikan pengembangan aktif keterampilan ini. Kegiatan pengembangan ini harus terlihat, transparan, adil, dan dapat diakses oleh semua orang.

 

9. Menerapkan Transparansi dan Visibilitas Keterampilan

Langkah kesembilan adalah menerapkan transparansi dan visibilitas keterampilan. 

Demokratisasi data keterampilan memberikan individu manfaat yang jelas dari berbagi data dan menciptakan cara utama untuk terlibat dalam pengembangan dan kemajuan karir.

Cara ini dapat dilakukan dengan terus mengumpulkan dan memvalidasi mengenai informasi karyawan secara berkala.

 

10. Kelola Transisi dan Perubahan

Terakhir adalah kelola manajemen transisi dan perubahan. Membangun SBO merupakan proses berkesinambungan yang memerlukan dukungan dari pemangku kepentingan dan manajemen perubahan yang efektif.

Mulailah dengan langkah-langkah kecil, seperti mengidentifikasi area bisnis yang memiliki risiko rendah, untuk menguji pendekatan ini dengan kenyamanan. 

Kemudian, lakukan secara berulang dan sesuaikan dengan kemajuan Anda. Dalam hal ini, lakukan eksperimen dengan pendekatan yang paling mendukung bisnis dan tujuan yang diinginkan.

Selanjutnya, ceritakan kisah sukses sebagai bukti konsep. Tunjukkan pemangku kepentingan bagaimana pendekatan ini membawa perubahan. 

Berikutnya, kaitkan kembali kepada kasus bisnis dan perlihatkan bagaimana manfaatnya dapat direalisasikan.

 

Implementasi Skill Based Organization dengan Talent Management LinovHR

Implementasi skill based Organization akan mendukung organisasi untuk memiliki talenta yang adaptif dan loyal kepada perusahaan.

Hal ini karena karyawan merasa diberikan keleluasaan untuk mengembangkan bakat mereka tanpa batasan jabatan dan senioritas.

Perusahaan dapat mengoptimalkan implementasi ini dengan bantuan Talent Management LinovHR sebagai langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen sumber daya manusia. 

Talent Management LinovHR dilengkapi dengan berbagai modul terintegrasi yang dapat membantu perusahaan untuk mengidentifikasi, mengelola, dan mengembangkan keterampilan karyawan secara menyeluruh.

Mulai dari modul Rekrutmen, Performance Management, Manajemen Kompetensi, LMS, Career Path and Succesion Management.

 

LinovHR

Anda dapat dengan mudah merekrut talenta terampil yang berbakat, kemudian memantau kinerja mereka, serta membantu dalam pengembangan karir mereka.

Dengan semua modul dan fitur yang terintegrasi, LinovHR dapat mewujudkan kesuksesan Anda dalam menerapkan skill based organization sehingga perusahaan dapat mencapai produktivitas dan efisiensi yang tinggi.

Segera terapkan skill based organization perusahaan Anda dengan Talent Management LinovHR. Ajukan demonya sekarang dan rasakan manfaatnya dalam mengelola talenta atau karyawan Anda!