skill based talent management

Skill Based Talent Management: Pengertian, Manfaat, Cara Implementasinya

Skill based talent management menjadi fokus utama dalam dunia bisnis modern, di mana perusahaan berupaya mengoptimalkan potensi sumber daya manusia mereka. 

Pengelolaan bakat berbasis keterampilan telah menjadi strategi penting dalam menghadapi perubahan dinamis di pasar kerja. 

Dalam konteks ini, memahami manfaat dan cara implementasinya menjadi kunci untuk mencapai keunggulan kompetitif. 

Artikel LinovHR ini, kita akan menjelajahi lebih dalam mengenai konsep ini, membahas manfaatnya yang signifikan, dan memberikan panduan praktis mengenai cara mengimplementasikan skill based talent management secara efektif.

 

 

Apa Itu Skill Based Talent Management?

Skill based talent management atau manajemen bakat berbasis keterampilan adalah pendekatan strategis dalam mengelola sumber daya manusia di suatu organisasi.

Skill based talent management memprioritaskan evaluasi dan pemanfaatan keterampilan karyawan daripada hanya mempertimbangkan jabatan atau posisi mereka. 

Dalam konteks ini, organisasi yang menerapkan pendekatan ini menggeser fokus dari deskripsi pekerjaan tradisional dan memandang kemampuan sebagai faktor penentu utama dalam menentukan kontribusi karyawan terhadap berbagai tugas. 

Berbeda dengan praktik talent management yang lebih konvensional yang menetapkan tugas berdasarkan deskripsi pekerjaan, manajemen bakat berbasis keterampilan memungkinkan karyawan untuk terlibat dalam berbagai proyek lintas departemen atau tim. 

Dengan demikian, hal ini menciptakan lingkungan di mana karyawan dapat mengoptimalkan potensi mereka, menggabungkan keterampilan yang beragam, dan mendukung perubahan dinamis dalam dunia bisnis modern.

 

Keuntungan Skill Based Talent Management

Penerapan manajemen bakat berbasis keterampilan membawa sejumlah keuntungan penting bagi organisasi, menciptakan lingkungan yang dinamis dan produktif di antaranya:

 

1. Agilitas yang Lebih Besar

Skill based talent management memungkinkan organisasi untuk menjadi lebih responsif terhadap perubahan pasar dan kebutuhan bisnis. 

Dengan menilai dan memanfaatkan keterampilan karyawan, organisasi dapat dengan cepat menyesuaikan tim dengan proyek-proyek baru dan tuntutan yang berkembang.

Penerapannya dapat terlihat ketika perusahaan dengan mudah menyusun tim yang sesuai dengan proyek atau inisiatif tertentu, memberikan keleluasaan dalam beradaptasi terhadap perubahan yang cepat.

Secara data dari Deloitte skill based organization dikatakan 57% lebih mungkin mengantisipasi dan merespon perubahan secara efektif daripada kompetitor mereka.

 

2. Meminimalkan Silo

Dengan fokus pada keterampilan daripada posisi, skill based talent management membantu mengurangi pembentukan silo (sistem yang memisahkan jenis-jenis karyawan yang berbeda, biasanya berdasarkan departemen tempat mereka bekerja) di antara departemen atau tim. 

Karyawan cenderung bekerja lintas-fungsional, mengurangi hambatan komunikasi dan meningkatkan kolaborasi antar unit. 

Ini mendorong pertukaran ide dan pengetahuan, memperkuat integrasi antar bagian dalam organisasi.

 

3. Meningkatkan Produktivitas

Pemanfaatan keterampilan secara optimal dapat meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

Karyawan dapat ditempatkan pada tugas yang sesuai dengan keahlian mereka, sehingga menghasilkan output yang lebih efisien.

Ini dapat terlihat saat organisasi mengalami peningkatan dalam penyelesaian proyek dan pencapaian tujuan bisnis karena pekerja ditempatkan pada peran yang sesuai dengan keterampilan terbaik mereka.

 

4. Mendorong Diversitas dan Inklusi

Skill based talent management mendukung implementasi DEI dengan menilai dan memanfaatkan keterampilan yang beragam dalam organisasi. 

Dengan tidak membatasi karyawan hanya pada tugas-tugas yang sesuai dengan latar belakang atau posisi mereka, organisasi dapat menciptakan tim yang mencerminkan keberagaman dalam berbagai aspek.

Ini menciptakan lingkungan yang inklusif dan memastikan bahwa setiap karyawan merasa dihargai berdasarkan kontribusi keterampilan mereka.

 

5. Meningkatkan Keterlibatan Karyawan

Dengan memberikan karyawan peluang untuk terlibat dalam berbagai proyek dan tanggung jawab, manajemen bakat berbasis keterampilan dapat meningkatkan tingkat keterlibatan karyawan.

Karyawan yang merasa diberdayakan untuk menggunakan keterampilan terbaik mereka cenderung lebih bersemangat dan terlibat dalam pekerjaan mereka. 

Ini menciptakan lingkungan di mana karyawan merasa bernilai dan memiliki dampak yang nyata dalam mencapai tujuan organisasi.

 

Dengan demikian, manajemen bakat berbasis keterampilan bukan hanya sekadar pendekatan manajemen sumber daya manusia, tetapi juga sebuah strategi yang dapat membawa perubahan positif dan memberikan keunggulan kompetitif bagi organisasi.

 

Peran Skill Based Talent Management dalam Transformasi Perusahaan

Manajemen bakat berbasis keterampilan memiliki peran penting dalam membantu perusahaan menghadapi perubahan dan bersaing di pasar. 

Berikut adalah beberapa peran kunci dari pendekatan ini:

 

1. Mengatasi Tantangan Digitalisasi

Setiap perusahaan diharapkan memiliki aspek digital dalam produk, layanan, dan prosesnya. Namun, tidak semua tenaga kerja memiliki keterampilan digital. 

Pendekatan berbasis keterampilan membantu perusahaan mengidentifikasi individu dalam perusahaan yang memiliki keterampilan digital dan menciptakan jalur untuk meningkatkan keterampilan dengan cepat di berbagai tingkatan. 

Ini membantu perusahaan untuk benar-benar beralih ke era digital tanpa harus merekrut orang baru atau menggunakan jasa konsultan yang mahal.

 

2. Mengatasi Kekurangan Keterampilan dan Pengembangan Internal

Penerimaan karyawan baru menjadi semakin mahal dan kompetitif. 

Namun dengan pendekatan berbasis keterampilan perusahaan dapat mengidentifikasi bakat terbaik mereka dan membangun jalur berbasis keterampilan untuk membawa mereka ke peran baru dan mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan. 

Ini memberikan peluang untuk merekrut profesional tingkat junior, melatih mereka dalam organisasi, dan menggunakannya sebagai indikator kemampuan untuk berkembang dan mengakuisisi lebih banyak keterampilan teknis.

 

3. Menyesuaikan Diri dengan Perubahan

Generasi baru menjadi tantangan perusahaan dalam perekrutan dan di pasar, mengharuskan perusahaan menggunakan pendekatan berbasis keterampilan untuk memberikan proses perekrutan yang modern dan kurang bias. 

Selain itu, produk dan layanan perlu didesain ulang sesuai dengan kebutuhan generasi modern.

 

4. Perubahan Prioritas Pasca-COVID

Pasca-COVID, hubungan orang dengan pekerjaan dan karier mengalami perubahan. 

Skill based talent management menjadi peluang besar untuk membentuk career path di dalam perusahaan, mempertahankan bakat terbaik, dan memberikan insentif yang sesuai dengan pertumbuhan bisnis.

 

5. Manajemen Turnover di Industri Retail

Perubahan pandangan terhadap pekerjaan dan karier pasca-COVID berdampak kuat pada industri retail. 

Pendekatan berbasis keterampilan membantu perusahaan merancang praktik bakat untuk mempertahankan pekerja terbaik dan memungkinkan mereka berkembang di dalam organisasi.

 

6. Investasi Teknologi untuk Tetap Bersaing

Pendekatan berbasis keterampilan membantu mengidentifikasi karyawan yang cepat beradaptasi dengan perubahan teknologi.

Selain itu juga memungkinkan perusahaan untuk dengan cepat mengadopsi keterampilan baru dengan program pelatihan yang sesuai.

 

7. Perekrutan dan Pengembangan Bakat di Daerah

Perusahaan dapat membangun bisnis yang sukses di daerah dengan sumber daya manusia yang terbatas dengan menerapkan strategi berbasis keterampilan yang kuat.

Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat mengembangkan proses internal untuk terus mengembangkan keterampilan karyawan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Selain itu, menghemat biaya dan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk berkembang dengan keterampilan baru yang sulit ditemukan di pasaran.

 

Tantangan dalam Skill Based Talent Management

Manajemen bakat berbasis keterampilan merupakan pendekatan strategis yang membantu perusahaan dalam mengelola, mengembangkan, dan memanfaatkan keterampilan individu. 

Meskipun memberikan banyak manfaat, namun seperti halnya setiap perubahan dalam organisasi, ada sejumlah tantangan yang dapat dihadapi. 

Berikut adalah beberapa tantangan utama dalam manajemen bakat berbasis keterampilan:

 

1. Resistensi terhadap Perubahan

Tantangan pertama adalah adanya perlawanan terhadap perubahan dari pihak karyawan. 

Beberapa individu mungkin merasa tidak nyaman atau khawatir dengan perubahan dalam fokus pengelolaan bakat yang lebih berbasis keterampilan. 

Perusahaan perlu menyadari dan mengelola perlawanan ini dengan komunikasi yang efektif, menyampaikan manfaat perubahan dengan jelas, dan melibatkan karyawan dalam proses perubahan.

 

2. Tantangan Kesenjangan dan Peningkatan Keterampilan

Skill gap dan tantangan dalam meningkatkan keterampilan merupakan hal yang sering kali dihadapi. 

Identifikasi kesenjangan keterampilan yang diperlukan oleh perusahaan dan upskilling karyawan untuk memenuhi kebutuhan tersebut memerlukan waktu dan sumber daya yang signifikan. 

Perusahaan perlu memiliki strategi yang terstruktur, program pelatihan yang efektif, dan rencana pengembangan keterampilan jangka panjang untuk mengatasi tantangan ini.

 

3. Menyeimbangkan Keterampilan dan Kesesuaian Budaya Perusahaan

Tantangan lainnya adalah menemukan keseimbangan antara keterampilan teknis dan kesesuaian budaya perusahaan. 

Meskipun karyawan memiliki keterampilan yang dibutuhkan, namun jika mereka tidak cocok dengan budaya perusahaan, hal ini dapat memengaruhi kinerja tim secara keseluruhan. 

Perusahaan perlu merancang proses perekrutan dan penilaian yang holistik, yang mencakup penilaian keterampilan dan kesesuaian budaya, serta melibatkan tim yang terlibat secara langsung dalam perekrutan untuk memastikan keselarasan yang tepat.

 

Baca Juga: 7 Step Talent Management Strategy

 

Bagaimana Mengimplementasikan Skill Based Talent Management?

Mengimplementasikan manajemen bakat berbasis keterampilan adalah langkah krusial dalam memastikan bahwa perusahaan dapat memanfaatkan potensi penuh dari keterampilan dan bakat individu dalam tenaga kerja.

Dalam proses ini, terdapat beberapa tahapan penting yang perlu diperhatikan agar implementasi dapat berjalan efektif.

Berikut adalah langkah-langkah untuk mengimplementasikan manajemen bakat berbasis keterampilan:

 

1. Identifikasi Keterampilan dan Kompetensi Kunci

Langkah pertama adalah mengidentifikasi keterampilan dan core competencies yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan. 

Ini dapat melibatkan analisis kebutuhan keterampilan masa depan dan saat ini, serta memahami bagaimana keterampilan tersebut berkaitan dengan strategi bisnis. 

Contohnya, jika sebuah perusahaan teknologi bergerak ke arah transformasi digital, keterampilan seperti pemahaman tentang kecerdasan buatan atau pengembangan perangkat lunak mungkin menjadi kunci.

 

2. Pengembangan Metode Penilaian Efektif   

Setelah mengidentifikasi keterampilan kunci, perlu dibangun metode penilaian yang efektif untuk mengukur dan menilai keterampilan tersebut pada karyawan. 

Ini dapat melibatkan penilaian kinerja reguler, uji kompetensi, atau bahkan penggunaan alat penilaian online

Sebagai contoh, jika keterampilan kepemimpinan dianggap penting, perusahaan dapat mengadopsi metode 360 degree feedback yang melibatkan feedback dari rekan kerja, atasan, dan bawahan.

 

3. Peluang Pembelajaran dan Pengembangan Berkelanjutan

Implementasi manajemen bakat berbasis keterampilan juga memerlukan pendekatan yang berkelanjutan terhadap pembelajaran dan pengembangan karyawan. 

Perusahaan perlu menyediakan berbagai peluang pembelajaran seperti kursus, workshop, atau program sertifikasi untuk memungkinkan karyawan untuk terus mengembangkan keterampilan mereka. 

Misalnya, perusahaan dapat menyediakan akses ke platform pembelajaran online yang relevan dengan industri mereka sehingga karyawan dapat mengikuti kursus-kursus yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

 

Dengan pendekatan yang terstruktur dan komitmen dari seluruh organisasi, perusahaan dapat memaksimalkan potensi keterampilan dan bakat individu, mendukung pertumbuhan bisnis, dan merespons perubahan pasar dengan lebih adaptif.

 

Seperti Apa Masa Depan Manajemen Bakat Berbasis Keterampilan?

Seiring dengan adaptasi organisasi terhadap era digital, manajemen bakat berbasis keterampilan akan memainkan peran yang semakin krusial dalam meraih kesuksesan. 

Penting untuk tetap mengikuti perkembangan tren yang muncul dan bersiap untuk masa depan. 

Dengan kemajuan teknologi dan lingkungan kerja yang terus berkembang, tren baru membentuk masa depan manajemen bakat berbasis keterampilan. 

Salah satu tren yang muncul adalah penggunaan analisis data untuk mengidentifikasi dan memprediksi kesenjangan keterampilan.

Sementara tren lain yang semakin berkembang adalah integrasi kecerdasan buatan dan otomatisasi dalam proses manajemen bakat.

Hal ini memungkinkan organisasi untuk mencocokkan keterampilan karyawan dengan peluang yang tepat dan menyederhanakan akuisisi dan pengembangan bakat. 

Manajemen bakat berbasis keterampilan adalah strategi yang kuat yang membuka potensi karyawan dan mendorong organisasi menuju kesuksesan. 

Dengan mengakui dan memanfaatkan keterampilan dan kemampuan unik individu, organisasi dapat meningkatkan kinerja karyawan, mendukung pertumbuhan bisnis, dan tetap unggul dalam persaingan di dunia yang dinamis. 

Saat melihat prospek masa depan, manajemen bakat berbasis keterampilan akan terus berkembang dan memainkan peran sentral dalam meraih kesuksesan.

 

Manajemen Bakat Lebih Terarah dengan Talent Management System LinovHR

LinovHR

Skill based talent management menjadi salah satu pendekatan yang memandang pentingnya kompetensi setiap karyawan.

Di sini dibutuhkan peran aktif perusahaan untuk dapat mengidentifikasi kesenjangan keterampilan dan area yang perlu ditingkatkan.

Di sinilah Talent Management System LinovHR menjadi salah satu teknologi terkini yang bisa membantu Anda.

 

Talent Management System LinovHR akan memfasilitasi manajemen talenta yang lebih terarah.

Mulai dari mengidentifikasi kesenjangan skill dengan modul Competency Management, menyusun jenjang karier karyawan dengan modul Career Path, sampai dengan perencanaan dan pelaksanaan pelatihan dengan modul LMS.

Semua modul di dalam Talent Management System LinovHR ini saling terintegrasi sehingga memastikan adanya kesatuan data yang sama dan proses yang berkesinambungan.

Sistem LinovHR memfasilitasi perusahaan dalam mengidentifikasi, mengembangkan, dan memanfaatkan bakat individu secara lebih efektif. 

 

Dengan fitur-fitur ini, Talent Management System LinovHR mempermudah pengelolaan siklus hidup bakat dari perekrutan hingga pengembangan karyawan. 

Perusahaan dapat lebih strategis dalam mengelola potensi karyawan, meningkatkan produktivitas, dan mempercepat pencapaian tujuan bisnis. 

Untuk membawa manajemen bakat Anda ke tingkat berikutnya, LinovHR memberikan solusi yang terarah dan terintegrasi.

Temukan lebih lanjut bagaimana Talent Management System LinovHR dapat membantu meningkatkan efektivitas Manajemen Bakat di perusahaan Anda!