pengembangan kompetensi

Strategi Pengembangan Kompetensi Karyawan untuk Lini Staff

Karyawan pada lini staf adalah pihak yang berhubungan erat dengan operasional perusahaan sehari-hari. Maka dari itu, perusahaan perlu sepenuhnya menyadari bahwa pengembangan kompetensi karyawan level staf pun tidak kalah penting dibandingkan jajaran manajerial. Perkembangan kompetensi karyawan yang baik akan berpengaruh besar dengan kualitas hasil produk dan jasa. 

Divisi HR sudah sepantasnya memahami strategi untuk melakukan pengembangan kompetensi di jajaran staf karyawan. Selain itu, divisi HR juga semestinya sudah harus mengerti apa saja jenis-jenis kompetensi yang harusnya dikembangkan karyawan tersebut.

Lalu, apa yang sebenarnya bisa dilakukan oleh HRD untuk mengembangkan kompetensi karyawan? 

 

Identifikasi Penyebab Kinerja Menurun

Sebelum Anda dapat memecahkan masalah apa pun, Anda harus terlebih dahulu menentukan sumber masalahnya. Minta para karyawan untuk mengidentifikasi tantangan spesifik yang mereka hadapi. Misalnya, seorang karyawan mengalami kendala untuk menyesuaikan diri dengan serangkaian tanggung jawab baru. Sebelum menegur karyawan karena tidak memenuhi sasaran kinerja, sisihkan waktu untuk berbicara dengan mereka dan menawarkan dukungan.

 

Baca Juga: Apa Saja Penyebab Stress di Lingkungan Kerja? 

 

Tetapkan Ekspektasi dan Tujuan yang Jelas

Kinerja yang rendah juga bisa disebabkan oleh ekspektasi yang tidak jelas. Idealnya, bagian manajerial harus menghubungi karyawan setiap bulan atau setiap tiga bulan untuk melakukan tinjauan kinerja, mendiskusikan peluang untuk peningkatan potensi, dan menetapkan tujuan baru. Ketika karyawan tidak memiliki parameter atau tujuan kinerja tertentu, staf akan kesulitan untuk meningkatkan performa kinerja. 

Itulah mengapa penting bagi HRD untuk memastikan semua manajer untuk mengkomunikasikan ekspektasi dan tujuan kinerja serta memotivasi karyawan untuk berkembang kepada staff di divisi masing-masing. Setelah karyawan memahami tujuan dan apa yang diharapkan dari dari kinerjanya,  karyawan akan lebih siap untuk bekerja lebih unggul.

 

Hindari Micro Management

Tugas HRD dan manajer memang mengontrol kinerja karyawan. Tetapi, jika berlebihan pada akhirnya akan mengganggu karyawan.  Yang seharusnya karyawan mampu menunjukkan performa terbaiknya malah menjadi tertekan karena kontrol yang berlebih. 

Sebaiknya, berikanlah arahan kepada karyawan tetapi berikan juga kepada karyawan kebebasan untuk mencari jalan keluar bagaimana menyelesaikan pekerjaannya tanpa perlu bergantung dengan berbagai metode secara mutlak selama target terpenuhi.. Niscaya karyawan akan mempelajari berbagai hal baru dan akan berdampak bagus dalam perkembangan kompetensi karyawan. 

 

Tawarkan Pelatihan 

Produktivitas yang rendah juga bisa menjadi tanda karyawan membutuhkan pelatihan atau edukasi tambahan. Hal ini berlaku khususnya bagi karyawan yang baru saja menggunakan teknologi baru dan memerlukan keterampilan khusus. 

Tak hanya itu, menawarkan program pengembangan karyawan dapat memperkuat pengetahuan karyawan tentang proses, alat, sistem tertentu yang menunjang kinerja. Jangan lupa untuk memberikan masukan kepada karyawan, karena dari situ manajer dan HRD dapat memantau perkembangan kompetensi karyawan setelah selesai mengikuti pelatihan. 

 

Baca Juga: Hal yang HRD Harus Perhatikan dalam Menggelar Pelatihan Online

 

Dengarkan Masukan dari Karyawan

Selain memberikan masukan kepada karyawan, perusahaan juga harus menerima, mendengarkan, dan memproses masukan dari para karyawan. Masukan karyawan dari akan sangat berguna bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas dalam pengelolaan kompetensi karyawan. Jadi, yang maju tidak hanya karyawan, tetapi juga perusahaan dalam aspek manajemen SDM. Relasi karyawan dan perusahaan pun akan terpelihara dengan baik.  

Beberapa strategi di atas dapat Anda gunakan untuk meningkatkan perkembangan kompetensi karyawan di jajaran staff. Dengan begitu, kinerja dan produktivitas karyawan tetap berada dalam perencanaan.

Untuk membantu strategi pengembangan kompetensi, perusahaan juga dapat mengimplementasikan Software HRD dari LinovHR yang mampu mengotomatisasi proses tugas administrasi seperti proses payroll dan menyediakan hasil laporan valid untuk mendukung penyusunan strategi, contohnya  laporan penilaian kinerja.  Dengan begitu, HRD mampu fokus untuk menyelesaikan berbagai tugas analisis secara komprehensif. 

 

Adapun modul-modul yang ditawarkan oleh Software HRD dari LinovHR adalah: 

 

  • Time management
  • Payroll
  • Performance management
  • Competency management
  • Personnel administration
  • Organization management
  • Reimbursement
  • Succession
  • Learning and Development
  • Employee Self Service
  • Loan
  • Recruitment

 

 

Penasaran bagaimana LInovHR mampu membantu perusahaan Anda dalam mengembangkan kompetensi karyawan? Hubungi tim LInovHR dan jadwalkan demo Software HRD sekarang juga!