Suksesi Kepemimpinan

Suksesi Kepemimpinan: Mitos dan Cara Mensukseskannya

Suksesi kepemimpinan adalah proses pemindahan jabatan dari satu generasi ke generasi lainnya untuk memimpin suatu kelompok atau organisasi dengan tujuan agar kepemimpinan bisa terus berjalan. Di dalam perusahaan, proses suksesi yaitu menempatkan kandidat ke dalam posisi penting perusahaan seperti halnya CEO, CFO, atau jajaran penting lainnya.

Pada proses ini, kandidat yang dipilih berasal dari internal perusahaan sendiri yaitu karyawan. Namun untuk menduduki posisi penting tersebut tentu saja tidak bisa mengangkat karyawan secara instan. Terdapat beberapa proses yang harus dilakukan dan biasanya memakan waktu yang cukup lama.

 

Kendala dalam Proses Suksesi Kepemimpinan

Mitos atau kendala yang terjadi saat ingin menjalankan suksesi kepemimpinan seringkali terjadi di dalam perusahaan. Adanya hal ini tentunya menjadi hambatan dalam menentukan kandidat yang tepat. Apa saja?

 

  • Memutuskan Siapa yang Akan Dipromosikan

Untuk memutuskan kandidat yang akan dipilih untuk dipromosikan, terkadang manajemen perusahaan dan juga HRD akan melakukan pertimbangan yang cukup lama. Hal ini dikarenakan perusahaan tidak mau mengambil resiko yang besar jika memilih kandidat yang salah untuk memimpin perusahaan. 

 

  • Subjektivitas

Proses suksesi ini terkadang dipilih berdasarkan subjektivitas. Misalnya, karyawan wanita akan memilih sesama wanita juga untuk menduduki posisi penting perusahaan.

Begitu juga dengan para pria akan memilih sesama pria. Selain itu pemilihan berdasarkan dengan stereotip juga menjadi hal yang sering terjadi di dalam perusahaan. Karena pemilihan yang dilakukan berdasarkan subjektivitas ini membuat pemimpin yang terpilih lebih bersifat otoriter dan tidak berlaku adil.

 

  • Berfokus Pada Kinerja Masa Lalu Tanpa Mempertimbangkan Potensi Karyawan

Saat sedang mengidentifikasi pemimpin penerus di masa depan, sering terjadi bahwa manajemen hanya berfokus pada kinerja karyawan saja. Padahal, kinerja bukanlah menjadi satu-satunya faktor yang digunakan untuk memilih calon pemimpin perusahaan. 

Proses suksesi kepemimpinan tentunya harus melihat banyak faktor dari calon kandidat, Anda juga perlu untuk mempertimbangkan potensi sebagai komponen penting untuk menentukan kesuksesan jangka panjang yang akan dipegang oleh seorang pemimpin.

 

Cara Mensukseskan Suksesi Kepemimpinan

Keberhasilan pemilihan kandidat saat melakukan suksesi kepemimpinan menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan. Maka dari itu, terdapat beberapa cara untuk mensukseskannya.

 

Membuat Perencanaan yang Matang

Sebelum menentukan kandidat, buatlah rencana yang akan dilakukan perusahaan di masa yang akan datang. Tentukanlah program apa yang akan dibuat dan bagaimana program itu dapat dijalankan. Dengan dimulai dari perencanaan yang matang ini akan memudahkan Anda untuk langkah selanjutnya.

 

Menentukan Kandidat yang Tepat

Jika rencana telah dibuat, saatnya adalah menentukan kandidat yang tepat. Saat menentukan kandidat, identifikasilah kinerja dan skill setiap karyawan yang sekiranya mumpuni untuk menduduki posisi penting tersebut.

 

Berikan Informasi Kepada Kandidat Terpilih

Anda juga perlu menginformasikan kepada seluruh kandidat bahwa mereka terpilih untuk menduduki posisi penting dalam perusahaan. Dengan memberikan informasi sejak awal, akan membangun pemahaman kepada karyawan sehingga mereka bisa lebih menyiapkan dirinya untuk menanggung tanggung jawab yang lebih besar.

 

Meningkatkan Pengembangan Profesional Karyawan

Proses kandidat bisa sampai menduduki posisi penting ini bukanlah proses yang cepat. Maka dari itu selama masa ini, perusahaan harus memberikan pelatihan dan pengembangan profesional kepada karyawan yang terpilih. Hal ini tentunya dilakukan agar mereka memiliki bekal yang cukup untuk memimpin perusahaan dengan baik.

 

Melakukan Uji Coba Suksesi Kepemimpinan

Anda bisa mencoba untuk melakukan suksesi kepemimpinan kepada para karyawan. Cara ini bisa dilakukan dengan cara menunjuk karyawan yang potensial untuk menggantikan tugas dan tanggung jawab manajernya yang sedang cuti. Dengan cara ini, mereka akan mendapatkan pengalaman dan tantangan baru dalam mengemban amanah yang besar. Dari sini Anda juga bisa melihat kelihaian karyawan selama menggantikan tugas manajer/atasannya.

 

Baca Juga : Individual Development Plan untuk Suksesi Talenta

 

Proses Suksesi Kepemimpinan dengan Modul Succession Management LinovHR

Mitos atau kendala yang sering terjadi saat melakukan suksesi kepemimpinan di perusahaan memang cukup sulit untuk dihindari. Namun jika hal ini dibiarkan secara terus menerus akan berdampak buruk pada perkembangan organisasi.

Jika kendala di atas pernah atau sedang terjadi di perusahaan Anda, solusi terbaik adalah menggunakan Modul Succession Management dari Software HRD Indonesia dari LinovHR. Fungsi utama dari modul Succession Management adalah untuk mengelola seluruh hal yang berkaitan dengan perencanaan suksesi dalam perusahaan. Anda akan sangat terbantu saat perusahaan memiliki kekosongan pada posisi-posisi penting untuk menemukan calon karyawan dengan bakat terbaik untuk menduduki posisi tersebut.

Agar proses suksesi bisa berjalan dengan lancar, Anda dapat memanfaatkan beberapa fitur yang tersedia di dalam modul. Antara lain adalah:

 

 

  • Succession Settings

 

Dalam modul Succession Management LinovHR, fitur Succession Settings dapat digunakan untuk mengatur level atau tingkatan, seperti kesiapan karyawan, performance level, potential level, serta performance-potential matrix.

 

 

  • Employee Succession

 

Fitur Employee succession berfungsi untuk mengetahui secara jelas tentang informasi suksesi, potensi, dan juga talent nomination pada masing-masing karyawan.

 

 

  • Career Path

 

Fitur career path dapat digunakan untuk melihat relasi atau hubungan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.

 

 

  • Talent Pool

 

Jika Anda ingin mengelompokkan karyawan berdasarkan level kesiapannya, Anda bisa menggunakan fitur Pool. Fitur ini nantinya akan menampilkan status kesiapan karyawan.

 

 

  • Succession Pool

 

Fitur ini berisi kelompok-kelompok karyawan yang telah memenuhi kualifikasi sebagai penerus potensial pada posisi penting perusahaan.

 

 

  • Performance-Potential Matrix

 

Fitur ini merupakan perbandingan para penerus berdasarkan potensial dan kinerjanya.

 

 

  • Bench Strength

 

Fitur bench strength dapat digunakan untuk memperlihatkan jumlah posisi penting dengan successor yang sudah berstatus Ready Now, Ready In the Future, atau No Successors.

 

Baca Juga : Strategi dalam Pengembangan Kompetensi Karyawan untuk Lini Staff

 

Proses suksesi kepemimpinan tentunya dimulai dari perencanaan suksesi terlebih dahulu. Dengan membuat perencanaan yang baik, pastinya Anda bisa menempatkan kandidat yang tepat pada posisi penting di perusahaan. Sehingga perusahaan bisa terus menjalankan bisnisnya dengan lancar.