surat setoran pajak

Surat Setoran Pajak (SSP): Pengertian, Fungsi dan Contoh Formulir

Saat Anda melakukan sebuah pembayaran biasanya Anda menerima tanda bukti pembayaran. Tanda bukti ini bisa berbentuk nota, struk, kwitansi atau yang lainnya.  Namun bila kita membahas mengenai pembayaran pajak, maka tanda buktinya berbeda dengan saat melakukan transaksi pembayaran pada umumnya. Saat melakukan pembayaran pajak, wajib pajak akan menerima Surat Setoran Pajak (SSP) sebagai tanda pembayaran. Ulasan kali ini akan membahas seluk beluk mengenai Surat Setoran Pajak. 

 

Apa Itu Surat Setoran Pajak

Surat Setoran Pajak (SSP) adalah tanda bukti telah dilakukannya penyetoran pajak oleh wajib pajak. Bukti pembayaran ini menggunakan formulir atau dengan cara lain. Dengan kata lain SSP adalah surat yang digunakan oleh wajib pajak saat melakukan transaksi pembayaran pajak ke kas negara. 

 

Fungsi Surat Setoran Pajak

SSP adalah unsur penting dari kegiatan penyetoran atau pembayaran pajak. Berikut adalah fungsi dari Surat Setoran Pajak atau SSP Pajak:

  1. SSP sebagai tanda bukti pembayaran pajak dari wajib pajak
  2. Bukti pengesahan yang diberikan oleh pejabat kantor penerima pembayaran
  3. Sebagai validasi oleh pihak yang berwenang
  4. Surat atau dokumen telah terjadinya penyetoran pajak
  5. Pengganti bukti potong
  6. Berfungsi juga sebagai bukti pungutan pajak

 

Baca Juga: Fungsi Pajak dan Manfaatnya untuk Negara

 

Jenis-Jenis Surat Setoran Pajak

Surat Setoran Pajak terbagi menjadi beberapa jenis. Berikut adalah jenis yang umum digunakan untuk keperluan pembayaran pajak. 

 

Surat Setoran Pajak Standar

Ini adalah SSP standar yang digunakan wajib pajak ketika membayar atau menyetor pajak ke Kantor Penerima Pembayaran. SSP ini memiliki bentuk, isi dan ukuran yang sudah ditetapkan.  

SSP standar berbentuk formulir yang terdiri dari 5 rangkap seperti dibawah ini: 

  1. Lembar pertama digunakan untuk arsip wajib pajak
  2. Lembar kedua untuk Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)
  3. Lembar ketiga untuk laporan ke KPP oleh wajib pajak
  4. Lembar keempat digunakan sebagai arsip di Kantor Penerima Pembayaran
  5. Lembar kelima digunakan sebagai arsip wajib pungut atau pihak lain sesuai dengan aturan perundang-undangan perpajakan

 

Surat Setoran Pajak Khusus

Surat Setoran Pajak Khusus sebenarnya memiliki fungsi yang sama seperti SSP standar. SSP khusus dicetak atau dikeluarkan oleh Kantor Penerima Pembayaran. Pencetakan ini menggunakan mesin transaksi maupun alat lain tetapi tetap berdasarkan standar dan aturan yang berlaku. 

Sedikit perbedaan dari SSP standar, pada SSP khusus surat yang dicetak hanya dua lembar saja. Kedua lembar ini memiliki fungsi yang sama dengan lembar pertama dan ketiga dari sebuah SSP standar. Atau juga bisa dicetak terpisah, dimana hasil cetakan ini sama dengan lembaran kedua dari SSP standar.

 

Baca Juga: Manfaat Pajak dan Jenis-jenisnya di Indonesia

 

Surat Setoran Pabean, Cukai serta Pajak dalam Rangka Kegiatan Impor

Surat setoran jenis ini adalah surat yang diberikan kepada importir atau wajib pajak yang melakukan kegiatan impor. Jika dalam SSP standar terdiri dari lima rangkap, maka SSPCP terdiri dari 6 rangkap. 

  1. Lembar 1a untuk Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) melalui wajib pajak atau penyetor pajak. 
  2. Lembar 1b untuk wajib pajak atau penyetor
  3. Lembar 2a bukti penyetoran  yang ditujukan kepada KPPBC melalui KPPN
  4. Lembar 2b dan 2c diberikan untuk KPP melalui KPPN
  5. Lembar 3a dan 3b untuk Kantor Pelayanan Pajak (KPP) melalui wajib pajak atau penyetor atau melalui KPPBC
  6. Lembar 4 digunakan untuk Bank Persepsi atau untuk Pos Indonesia

 

Surat Setoran Cukai atas Barang Kena Cukai serta PPN Hasil Tembakau Buatan dalam Negeri

Surat ini disingkat atau disebut juga dengan SSCP. SSCP ini merupakan SSP yang dipakai oleh pengusaha terkait dengan cukai yang dikenakan kepada Barang Kena Cukai juga untuk PPN dari hasil tembakau yang dibuat di dalam negeri. Dokumen ini terdiri dari 6 rangkap yaitu:

  1. Lembar 1a adalah untuk KPBC melalui wajib pajak atau penyetor
  2. Lembar 1b ditujukan untuk wajib pajak atau penyetor
  3. Lembar 2a adalah untuk KPBC melalui KPPN
  4. Lembar 2b adalah untuk KPP melalui KPPN
  5. Lembar 3 ditujukan untuk KPP melalui wajib pajak
  6. Lembar 4 untuk digunakan ke Bank Persepsi atau Pos Indonesia

 

Contoh SSP Pajak dan Cara Mengisi Formulir nya

contoh ssp pajak

(Contoh SSP yang sudah diisi)

 

Berikut ini penjelasan mengisi formulir SSP. Untuk memudahkan Anda bisa melihat gambar di atas ini. 

  1. Pertama Anda isi nomor NPWP pada kolom NPWP
  2. Langkah kedua adalah isikan nama Wajib Pajak beserta alamat jelas 
  3. Menuliskan nomor kode akun pajak dan kode jenis setoran
  4. Dalam bagian uraian pembayaran tuliskan keterangan pembayaran pajak yang akan dilakukan
  5. Pada bagian masa pajak berikan tanda silang (X) sesuai periode pajak
  6. Isi nomor ketetapan sesuai yang tercantum pada Surat Ketetapan Pajak, Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) atau Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT) atau Surat Tagihan Pajak (STP)
  7. Kemudian tulis jumlah pembayaran dalam angka dan format rupiah penuh di kolom jumlah pembayaran. Sedangkan pada kolom terbilang Anda tuliskan dalam huruf latin dan bahasa Indonesia jumlah angka yang dibayarkan
  8. Pada bagian Wajib Pajak/Penyetor cantumkan tempat serta tanggal dilakukannya penyetoran. Disertai tanda tangan dan nama jelas. 
  9. Sedangkan pada kolom “Diterima oleh Kantor Pembayaran” diisi dengan NTP, NTB atau NTPP oleh pihak Kantor Penerima Pembayaran.

 

SSP Online

Selain menggunakan metode konvensional Anda juga bisa mendapatkan SSP secara online. Anda bisa mendapatkan kode billing dari beberapa pilihan cara berikut:

  1. Mengakses situs DJP online
  2. Mengirim data melalui SMS atau WhatsAPP ke nomor resmi Dirjen Pajak di 082258888601
  3. Mengakses aplikasi e-billing Online Pajak.   

Mengisi dan mendapatkan SSP secara online adalah sebuah cara praktis bagi Anda. Anda bisa menghemat waktu dan praktis untuk melakukan setoran pajak. Memahami fungsi sampai cara mengisi Surat Setoran Pajak dapat memberikan manfaat bagi Anda di kemudian hari. Sebagai Wajib Pajak Anda tentu tidak ingin kebingungan bukan ketika harus mengurus setoran pajak? Selain metode konvensional, Anda juga bisa memanfaatkan SSP online yang saat ini sudah disediakan oleh Dirjen Pajak.