SPT Pajak

Mengenal Jenis-Jenis SPT Pajak

Di setiap negara, pajak merupakan hal penting yang menolong pembangunan sebuah negara. Perkembangan dan kemajuan sebuah negara tercipta karena warga negaranya menyadari akan pentingnya membayar pajak. Karena dengan membayar pajak, warga negara ikut berpartisipasi dalam membangun negara. Juga di Indonesia, pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak disalurkan bagi pembangunan-pembangunan di sektor yang berbeda.

Pajak menolong kesejahteraan rakyat yang memerlukan untuk hidup sejahtera. Satu Triliun Rupiah setara dengan mensubsidi 4,5 juta murid-murid bersekolah di seluruh Indonesia. Ini tentunya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat di Indonesia di hari depan. Tapi terkadang ada juga warga negara yang tidak memahami pentingnya membayar pajak. Untuk itu pemerintah terus menggalakkan pentingnya membayar pajak demi kemajuan bangsa Indonesia.

 

Baca Juga: Bagaimana Menghitung Pajak Penghasilan (Payroll)?

 

Biasanya jika kita akan membayar pajak, ada Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yaitu surat yang digunakan oleh Wajib pajak untuk melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajak, objek pajak dan atau bukan objek pajak dan atau harta dan kewajiban, menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Beberapa SPT Pajak yang wajib diketahui oleh wajib pajak yaitu:

 

Formulir 1770 SS

Formulir pajak yang paling sederhana karena hanya berisi 1 (satu) lembar. Formulir ini digunakan oleh Wajib Pajak yang mempunyai penghasilan selain dari usaha dan/atau pekerjaan bebas dengan penghasilan bruto (kotor) tidak lebih dari 60 juta rupiah dalam satu tahun.

  • Di akhir tahun dan untuk memudahkan pengisian formulir karyawan harus meminta bukti potong:

    • 1721-A1 untuk karyawan swasta, dan

    • 1721-A2 untuk pegawai negeri

Karena di dalam bukti potong kedua formulir tersebut sudah tertera penghasilan bruto karyawan tersebut selama 1 tahun.

  • Formulir ini sangat mudah diisi karena karena memindahkan data yang sudah ada dalam bukti potong ke dalam formulir 1770 SS. Daftar harta dan kewajiban sampai akhir tahun juga hanya diisi tanpa perincian.

 

Formulir 1770 S

Formulir 1770 S mempunyai halaman lampiran yang harus diisi. Formulir ini diperuntukkan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang:

  1. memperoleh penghasilan lebih dari satu pemberi kerja atau yang penghasilan brutonya sama dengan atau lebih besar dari 60 juta per tahun;

  2. memperoleh penghasilan dalam negeri lainnya (seperti: bunga, royalti, sewa ataupun keuntungan dari penjualan dan/atau pengalihan harta lainnya) atau,

  3. memiliki penghasilan yang dikenakan PPh final dan/atau bersifat final seperti bunga deposito, SBI dan lainnya.

Formulir 1770 S ini digunakan untuk:

  • karyawan yang penghasilan brutonya sama dengan atau lebih besar dari 60 juta per tahun. Karyawan yang mengisi formulir 1770 S juga diwajibkan untuk meminta bukti potong 1721-A1 maupun 1721-A2;

  • Memperoleh penghasilan yang bukan termasuk objek pajak seperti: Hibah/Warisan, Bantuan/Sumbangan, Klaim asuransi kesehatan, Beasiswa, dan lain-lain

  • Wajib Pajak yang menggunakan formulir 1770 S dalam penyampaian SPT Tahunannya. Diwajibkan untuk mengisi lampiran–lampiran seperti: Data penghasilan, Daftar harta dan/atau kewajiban, Bukti potong, Daftar anggota keluarga.

 

Baca Juga: Sulit Menghitung PPh 21 Karyawan Secara Manual? Ini Solusinya

 

Formulir 1770

Formulir 1770 ini diperuntukkan bagi:

  1. Wajib Pajak Orang Pribadi yang memperoleh penghasilan dari usaha sendiri (misalnya: usaha pertokoan, salon, warung dan lain-lain), atau

  2. dari pekerjaan bebas (misalnya: dokter, notaris, petugas dinas asuransi dan lain-lain), atau

  3. Wajib Pajak yang memperoleh penghasilan dari satu atau lebih pemberi kerja

  4. memiliki penghasilan yang dikenakan PPh final dan/atau bersifat final

  5. Wajib Pajak yang memiliki penghasilan Dalam Negeri lainnya (seperti: bunga, royalty, sewa ataupun keuntungan dari penjualan dan/atau pengalihan harta lainnya).

  6. Wajib Pajak yang berada dan memperoleh penghasilan di luar negeri.

 

Dengan mengetahui berbagai macam jenis SPT, anda dapat melaksanakan kewajiban perpajakan anda dengan maksimal, sesuai dengan undang-undang yang berlaku.