Kinerja pegawai

12 Tantangan Umum dalam Mengelola Kinerja Pegawai

Setiap perusahaan punya beragam masalah dan kendala dalam proses operasional kerja. Ada banyak hal yang menyebabkan ini sering terjadi. Salah satunya, ialah kinerja pegawai. 

Mengurus kinerja pegawai merupakan tugas seorang Human Resources Department (HRD). Lantas, apa saja tantangan umum yang kerap ditemui HRD dalam mengelola kinerja pegawai? Mari simak artikel di bawah ini.

 

Menurunnya Tingkat Produktivitas

Keberlangsungan operasional perusahaan amat dipengaruhi oleh kinerja karyawan. Namun, bagaimana jika ada karyawan yang mengalami penurunan kinerja? Tentu produktivitas pun kian turun bukan?

Maka dari itu, Anda sebagai HRD perlu meninjau secara rutin akan kinerja karyawan. Bila ada yang mengalami penurunan, ada baiknya Anda sesegera mungkin melakukan evaluasi mengenai apa-apa saja yang menyebabkan hal demikian bisa terjadi.

Bila hal ini dapat segera diatasi, tentu potensi akan terjadinya kendala operasional di kemudian hari, mampu terhindari.

 

Kekurangan Sumber Daya Manusia 

Seorang HRD yang baik tahu akan kapan waktu terbaik untuk merekrut karyawan baru. Pasalnya, kegiatan rekrut-merekrut ini dibutuhkan guna mengisi kekurangan SDM di perusahaan.

Lantaran proses rekrutmen membutuhkan waktu, dianjurkan untuk menjalin kerja dengan rekan HRD lainnya. Selain itu, hal yang tak kalah penting dalam merekrut karyawan baru, yaitu mencari kompetensi yang paling sesuai dengan kebutuhan posisi.

 

Lemahnya Tali Komunikasi 

Komunikasi merupakan hal vital dalam proses kerja di perusahaan. Jika lingkungan kantor Anda tidak memiliki alur komunikasi yang baik, bisa dipastikan sering terjadi miss informasi. 

Salah satu langkah untuk mengatasinya, yaitu melalui cara pendekatan-pendekatan secara sistematis. Contohnya, seperti mengadakan acara-acara yang melibatkan seluruh karyawan kantor. Dari sini, tali-tali komunikasi dapat mulai terjalin. Alhasil, komunikasi di kantor akan lebih cair dan mengalir.

 

Baca Juga: HRD Harus Tahu! 6 Aturan yang Tak Disukai Karyawan

 

Minim Pola Kerja Sama

Di dunia professional, hampir setiap karyawan dituntut untuk mampu bekerja sebagai individu maupun tim. Mengapa begitu? Karena, ada beberapa pekerjaan yang bisa dikerjakan sendiri maupun tidak.

Namun, alih-alih mampu meningkatkan produktivitas, kerja sama justru menimbulkan hal sebaliknya. Hal demikian terjadi lantaran antar individu tidak mampu membagi tugas secara proporsional sesuai dengan kemampuannya. Alhasil, pekerjaan kantor tak mampu diselesaikan secara optimal.

 

Kurang Mampu Menangani Tekanan Kerja

Hampir setiap karyawan pasti pernah mengalami rasa tertekan atau stress dalam bekerja. Hal ini disebabkan oleh banyak kondisi. Mulai dari suasana kantor yang minim koordinatif, rekan kerja tidak suportif, dan atasan kurang komunikatif.

Seorang HRD pasti sudah paham dengan situasi lingkungan kantor tersebut. Untuk mengurangi tekanan kerja kepada para karyawan, HRD bisa menyusun hak dan kewajiban secara lebih berimbang. Jadi, karyawan akan merasa tekanan kerja yang dirasa sebanding dengan hak yang didapat.

 

Tidak Adanya Pengawas Kinerja 

Tingkat produktivitas perusahaan ditentukan oleh kinerja karyawan. Oleh karena itu, penting untuk perusahaan melakukan pengawasan kerja pada seluruh elemen yang ada.  HRD dapat melakukan hal ini dengan membuat daftar absen kegiatan harian. Melalui hal ini, HRD dapat terus memantau seluruh karyawan bekerja dengan sedemikian rupa.

 

Manajemen Waktu Tidak Teratur

Salah satu cara menjaga dan meningkatkan produktif kerja para pegawai adalah dengan manajemen waktu. Sebagai HRD Anda dapat mengarahkan para karyawan untuk bekerja dengan pengelolaan waktu yang efisien. Dengan demikian, seluruh job desc karyawan dapat terlaksana dengan lebih terstruktur dan terukur.

 

Lambatnya Manajemen Mengambil Keputusan

Kinerja para pegawai sangat dipengaruhi oleh keputusan yang diambil oleh pihak manajemen. Namun, pengambilan keputusan tidak dapat dilakukan secara instan. Pemegang wewenang perlu meninjau banyak hal.

Supaya tidak terlalu lama dalam mengambil keputusan, HRD bisa memberikan tenggat waktu kepada manajemen. Dengan demikian, para karyawan tidak akan menunggu lama manajemen dalam mengambil keputusan.

 

Baca Juga: Fokus HRD untuk Masa Depan dan Saat Ini, Apa Saja? 

 

Manajemen Kurang Transparan

Transparansi dibutuhkan untuk pengelolaan karyawan yang maksimal. Mengapa begitu? Tanpa adanya transparansi informasi, bakal muncul sikap skeptis di kalangan pegawai. Mereka bertanya-tanya, apakah dirinya masih masuk dalam rencana kerja berikutnya. 

Jadi, Anda yang berperan sebagai HRD perlu memaparkan segala informasi penting yang berkaitan dengan kinerja karyawan. Contohnya adalah melalui laporan kinerja pegawai. Dengan begitu, para karyawan bakal merasa dirinya dilibatkan dalam program kerja perusahaan dan memahami bagaimana perkembangan kinerjanya. 

 

Terdapat Karyawan yang Sulit Diatur

Di dalam lingkungan perusahaan terdapat banyak pegawai dengan masing-masing karakteristiknya. Ada pegawai dapat mudah diatur ada pula yang tidak. Seorang HRD harus bisa menanggapi dengan baik situasi seperti ini. 

Untuk mengatasinya, HRD bisa melakukan pendekatan-pendekatan secara sistematis. Misalkan melalui teguran langsung, penjabaran laporan kinerja pegawai, hingga memberikan Surat Peringatan (SP). Melalui upaya ini, diharapkan HRD mampu melunakkan hati pegawai dengan karakter keras dan enggan diarahkan oleh rekan kerja.

 

Sulit Beradaptasi dengan Posisi Kerja Terbaru

Seiring berjalannya waktu, para karyawan akan terus berotasi pada posisi atau divisi kerja terbaru. Hal demikian dilakukan guna menemukan potensi kerja tersembunyi untuk karyawan terkait.

Sayangnya, masih ditemukan sejumlah pegawai yang tidak mampu beradaptasi dengan baik. Disinilah peran HRD diperlukan. Anda bisa melakukan pengawasan kinerja secara intensif untuk mengidentifikasi masalah yang kerap ditemui karyawan dalam proses adaptasi.  Dengan begitu, karyawan bersangkutan dapat melakukan penyesuaian diri dengan lebih cepat. Selain itu, juga mampu menyelesaikan seluruh kewajiban secara akurat.

 

Budaya Kerja Kurang Sehat

Tak bisa dipungkiri, budaya kerja tentu memiliki pengaruh yang kuat dalam kinerja pegawai. Bila budaya kerja suatu perusahaan cukup sehat, tentu para karyawan dapat bekerja dengan lebih kolaboratif.

Namun, bagaimana bila sebaliknya? Kinerja dan produktivitas para pegawai dapat dipastikan menurun akibat budaya kerja yang tidak sehat atau toxic. Hal tersebut lantaran alur kerja antar pegawai tidak terjalin dengan baik. 

Apakah beberapa hal di atas pernah terjadi di perusahaan Anda? Mengelola kinerja pegawai memang tidaklah mudah. Selain berbagai masalah di atas, HRD sering kali direpotkan dengan peliknya pengurusan administrasi seperti sistem penggajian, rekap absensi, dan lain-lain. 

Untungnya ada Software HRD dari LinovHR yang dapat memfasilitasi dan memudahkan berbagai tugas administrasi karyawan secara otomatis. Sehingga HRD punya waktu lebih banyak untuk melakukan tugas yang memerlukan banyak analisis dan perencanaan. 

Semoga ulasan mengenai tantangan dalam pengelolaan kinerja pegawai di atas dapat membantu dan menambah wawasan Anda!