Total Motivation, Kiat Tingkatkan Kinerja Karyawan

Teresa Amabile seorang peneliti dari Harvard, menciptakan sebuah eksperimen, ia mengumpulkan kelompok penyair puisi untuk menulis puisi singkat dengan topik tertawa. Sebelum mereka menulis Teresa meminta satu kelompok untuk membaca daftar alasan motivasi “bermain” menjadi seorang penyair; “Anda menikmati kesempatan untuk mengekspresikan diri sendiri “ atau “Anda suka bermain dengan kata”), Teresa juga meminta kelompok lainnya untuk membaca daftar alasan motivasi “emosional dan tekanan ekonomi”; “Anda menginginkan guru menulismu terkesima dengan talenta menulismu” atau “Anda pernah mendengar bahwa penulis novel sukses atau koleksi puisi membuat penyair dan penulis tersebut dalam posisi keuangan yang baik”. Teresa mendapatkan kalau kelompok pertama diasumsikan membuat 26% lebih kreatif dibandingkan dengan kelompok setelahnya. Kelompok pertama dengan total motivasi yang lebih tinggi membuat perbedaan saat dihubungkan dengan performa.

Bagaimana mengukur total motivasi

Dengan mensurvei para pekerja dari suatu organisasi, mengajukan enam pertanyaan dari setiap motivasi. Tiap pertanyaan menentukan seberapa besar dampak tiap motivasi kepada pekerjaannya, dalam skala 1 (sangat tidak setuju) dan 7 (sangat setuju). Kemudian kita membuat formula untuk menghitung total motivasi tiap individu, nantinya perhitungan tersebut digunakan untuk menilai perusahaan.

(10 x skor “bermain”) + (5 x “tujuan”) + (1 2/3 x “potensial”) – (1 2/3 x “tekanan emosional”) – (5 x “tekanan ekonomi”) – (10 x “kelemahan”)

Tentukan bobot dari tiap motivasi dengan membuat penurunan antara tiap motivasi dan performa antar industri, kemudian untuk mempermudah membuat metriks sederhana yang jangkauannya 100 x 100. Beratnya mendemonstrasikan kalau semakin dekat motivasi ke pekerjaan itu sendiri, semakin kuat motivasinya meningkatkan performa.

Seberapa berharganya budaya ?

Menciptakan kasus bisnis untuk budaya bukannya mustahil. Walaupun sulit untuk mengukur apakah seseorang itu kreatif, proaktif, fleksibel pada saat ini, tetapi tidak sulit untuk mengkalkulasi total motivasinya. Menggunakan enam pertanyaan, satu untuk setiap motivasi, kita bisa menghitung total motivasi dengan perhitungan sederhana yang kemudian menetapkan dampaknya kepada performa.

Proses apa dalam organisasi yang mempengaruhi budaya?

Bagaimana ribuan manajer menyimpulkan suatu budaya dengan performa tinggi? Sebagian besar tidak tahu. Budaya adalah suatu set proses dalam organisasi yang mempengaruhi total motivasi orang – orang di dalamnya. Ketika kita mengukur bagaimana perbedaan proses yang mempengaruhi total motivasi , kita belajar beberapa hal:

Tidak ada peluru perak. Maksudnya tidak ada cara pasti untuk memastikan bagaimana budaya mempengaruhi totalmotivasi . Sebagai contoh bagaimana mendesign suatu perandapat menggerakkan total motivasi sebanyak 87 poin apabila desainnya baik sedangkan desain yang buruk dapat menjatuhkan sebanyak 40 poin.

Elemen sensitif selanjutnya yang sangat berpengaruh dalam suatu organisasi adalahidentitas dari organisasi itu sendiri, yang termasuk misi dan ciri perilaku. Yang ketiga adalah jenjang karir dalam suatu organisasi. Baru – baru ini, banyak perusahaan menyimpulkan bahwa sistem mereka dalam mengevaluasi karyawannya, yang mengarahkan proses promosi, cenderung menghancurkan performa.

Budaya adalah suatu ekosistem. Elemen – elemen dari budaya saling berinteraksi dan memperkuat satu dengan lainnya. Salah satu contohnya adalah komisi sales.

Apa yang dapat pemimpin lakukan?

Melihat proses di atas secara keseluruhan, maka jelas kalau budaya adalah sistem operasi dari suatu organisasi. Pemimpin senior dapat membangun dan mempertahankan budaya dengan mengajarkan manajer muda untuk memimpin dengan motivasi yang tinggi. Sebagai contoh, satu pelajaran dari seorang manajer dari bank cabang yang menunjukan bahwa dengan menawarkantrainingkepemimpinan dengan motivasi tinggi meningkatkan 20% dalam penjualan kartu kredit dan 47% peningkatan dalam penjualan pinjaman pribadi.

Walau tanpa mendesain ulang proses, walau demikian pemimpin tim dapat memulai improvisasi total motivasi karyawannya dengan cara :

  1. Membuat jadwal rutin seminggu sekali dengan tim untuk mengevaluasi pekerjaan
  2. Menjelaskan “kenapa” dibalik pekerjaan yang dilakukan tim
  3. Mempertimbangkan bagaimana membuat aturan tim. Apakah setiap orang mendapatkan tempat untuk bermain? Pikirkan tentang dimana karyawan seharusnya dapat bebas bereksperimen dan membuat semuanya transparan.

Budaya yang hebat tidaklah mudah untuk diciptakan, itulah mengapa budaya dengan motivasi tinggi adalah suatu keunggulan dalam kompetisi. Juga organisasi yang membuat budaya hebat mampu mempertemukan permintaan, metriks konsumen, dan dunia digital saat ini. Semakin banyak organisasi menyadari bahwa budaya tidak dapat ditinggalkan. Pemimpin harus dapat memperlakukan budaya yang terbentuk sebagai teknisi disiplin, bukan sebagai penyihir.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use theseHTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>