mengatur keuangan

Uang dapat diibaratkan pisau, pisau dapat bermanfaat tetapi bisa juga menjadi sesuatu yang jahat dan alat yang berbahaya, tergantung pemakaian terhadap pisau itu sendiri.

Pribadi yang mengendalikan pisau akan memengaruhi fungsi dari pisau tersebut, jika pisau berada ditangan seorang anak kecil yang tidak mengerti fungsinya maka anak tersebut dapat membahayakan dirinya dan orang lain.

Demikian pula halnya uang. Uang dapat membuat seseorang lebih maju tetapi uang juga dapat menghancurkan karakter, hubungan dan akal sehat seseorang.

Uang merupakan alat pemenuhan kebutuhan hidup, semua kebutuhan hidup manusia membutuhkan uang, saya tidak perlu menjelaskan kebutuhan apa saja, namun perlu diingat baik pernyataan berikut “segala sesuatu butuh uang tapi uang bukan segala-galanya”. Sifat uang yang perlu kita ketahui:

  1. Berputar

Uang tidak pernah habis, uang hanya berputar ke-pribadi yang lebih berkapasitas.

  1. Tunduk

Saya ibaratkan uang seperti budak, budak hanya akan melakukan apa yang di perintahkan tuannya, ia tidak akan pernah beranjak atau bergerak jika tuannya tidak memberi instruksi. Tuanlah yang mengendalikan uang bukan uang yang mengendalikan tuan.

  1. Setia & Pasif

Uang tidak akan pernah pergi jika kita tidak anda sendiri yang mebuatnya pergi. Uang akan tetap setia tinggal di dompet saudara jika anda tidak menukarnya dengan sesuatu. Uang merupakan benda yang pasif dan bisa dikendalikan oleh karena itu bijaklah mengendalikan uang anda.

  1. Bertumbuh/berkembang

Jika anda menaruh uang anda di tempat yang tepat maka nilai uang anda akan lebih besar. Contoh: Investasi/reksadana. Jika anda ingin masa tua anda indah bijaklah menempatkannya.

Beranjak dari sifat uang tersebut kita akan mencoba mengelola dan membuat pos-pos keuangan agar setiap kita bisa menjadi tuan yang bijak.

Mari kita melirik beberapa rumus akutansi yang sudah tidak asing lagi:

  1. Pendapatan – Pengeluaran = Laba
  1. Penghasilan – Pengeluaran = Kelebihan Dana
  1. Pendapatan – Tabungan = Pengeluaran

 

Dari tiga rumus diatas saya sarankan anda menggunakan rumus ke tiga, uang yang anda tabungkan harus anda jadikan sebagai beban pengeluaran, jika anda menabung dari sisa uang anda, maka saya jamin anda tidak akan bisa menabung.

Contoh: Pak Christian memiliki pendapatan rutin 5jt/bulan, kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan lain-lain 3.5jt pak Kris menabung 1jt, maka total pengeluaran rutin pak Christian tiap bulan adalah 4.5jt

 

Untuk membantu pengalokasian uang yang baik dan tepat maka keuangan dapat di poskan kepada beberapa pos keuangan, dengan pos-pos sebagai berikut:

  1. Needs: Terdiri dari kebutuhan sehari-hari

Contoh: Biaya Listrik, Telepon, PAM, gaji pembantu, uang sekolah anak,Kebutuhan sehari-hari.

  1. Debts: Terdiri dari beban biaya bulanan ( Biaya Rutin) yang harus diselesaikan

Contoh: Kredit Rumah, Motor, Kartu Kredit, Kredit Mobil, dll

  1. Wants: Terdiri dari keingina-keinginan kita

Contoh: HP, BB, IPAD, Motor, Mobil, dll

  1. Saving: Dana untuk berjaga-jaga Jika terjadi sakit penyakit mendadak (Asuransi)
  1. Investment: Obligasi, Saham, Emas

 

Skema pos keuangan:

1. Kondisi Hutang

Needs : Debts : Wants : Saving : Investment

50% : 30% : 10% : 10% : 0%

Contoh: Gaji anda 5jt/bln maka pembagiannya adalah sebagai berikut

Needs             = 2.500.000

Debts              = 1.500.000

Wants              =    500.000

Saving             =    500.000

Investment     =              0

 

2. Kondisi Hutang = 0 (kondisi tidak ada hutang)

Needs : Debts : Wants : Saving : Investment

50% : 0% : 15% : 15% : 20%

Contoh: Gaji anda 5jt/bln maka pembagian pos-posnya adalah sebagai berikut:

Needs             = 2.500.000

Debts              =               0

Wants              =    750.000

Saving             =    750.000

Investment      = 1.000.000

 

Pengelolaan keuangan tersebut harus dilakukan dengan komitmen yang tinggi. Memulainya tidaklah mudah namun jika berusaha hal tersebut bukan tidak mungkin dapat dilakukan.

  • Langkah pertama ialah mulai membuka rekening bank sesuai pos-pos keuangan yang sudah saya jelaskan diatas. Anda dapat memilih bank dengan biaya admin yang rendah. Setidaknya Anda harus memiliki 4 rekening bank, tujuannya adalah agar pos keuangan anda tidak tercampur. Usahakan bank yang anda pilih untuk prosesNEEDSadalah bank yang online sehingga di manapun Anda berada tetap dapat melakukan pembayaran dan pembelian.
  • Langkah kedua adalah selektif dalam membeli sesuatu. Belanjakan apa yang menjadi kebutuhan bukan yang keinginan anda. Bahkan seperti makanan kesukaan harus Anda batasi, jika Anda terbiasa makan makanan enak dengan harga yang juga pastinya “enak” maka mulailah mengkonsumsi makan-makanan yang sederhana dan sehat.

Contoh: Anda terbiasa makan rendang maka mulailah belajar makan tempe, untuk sesekali mungkin Anda bisa mengkonsumsinya.

Kondisi ini hanya sementara sampai presentase DEBTS (Hutang) menjadi nol. Jika DEBTS (Hutang) kondisi NOL maka persentase INVESTMENT akan menjadi besar.

  • Langkah ketiga, usahakan membeli barang yang Anda idamkan (WANTS) dengan melalui proses menabung, misal Anda ingin membeli laptop terbaru jangan segera menggesek kartu kredit tetapi mulailah menabung sesuai dengan persentase pos WANTS. Jika satu saat rekening WANTS sudah banyak dan ternyata Anda mengurungkan niat untuk membeli barang impian Anda maka dana yang ada bisa Anda pindahkan ke rekening INVESTMENT.
  • Langkah keempat, bukalah rekening tabungan (SAVING). Rekening ini diperlukan untuk mengantisipasi risiko sakit dan kecelakaan. Bijaklah memilih asuransi yang sesuai dengan keuangan Anda. Saran saya pilihlah asuransi yang juga bermanfaat bagi investasi masa tua (pensiun).
  • Langkah kelima, jika dana di rekening INVESTMENT sudah mencukupi mulailah mencari wadah untuk bisa menginvestasikan, sekali lagi saya sarankan untuk selektif, gali informasi sebanyak mungkin.

Sebagai contoh saat ini sedang marak investasi emas, jika Anda memutuskan menginvestasikan di investasi emas maka tiap bulannya Anda akan memperoleh keuntungan. Keuntungan dari investasi tersebut Anda bisa alokasikan menjadi biaya untuk membeli barang impian atau juga biaya untuk berlibur.

Hal-hal diatas sedikit tips tentang pegelolaan uang, semoga bermanfaat bagi kita semua. Sebagi penutup saya teringat satu pernyataan yang berkata “Mengelola keuangan = Menata Masa Depan” oleh karena itu mari kita mengelola keuangan kita dengan lebih bijak agar kita bisa menikmati masa tua yang bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use theseHTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>