cara menghitung insentif karyawan

Metode Perhitungan Insentif Karyawan

Jika Anda adalah bagian dari Human Capital Management, maka tugas selanjutnya setelah diberikan mandat dari pimpinan perusahaan untuk memberikan insentif terhadap karyawan adalah mengetahui bagaimana rumus perhitungan insentif karyawan.

Karena insentif diberikan bergantung pada kinerja karyawan, maka secara langsung tentu akan mempengaruhi karyawan untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik dan pasti akan bekerja lebih dari standar yang ada. Perusahaan tentu juga akan memperoleh manfaat berupa produktivitas yang lebih baik dari seharusnya

Lalu, bagaimana rumus perhitungan insentif karyawan secara benar? 

 

Baca Juga :  Perhitungan dan Jenis insentif Karyawan di Indonesia

 

Metode Perhitungan Insentif Karyawan Beserta Contoh Perhitungannya

Mengingat tujuan utama dari pemberian insentif adalah untuk meningkatkan gairah dan semangat karyawan agar mereka lebih termotivasi dalam bekerja sehingga tujuan dan strategi-strategi perusahaan dapat tercapai, tentu seorang Human Capital Management harus benar-benar melakukan perhitungannya dengan sangat detail dan rinci, agar insentif yang diberikan tidak menimbulkan kecemburuan antar karyawan.

 

Baca Juga : Pengaruh Insentif terhadap Kinerja Karyawan

 

Rumus perhitungan yang akan dibahas kali ini adalah perhitungan insentif karyawan berdasarkan  pekerjaan yang telah berhasil mereka selesaikan (Piece Rate), Perhitungan ini dibagi menjadi 4 sistem, yaitu:

 

1.Straight Peacework Plan

Di lansir dari businessjargons.com sistem perhitungan insentif  Straight Piecework Plan  adalah metode perhitungan insentif paling sederhana dimana perhitungan insentif akan dihitung secara proporsional. sistem perhitungan ini paling banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Insentif ini menggunakan satuan dalam moneter.

Rumusnya adalah:

Tarif upah per potong X kelebihan produktivitas yang telah dihasilkan karyawan di atas standar rata-rata.

Contoh kasus perhitungannya adalah sebagai berikut:

Anwar akan mendapatkan insentif dengan dasar perhitungan sebagai berikut:

  • Produksi standar per jam = 20 unit
  • Jumlah yang diproduksi per jam = 35 unit
  • Tarif upah per jam = Rp 30.000
  • Tarif insentif per jam = Rp 16.000
  • Total jumlah upah per jam = Rp 30.000 + Rp 16.000 = Rp. 46.000
  • Biaya tenaga kerja per unit = Rp. 46.000 : 35 unit = Rp. 1.314,29

 

2. One Hundred Percent Bonus Plan 

Metode perhitungan insentif  One Hundred Percent Bonus Plan menggunakan satuan dalam waktu per unit dalam melakukan perhitungan nya.

Rumus Perhitungan nya adalah :

Insentif = Kinerja aktual : Kinerja standar × Upah per jam

Berikut adalah contoh perhitungannya:

  1. Aline mendapatkan insentif dengan dasar perhitungan sebagai berikut:
  • Jam kerja normal = 8 jam
  • Unit produksi = 225 unit
  • Produksi standar = 200 unit
  • Rasio efisiensi = 225 unit : 200 unit = 1,13
  • Tarif upah per jam = Rp. 30.000
  • Tarif upah per jam x rasio efisiensi = Rp. 30.000 x 1,13 = Rp. 33.750
  • Total upah = (8 jam x Rp 30.000) + Rp 33.750 = Rp. 273.750
  • Total upah per unit produksi = Rp. 273.750 : Rp. 225 unit = Rp. 1.217

 

Baca Juga : Tata Cara Perhitungan PPh 21 dengan Menggunakan Metode Gross UP

 

3. Taylor Peacework Plan

Sistem perhitungan upah per potong yang diciptakan oleh Taylor dengan tarif insentif yang berbeda-beda, antara karyawan yang menghasilkan hasil di bawah rata-rata dengan karyawan yang berhasil bekerja di atas hasil rata-rata. Jika seorang karyawan berhasil mendapatkan hasil lebih besar daripada hasil rata-rata, otomatis upah yang diterimanya pun akan lebih besar.

Berikut adalah contoh perhitungan nya :

telah ditetapkan tarif upah Rp 54 per satuan untuk karyawan yang menghasilkan 16 satuan atau kurang per jam dan Rp 75 per satuan untuk karyawan yang menghasilkan 18 satuan per jam, maka upah per jam karyawan dihitung sebagai berikut: Rp 75 x 18 =Rp 1.350 per jam. Sedang bila karyawan hanya menghasilkan 14 satuan per jam, maka upah per jam dihitung sebagai berikut: Rp54 x 14 = Rp756

 

4. Group Peacework Plan 

yang di maksud group peacework plan adalah sistem perhitungan tarif upah per potong dalam kelompok kerja. Jadi jika suatu kelompok kerja berhasil bekerja di atas standar , maka kelompok tersebut berhak mendapatkan insentif.

Berikut ini adalah rumus dan contoh perhitungan insentif menggunakan metode group peacework plan :

Unit yang dihasilkan X tarif per unit

Contoh kasus perhitungannya adalah sebagai berikut:

  1. Kelompok A telah berhasil mendapatkan insentif dengan dasar perhitungan:
  • Unit diproduksi = 260 unit
  • Jam kerja standar = 13 jam
  • Jam kerja sesungguhnya = 10 jam
  • Upah grup = Rp 20.000
  • Bonus grup = Rp 2.000
  • Total upah grup = Rp 20.000 + Rp 2.000 = Rp 22.000
  • Total Upah per unit produksi = Rp 22.000 : Rp 260 unit = 84,62

Keempat cara menghitung insentif karyawan di atas bisa Anda jadikan dasar perhitungan bagi para karyawan yang bekerja di perusahaan Anda. Pilih sistem yang mana yang menurut Anda paling baik dan sesuai untuk perusahaan. Jangan lupa menginformasikan perhitungan sistem tersebut secara jelas kepada karyawan agar tidak terjadi salah paham pada saat pemberian insentif.