work experience

Apakah Kandidat dengan Work Experience Selalu Unggul?

Mencari kandidat yang cocok dengan kebutuhan perusahaan gampang-gampang susah. Mengapa demikian? Karena belum tentu kandidat yang ada mampu beradaptasi dengan budaya perusahaan. HR Recruiter pun dituntut lebih selektif dalam mendeteksi hal ini. Salah satu yang menjadi pertimbangan kandidat adalah work experience atau pengalaman kerja. 

 

Apa Saja yang Tergolong Pengalaman Kerja? 

Banyak orang yang menyangka jika pengalaman kerja harus berupa kerja formal di lingkungan kantor. Sebenarnya pekerjaan non formal seperti freelancer juga terhitung contoh work experience. Yang penting, pihak kandidat bisa menunjukkan hasil dari project yang telah dikerjakan sebaik mungkin. Hasil ini juga akan mencerminkan bagaimana tanggung jawab kandidat dan akan menjadi perhatian khusus bagi HRD. 

Bagaimana dengan kandidat yang hanya mempunyai pengalaman magang? Sebenarnya magang pun juga dipertimbangkan sebagai pengalaman. 

Hanya saja, karena tanggung jawab yang dipegang anak magang cenderung terbatas, maka pengalaman magang bukanlah pertimbangan yang kuat bagi HRD kecuali kandidat mempunyai hasil dan kinerja yang outstanding dari pengalaman magang sebelumnya. Hal ini bisa dibuktikan dengan portofolio dan sertifikat magang dari perusahaan tempat kandidat magang sebelumnya. 

 

Baca Juga: Manfaat Membuka Program Magang Bagi Perusahaan

 

Bagaimana Kriteria Pengalaman Kerja yang Baik? 

Pengalaman kerja yang baik bukan soal dimana kandidat pernah bekerja, tetapi tentang bagaimana hasil kinerja dan bentuk project yang ditangani kandidat sebelumnya. Inilah pentingnya bagi karyawan untuk menyusun dan merancang portofolio sebaik mungkin agar mampu menarik perhatian HRD. 

Semakin luas scope atau ruang lingkup dari project yang telah ditangani, dapat dipastikan kandidat mempunyai pengalaman yang mumpuni. Kandidat juga dapat menunjukkan pencapaian apa saja yang telah dicapai di pekerjaan sebelumnya. 

Namun, perlu diingat ada beberapa perusahaan yang enggan menerima karyawan kutu loncat atau suka berpindah-pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Mengapa demikian? Karyawan kutu loncat dinilai memiliki rasa loyalitas yang rendah dan sulit untuk berkomitmen dalam suatu project. Pihak HRD pun juga harus mendalami dengan seksama apa alasan kandidat tersebut.  

 

Kelebihan Menerima Kandidat dengan Pengalaman Kerja

Banyak perusahaan mencari kandidat dengan pengalaman kerja karena dinilai memudahkan kinerja. Sebab, perusahaan sudah tidak perlu lagi melatih kandidat untuk terjun langsung ke pekerjaan. Kandidat sudah memiliki kualitas yang didambakan perusahaan dari pengalaman kerja sebelumnya. 

Secara tidak langsung, merekrut kandidat dengan work experience membuat perusahaan berhemat dari segi biaya pelatihan dan waktu untuk mengadakan pengenalan posisi tertentu.  

 

Kekurangan Menerima Kandidat dengan Pengalaman Kerja

Penjelasan di atas sekilas menggambarkan bahwa merekrut karyawan dengan pengalam kerja cukup menguntungkan bagi perusahaan. Namun, ternyata ada beberapa kekurangan jika perusahaan merekrut kandidat yang berpengalaman. 

Kandidat  berpengalaman cenderung meminta gaji yang cukup tinggi dibandingkan kandidat non berpengalaman. Sebenarnya hal ini cukup wajar mengingat karyawan pasti ingin mendapatkan gaji yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. 

Kandidat dengan pengalaman biasanya juga cenderung mempertahankan opini pribadi dalam berargumen. Jika sudah begini, tak jarang sebuah project terhambat karena sulit menemukan titik terang dari argumen antara karyawan baru dengan karyawan lain.  Bisa dikatakan bahwa kandidat berpengalaman lebih sulit dibentuk dan diarahkan dibandingkan kandidat non pengalaman. 

 

Baca Juga: Contoh Konflik Perusahaan Paling Umum & Cara Mengatasinya

 

Kesimpulan: Mana yang Lebih Unggul Antara Non Experience & Work Experience? 

Sebenarnya, memilih antara kandidat berpengalaman atau tidak berpengalaman bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi perusahaan. Jika perusahaan butuh tenaga bantuan yang dapat menangani masalah khusus dan mengisi posisi kosong sesegera mungkin, memilih kandidat dengan work experience bisa dipertimbangkan. Karena kandidat yang berpengalaman punya kemampuan lebih dibandingkan yang tidak berpengalaman. 

Akan tetapi, jika perusahaan tidak keberatan untuk mengajari dan membimbing kandidat, maka bisa memilih kandidat tanpa pengalaman. Hal ini memudahkan perusahaan untuk “membentuk” dan mengenalkan karyawan baru kepada tugas, tanggung jawab, dan budaya kerja yang ada di perusahaan. 

Jadi, kesimpulannya tidak ada yang lebih unggul. Baik kandidat yang memiliki work experience dan non experience punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Perusahaan bisa kembali mengidentifikasi dan menyesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi. Jadi, mana yang menjadi pilihan perusahaan Anda?