Gaji

Akankah Gaji Besar Membawa Kebahagiaan?

Ada yang memiliki pendapat bahwa gaji besar dapat membawa kebahagiaan. Karena gaji merupakan sesuatu yang dianggap sebagai titik ukur untuk meningkatkan motivasi para karyawan setelah sudah lama bekerja. Ada yang juga memiliki pendapat bahwa gaji yang besar tidak selalu membawa kebahagiaan besar karena kebahagaian menurut mereka tidak melulu soal materi.

Richard Easterlin seorang ahli ekonomi telah melakukan penetian terkait hal ini. richard memiliki pandangan bahwa gaji bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kebahagiaan seseorang. richard menyatakan bahwa gaji memang memiliki pengaruh pada tingkat kebahagiaan seseorang. Tapi, untuk jangka waktu tertentu, kenaikan gaji tidak selalu sebanding dengan kenaikan level kebahagiaan nya.

 

Baca juga: Ini dia Besaran Gaji HRD di Indonesia !!

 

3 Alasan Gaji Besar Tak Selalu Membawa Kebahagiaan

Segala sesuatunya memang membutuhkan uang. Namun, uang dari nominal gaji tak sepenuhnya membawa kebahagiaan. Seringkali yang membuat seseorang bahagia adalah kemampuannya untuk melakukan apa yang mereka lakukan dengan baik dan untuk mendapatkan pengaruh, pengakuan, dan keamanan dalam bekerja. 

Kesuksesan bisa berarti bangkit untuk mengelola tim atau organisasi, memberi pengaruh, merasa dihargai dalam peran penting bagi sebuah perusahaan, atau sekadar mengetahui bahwa masa depan stabil. Tidak satupun dari faktor kebahagiaan ini yang membutuhkan gaji tinggi. Selain itu, dibawah ini adalah 3 alasan utama mengapa gaji besar tak selalu membawa kebahagiaan: 

 

Besaran Pendapatan Bersifat Relatif 

Pendapatan relatif itu sangat penting. Mengenai sudut pandang dari Richard Easterlin, uang seperti gaji besar itu juga relatif. Pada kenyataan nya orang tidak terlalu memikirkan tingkat pendapatan aktual yang diperoleh, asalkan kita ingin terus-menerus menghasilkan lebih banyak uang daripada orang lain di sekitar kita. Sayangnya, saat kita telah menghasilkan lebih banyak uang, kita cenderung dikelilingi oleh orang-orang kaya sehingga kita sering gagal memahami perbandingan yang bersifat positif.

 

Materialisme Membawa Stress

Barang – barang fisik, seperti tas, sepatu, alat-alat kosmetik justru tidak membuat kita bahagia. Mendapatkan rumah dan mobil hanya memiliki dampak negatif terhadap kebahagiaan. Keinginan banyak orang untuk mendapatkan barang-barang tersebut dengan harga yang sama atau lebih tinggi daripada gaji mereka. Lagipula, hal ini berarti bahwa jika mereka hidup dengan gelimpangan harta benda, maka orang-orang tidak akan merasa lebih bahagia. Bahkan ada bukti bahwa materialisme membuat kita kurang bahagia.

 

Baca Juga: Tips Manajemen Stress untuk Karyawan

 

Sering Menyita Waktu

Banyak orang tidak beralih ke aktivitas menyenangkan saat mereka adalah orang kaya. Orang yang menghasilkan lebih banyak uang tidak menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang, tetapi mereka malah menghabiskan waktu untuk bekerja di tempat kerja, dalam aktivitas bekerja dapat menyebabkan stres dan ketegangan yang tinggi. Jika mereka ingin melakukan hal tersebut, maka mereka akan lupa waktu untuk menikmati hubungan dengan keluarga, teman, dan pasangan hidup mereka.

Hal Lain yang Menjadi Faktor Kebahagiaan Karyawan

Setelah memahami 3 alasan mengapa gaji besar tidak sepenuhnya membawa kebahagiaan, pasti Anda sebagai karyawan mulai bertanya-tanya, “apa yang sebenarnya membawa kebahagiaan selama di kantor?”

 

Pengalaman

Terkadang kepuasan kerja dihasilkan dari menghadapi tantangan sehari-hari secara langsung atau sekadar mencoba dan mempelajari hal-hal baru. Meskipun uang dapat membantu Anda membeli barang di waktu luang, Anda tidak akan dapat menikmati barang tersebut tanpa waktu luang. Karier dengan jadwal yang berat tentu tidak akan memberi Anda waktu untuk banyak pengalaman di luar kantor untuk mengembangkan kemampuan secara mandiri.

 

Keseimbangan 

Kemampuan untuk menyesuaikan pekerjaan dengan kehidupan pribadi adalah salah satu keistimewaan tersendiri bagi karyawan. Banyak perusahaan yang menyadari manfaat dari keseimbangan kerja dan jadwal fleksibel untuk kebahagiaan dan produktivitas karyawan. Keseimbangan kehidupan kerja yang sehat juga termasuk waktu istirahat yang sangat penting untuk mencegah karyawan mengalami burnout dan stress.

 

Kesempatan untuk Berkembang

Tidak ada karyawan yang ingin berkutat dengan posisi yang sama seumur hidup. Kebanyakan karyawan mendambakan pertumbuhan dan pengembangan profesional di tempat kerja. Manajer dapat membantu menyediakan hal ini dengan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengemban tanggung jawab baru, promosi kenaikan jabatan untuk karyawan berprestasi, serta menawarkan pelatihan dan pengembangan kinerja.

Transparansi dan Komunikasi

Karyawan yang bekerja di lingkungan yang transparan dan komunikatif biasanya menikmati hubungan yang lebih baik dengan manajer dan rekan kerja yang lain. Karyawan  merasa lebih berkontribusi dan berinvestasi dalam tujuan organisasi. Transparansi dari komunikasi yang jelas akan membuat karyawan merasa lebih terlibat dan dihargai secara keseluruhan.

 

Gaji sering menjadi  ‘ilusi fokus’. Ketika orang berpikir untuk menghasilkan lebih banyak uang, mereka mungkin membayangkan bahwa mereka akan menggunakan uang itu untuk melakukan kegiatan rekreasi. Sebenarnya, untuk mendapatkan uang itu, mereka harus meluangkan lebih banyak waktu untuk bekerja di tempat kerja, dan pulang kerja ke dan dari tempat kerja. Nah, LinovHR mengajak manajer dan karyawan kembali menyadari bahwa gaji besar bukanlah tolak ukur keberhasilan dalam menyelesaikan pekerjaan atau tugas tertentu dan bukan faktor utama dalam membuat karyawan lebih bahagia.