Gaji

Ada yang berpendapat bahwa gaji yang besar dapat membawa kebahagiaan karena gaji merupakan sesuatu yang dianggap sebagai titik tolok ukur untuk meningkatkan motivasi para karyawan setelah sudah lama bekerja. Ada yang juga berpendapat bahwa gaji yang besar tidak mungkin membawa kebahagiaan besar karena gaji tidak dianggap semata-mata setelah kebutuhan pokok terpenuhi.

Penelitian dariUniversity of California mengenai korelasi antara jumlah pendapatan dan kebahagiaan membuktikan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa 92% responden setuju bahwa gaji menentukan kebahagiaan dan kepuasan kerja (job satisfication).

Bertentangan dengan penelitian tersebut, seorang ahli ekonomi, Richard Easterlin meneliti bahwa uang bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kebahagiaan di tempat kerja. Dia menyatakan bahwa gaji berpengaruh pada tingkat kebahagiaan seseorang. Tapi, untuk jangka waktu yang lama, kenaikan gaji tidak selalu sebanding dengan kenaikan level kebahagiaan.

Periset dari Universitas Roma menyelidiki kebahagiaan seseorang setelah menang undian berhadiah. Dengan mempertimbangkan kekayaan baru, pemenang undian berhadiah tidak jauh lebih bahagia daripada mereka yang tidak pernah menang. Seiring bertambahnya kekayaan dikaitkan dengan meningkatnya tekanan dan tanggung jawab mereka. Hal itu bisa menjelaskan mengapa pemenang undian hadiah tidak merasakan kebahagiaan instan.

Penelitian Nattavudh Powdthavee di tahun 2007 juga menghasilkan kesimpulan serupa. Hal ini menunjukkan bahwa bertemu dengan teman, saudara, dan atau tetangga dapat menimbulkan rasa bahagia yang hampir sama ketika Anda mendapat kenaikan gaji atau bonus. Selain itu, menikah dan tinggal bersama pasangan juga mempengaruhi kebahagiaan seseorang.

 

Baca juga:Yuk Kita Intip, Berapa Gaji Karyawan HRD di Perusahaan Indonesia! 

 

Tiga alasan gaji besar yang tidak akan membuat kita bahagia

  1. Pendapatan relatif itu sangat penting. Mengenai sudut pandang dari Richard Easterlin, uang seperti gaji itu juga relatif.  Ternyata, kita tidak terlalu memikirkan tingkat pendapatan aktual yang diperoleh, asalkan kita ingin terus-menerus menghasilkan lebih banyak uang daripada orang lain di sekitar kita. Sayangnya, saat kita telah menghasilkan lebih banyak uang, kita cenderung dikelilingi oleh orang-orang kaya sehingga kita sering gagal memahami perbandingan yang bersifat positif.
  2. Barang – barang fisik, seperti tas, sepatu, alat-alat kosmetik justru tidak membuat kita bahagia. Mendapatkan rumah dan mobil hanya memiliki dampak negative terhadap kebahagiaan. Keinginan banyak orang untuk mendapatkan barang-barang tersebut dengan harga yang sama atau lebih tinggi daripada gaji mereka. Lagipula, hal ini berarti bahwa jika mereka hidup dengan gelimpangan harta benda, maka orang-orang tidak akan merasa lebih bahagia. Bahkan ada bukti bahwa materialisme membuat kita kurang bahagia.
  3. Banyak orang tidak beralih ke aktivitas menyenangkan saat mereka adalah orang kaya. Orang yang menghasilkan lebih banyak uang tidak menghabiskan waktu-nya untuk bersenang-senang, tetapi mereka malah menghabiskan waktu untuk bekerja di tempat kerja, dalam aktivitas bekerja dapat menyebabkan stres dan ketegangan yang tinggi. Jika mereka ingin melakukan hal tersebut, maka mereka akan lupa waktu untuk menikmati hubungan dengan keluarga, teman, dan pasangan hidup mereka.

Ini mungkin karena ‘ilusi fokus’. Ketika orang berpikir untuk menghasilkan lebih banyak uang, mereka mungkin membayangkan bahwa mereka akan menggunakan uang itu untuk melakukan kegiatan rekreasi. Sebenarnya, untuk mendapatkan uang itu, mereka harus meluangkan lebih banyak waktu untuk bekerja di tempat kerja, dan pulang kerja ke dan dari tempat kerja.

Nah,Linovhrmengajak kita berpikir rasional dalam mengganggap gaji sebagai titik tolak ukur keberhasilan dalam menyelesaikan pekerjaan atau tugas tertentu, dan juga bukan merupakan sesuatu yang membuat orang bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use theseHTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>