tata tertib perusahaan

Mengapa Tata Tertib dalam Perusahaan Sangat Penting?

Setiap perusahaan mempunyai tata tertib untuk menjaga kestabilan lingkungan kerja. Tujuan utama dibuatnya tata tertib perusahaan adalah untuk mendisiplinkan seluruh pihak, mulai dari karyawan hingga para manajer atau atasan. Selain itu, tata tertib juga dibuat agar mengefektifkan dan merapikan sistem kerja. Seluruh jajaran dalam perusahaan wajib mematuhi dan mengamalkan tata tertib yang diberlakukan. 

Mengapa pihak perusahaan menetapkan tata tertib tertentu? Apa dampaknya bagi perusahaan? Untuk lebih lengkapnya, mari simak ulasang singkat berikut! 

 

Menumbuhkan Budaya Integritas dan Meningkatkan Kinerja yang Positif

Budaya kerja yang positif akan berpengaruh terhadap produktivitas dan pekerjaan karyawan. Salah satu cara untuk menumbuhkan budaya positif tersebut implementasi dan pengelolaan tata tertib yang teratur. Tata tertib akan mengarahkan  setiap pihak yang terlibat untuk mengikuti dan mentaatinya. Maka dari itu, perilaku yang negatif dapat dihindari. 

 

Baca Juga: 10 Kemampuan Manajemen Karyawan yang Berguna untuk Perusahaan 

 

Meratakan Kesempatan Kerja Kepada Seluruh Karyawan

Karena tata tertib harus dipatuhi oleh semua pihak, hal ini akan menumbuhkan pemerataan kesempatan kerja bagi seluruh karyawan di perusahaan. Mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menumbuhkan karir dengan aturan yang sudah ditentukan perusahaan. Hal ini bertujuan untuk menghindari persaingan dan juga gesekan antara sesama karyawan.

 

Melindungi Karyawan

Aturan perusahaan tidak hanya berfungsi untuk mendisiplinkan karyawan, namun hal ini juga dapat melindungi mereka dari suatu masalah. Misalnya, terdapat aturan mengenai istirahat sakit. Contoh tata tertib perusahaan yang dapat melindungi adalah aturan tentang cuti sakit. Jadi, bagi karyawan yang sedang sakit dan tidak bisa melakukan pekerjaan, maka mereka bisa menggunakan jatah cuti sakit yang telah diatur dalam peraturan perusahaan.

 

Membuat Rasa Aman dan Nyaman dalam Bekerja

Rasa aman dan nyaman sangat berpengaruh terhadap rasa betah karyawan di perusahaan. Melalui pemberlakuan tata tertib yang jelas,  karyawan lebih memahami waktu atau porsi pekerjaan serta tanggung jawabnya selama bekerja. Sehingga karyawan bisa lebih berfokus untuk menyelesaikan pekerjaan dan bertanggung jawab pada dirinya sendiri.

 

Memudahkan dalam Mengontrol Permasalahan yang Terjadi

Rasanya hampir tidak mungkin masalah bisa dihilangkan begitu saja. Masalah yang terjadi dapat berupa konflik hingga pelanggaran aturan. Jika terdapat permasalahan yang terjadi dalam perusahaan, manajemen ataupun HRD dapat mudah menyelesaikannya dengan berpacu pada aturan yang berlaku. Sehingga hal ini dapat melihat pihak siapa yang salah dan menemukan solusinya secara bersama.

 

Meminimalisir  Penurunan Kinerja

Peraturan yang sudah dibuat perusahaan menjadi pedoman yang harus dipatuhi oleh semua pihak. Dengan begitu, peraturan secara tertulis tersebut diharapkan dapat menahan atau meminimalisir segala hal yang dapat menurunkan kinerja dan perkembangan bisnis perusahaan. 

 

Baca Juga : Aturan Perusahaan yang Dapat Meningkatkan Kedisiplinan Karyawan

 

Sebagai divisi pengelolaan dan pengembangan karyawan, HRD tentu saja tidak bisa membuat peraturan perusahaan secara asal-asalan. Salah satu pedoman yang harus HRD ikuti saat membuat peraturan perusahaan yaitu harus berdasarkan pada Pasal 1 Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Berikut ini beberapa poin yang dijelaskan dalam aturan tersebut, antara lain:

 

  • Ketenagakerjaan 

Salah segala sesuatu yang berhubungan dengan tenaga kerja mulai dari waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja.

  • Tenaga Kerja

Adalah seseorang yang bisa melakukan pekerjaan untuk menghasilkan barang atau jasa yang bisa bermanfaat untuk diri sendiri atau orang banyak.

  • Pekerja atau Buruh

Yaitu adalah seseorang yang bekerja untuk mendapatkan upah atau imbalan dalam bentuk lain.

  • Pemberi Kerja

Adalah perseorangan, persekutuan, organisasi, atau badan hukum yang mempekerjakan tenaga kerja dan memberikan upah atau imbalan dalam bentuk lain.

  • Pengusaha 

Adalah perseorangan, persekutuan, organisasi atau badan hukum yang menjalani usahanya secara sendiri atau milik sendiri.

  • Perusahaan 

Merupakan suatu bentuk usaha baik itu berbadan hukum atau tidak, milik perseorangan, milik persekutuan, ataupun milik badan hukum, baik itu milik swasta atau milik negeri yang mempekerjakan tenaga kerja atau buruh dan memberikan upah atau imbalan dalam bentuk lain.

 

Selain dari poin di atas, Pasal 3 UU Ketenagakerjaan juga menjelaskan tentang tujuan dari dibuatkan peraturan perusahaan. Tujuan tersebut dijelaskan pada beberapa poin di bawah ini:

  1. Memberdayakan serta mempekerjakan tenaga kerja secara optimal dan manusiawi.
  2. Membuat kesempatan kerja dan penyediaan tenaga kerja secara merata yang sesuai dengan kebutuhan nasional dan juga daerah.
  3. Menciptakan perlindungan dan kesejahteraan kepada tenaga kerja.
  4. Meningkatkan kesejahteraan kepada tenaga kerja beserta keluarganya.

 

Isi dari tata tertib adalah segala hal yang berkaitan dengan kewajiban perusahaan dan karyawan yang sudah diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Sehingga tata tertib perusahaan pastinya dibuat untuk tujuan yang baik bagi semua pihak yang terlibat. 

Perlu diperhatikan bahwa semua jajaran dalam perusahaan wajib menaati dan mematuhi tata tertib yang ada. Jika tidak, bukan tidak mungkin karyawan akan menerima hukuman dan sanksi.