take home pay

Apa Itu Take Home Pay?

Apa itu take home pay? Mungkin istilah ini masih cukup asing diantara beberapa karyawan baru yang memang baru saja terjun dalam dunia kerja dan sudah mendapatkan pendapatan atau gaji secara rutin. Istilah tersebut nantinya akan sering Anda lihat pada slip gaji, jadi sebaiknya Anda mengetahui apa itu take home.

Take Home Pay Sebagai Hak Setiap Karyawan

Makna dari take home pay sendiri merupakan pembayaran yang akan diterima oleh setiap karyawan setelah mereka menambahkan pendapatan secara rutin atau insidentil dan ini merupakan hal yang bisa didapatkan oleh setiap karyawan dikurang dengan hal yang terlah diatur langsung oleh pemerintah serta kebijakan perusahaan dimana karyawan tersebut mengabdi atau bekerja. Misalnya saja seperti:

  • Jamsostek atau jaminan hari tua
  • PPh 21 atau Pajak Penghasilan Pribadi
  • Tabungan pensiun yang sudah direncanakan
  • Potongan koperasi untuk karyawan yang menjadi bagian dari anggota koperasi perusahaan
  • Dll

Perbedaan Take Home Pay Dengan Pendapatan Rutin Biasa

Beberapa orang ada saja yang masih sedikit rancu ketika ingin membedakan antara take home pay dengan pendapatan rutin biasa. Keduanya kerap kali dianggap sama, padahal dalam artian sebenarnya pendapatan rutin adalah komponen gaji dari transaksi tetap, biasanya juga sudah dijanjikan dalam perjanjian tertulis dalam jumlah nominal yang nantinya secara rutin akan didapatkan oleh karyawan per bulannya. Sementara untuk take home pay jumlah total yang dibayarkannya sudah lepas dari tanggung jawab para pekerja yang secara umum sudah dipotong langsung staf HR perusahaan.

Lantas, apa itu pendapatan insidentil?

Selain bisa mendapatkan pendapatan secara rutin per bulannya, karyawan perusahaan juga sangat berhak menerima pendapatan insidentil yaitu pendapatan yang tiap bulannya tidak tidak bisa didapatkan sebab jenis pendapatan ini akan tergantung dengan aktivitas lembur atau bonus berdasarkan prestasi seorang karyawan. Jadi jumlah yang diterima setiap karyawan pada umumnya akan berbeda-beda.

 

Baca juga :HRD wajib tau strategi negosiasi gaji dengan calon karyawan

 

Acuan Perhitungan Take Home Pay

Proses perhitungan take home pay juga tentunya memiliki acuan perhitungan guna menghindari kesalahapahaman antara karyawan dan para staff HR. Sehingga akan lebih baik bila perusahaan bisa menyampaikan terlebih dahulu mengenai ketentuan dan juga komponen upahnya yang berlaku dalam suatu perusahaan. Sementara itu, berdasarkan PP No. 78 Tahun 2015 mengenai upah, upah sendiri terdiri dari:

  • Gaji pokok: upah dasar yang akan dibayarkan oleh perusahaan pada karyawan menyesuaikan dengan tingkatan ataupun jenis pekerjaan serta nominal besarannya yang sudah diterapkan berdasarkan kesepakatan dan juga sudah ditulis dalam sebuah kontrak kerja.
  • Tunjangan tetap: pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan kepada karyawan dan akan dilakukan secara rutin. Tunjangan ini akan berhubungan dengan prestasi atau target perusahaan yang dicapai oleh karyawan.
  • Tunjangan tidak tetap: merupakan pemberian upah yang diberikan secara tidak tetap oleh perusahaan kepada karyawan serta keluarganya. Pembayaran ini akan dilakukan berdasarkan satuan waktu yang berbeda dengan pembayaran gaji tetap.

 

Baca Juga :Tentang tunjangan kerja dan kaitan dengan kesetiaan karyawan

 

Di samping harus paham secara keseluruh tentang acuan upah karyawan, kita juga harus mengetahui lebih dulu mengenai aturan atau ketentuan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang akan berlaku dalam perusahaan perusahaan. Sementara itu di dalam pasal 89 UU. No 13 2003mengenai ketenagakerjaan, upah minimum akan ditentukan langsung tiap tahun agar bisa menciptakan kehidupan yang layak untuk masyarakat secara umum.

Apa itu take home pay sudah sangat jelas disampaikan di atas. Sebagai seorang karyawan yang bekerja dalam perusahaan, Anda sangat wajib memahami istilah tersebut.