gaji pokok

Mengenal Gaji Pokok dan Perbedaannya dengan UMR

Dalam bekerja untuk suatu perusahaan, karyawan punya sejumlah hak dan kewajiban tertentu. Salah satu hak karyawan adalah menerima gaji pokok. Namun, apa perbedaan dari gaji pokok dan UMR? Mari simak ulasan mengenai perbedaaan dari keduanya ini. 

 

Apa itu Gaji Pokok? 

Gaji Pokok adalah upah atau imbalan dasar yang diterima oleh karyawan dari perusahaan atas pemenuhan kewajibannya dalam bekerja. Besaran atas gaji pokok yang diterima oleh karyawan berdasarkan atas perjanjian kerja dan kebijakan perusahaan.

Pengertian gaji pokok menurut Undang-Undang termaktub dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Pasal 5 ayat (2). Dalam pasal tersebut menyebutkan, gaji atau upah pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada karyawan berdasarkan tingkat atau jenis pekerjaan, untuk nominalnya ditetapkan melalui kesepakatan.

payroll

Lalu, pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pada Pasal 94 menjelaskan bahwa besaran nominal komponen gaji, yakni sedikitnya 75% dari jumlah gaji pokok dan tunjangan tetap.

Gaji pokok beserta mekanisme kenaikannya diatur berdasarkan kebijakan perusahaan yang tertera dalam kontrak perjanjian kerja. Sedangkan Upah Minimum Regional (UMR) besaran nominalnya ditetapkan oleh Pemerintah.

 

Baca Juga: Perhitungan Pemotongan Gaji Karena Absensi 

 

Sementara itu, Apa yang Dimaksud UMR? 

UMR (Upah Minimum Regional) adalah standar minimum upah yang ditetapkan oleh perusahaan untuk para industri, lembaga, instansi, dan perusahaan dalam menentukan besaran upah karyawan. 

Tujuan penetapan UMR, yakni untuk memastikan para pekerja mendapatkan upah penghasilan yang layak untuk hidup. Akan tetapi, nominal UMR di setiap daerah wilayah Indonesia berbeda-beda. 

Berdasarkan Peraturan Pemerintah tentang Pengupahan Nomor 78 Tahun 2015, pada Pasal 4, menjelaskan bahwa penghasilan layak merupakan jumlah upah  atau pendapatan yang diterima oleh para pekerja mampu untuk memenuhi kemampuan hidup secara wajar. 

Besaran nilai nominal UMR ditentukan berdasarkan biaya hidup di masing-masing wilayah. Daerah dengan biaya hidup yang tinggi, maka nominal UMR pun besar. Misalnya, seperti di daerah DKI Jakarta, lantaran biaya untuk memenuhi kebutuhan hidup cukup tinggi, maka besaran nilai UMR di sana pun terbilang besar. 

Ketika Pemerintah Pusat mengusulkan jumlah nilai UMR di suatu daerah, perlu mendapat persetujuan dari Pemerintah Daerah atau Gubernur setempat. Hal ini lantaran Pemerintah Daerah harus mempertimbangkan dahulu apakah besaran nominal UMR telah layak untuk diterima para pekerja atau belum.

 

Ketentuan atas Upah Minimum Regional dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  1. UMR Tingkat 1  hanya berlaku di dalam satu provinsi
  2. UMR Tingkat 2  berlaku di daerah kabupaten/kotamadya atau wilayah pembangunan ekonomi daerah dan kekhususan suatu wilayah tertentu.

 

Baca Juga: Cara Menyukseskan Penggajian Ala LinovHR

 

Jadi, Apa Perbedaan antara Gaji Pokok dan UMR?

Perbedaan antara gaji pokok dan UMR adalah bentuk komponennya. Dalam komponen UMR, terdiri dari gaji pokok tanpa tunjangan atau gaji  yang sudah termasuk tunjangan tetap pekerja.

Umumnya Upah Minimum Regional akan mengalami peninjauan dalam jangka waktu setiap 2 tahun sekali. Berikut beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan peninjauan:

  1. Biaya hidup di daerah terkait
  2. Nilai Indeks Harga Konsumen (IHK)
  3. Kemampuan, perkembangan, serta kelangsungan ekonomi perusahaan
  4. Keadaan pasar kerja
  5. Tingkat ekonomi negara dan pendapatan per kapita

 

Dari penjelasan di atas, telah diketahui bahwa gaji merupakan salah satu komponen pembentuk dari UMR. Berikut ketentuan atas kemungkinan perhitungannya.

  1. Nilai gaji pokok lebih kecil dari upah minimum,  jika nominal dari UMR adalah Rp 4.000.000, maka karyawan menerima upah sebesar Rp 3.500.000 dan tunjangan tetap Rp 500.000
  2. Nilai gaji pokok sama besarnya dengan upah minimum, hal ini apabila besaran UMR sebesar Rp 4.000.000, maka karyawan pun menerima upah sebanyak Rp 4.000.000
  3. Nilai gaji pokok lebih besar dari upah minimum, jika besaran nominal UMR sebanyak Rp 4.000.000, maka karyawan pun mendapat upah sebesar Rp 4.000.000

 

Apabila perusahaan Anda menggunakan ketentuan kebijakan poin 2 di atas, maka setiap ada kenaikan UMR, perlu melakukan revisi upah. Hal ini dikarenakan UMR terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.

 

Baca Juga: Daftar UMP 2021 di Indonesia, Ada yang Naik dan Turun! 

 

Permudah Pengelolaan Gaji Karyawan dengan Menggunakan Modul Payroll dari Software LinovHR

Mengelola gaji karyawan dengan metode manual tidaklah efektif. Selain itu, cara manual juga rentan terjadi kehilangan data-data penting perusahaan. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda dapat mulai beralih dengan menggunakan modul Payroll dari software HRD LinovHR.

Dengan didukung dengan beragam fitur pendukung, akan semakin memudahkan Anda dalam melakukan pengelolaan keuangan perusahaan. Tertarik untuk tahu lanjut soal modul Payroll? Silakan segera hubungi tim kami melalui laman tautan berikut.  

LinovHR.COM/Contact-Us/