Masa Pensiun

Hal Yang Harus Diketahui HR Mengenai Masa Pensiun

Masa Pensiun Menurut Undang-Undang

Undang-undang Ketenagakerjaan UU no. 13 Tahun 2003 tidak mengatur kapan saatnya pensiun ataupun batasan usia pensiun (BUP) untuk pekerja sektor swasta. Dalam pasal 167 ayat 1 UU Ketenagakerjaan disebutkan bahwa salah satu alasan pemutusan hubungan kerja adalah karena pekerja memasuki usia pensiun. Tetapi di sini tidak diatur secara jelas berapa usia pensiun yang dimaksudkan. Dengan tidak adanya peraturan yang usia yang jelas bagi pensiun, maka pihak HR harus mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan masa pensiun ini.

Jika tidak ada peraturan jelas mengenai usia yang ditentukan menjadi panutan usia pensiun, perusahaan bagian HR bisa mengaturnya sesuai panduan umum sesuai kebiasaan yang berlaku di perusahaan. Seperti dengan mengikuti UU Jamsostek. Dalam UU Jamsostek No. 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja menyebutkan batas usia pensiun. Juga mengenai dana pensiun menurutUU No. 11 tahun 1992, dana usia pensiun dapat dipakai saat usia 55 tahun sampai batas usia 60 tahun. Jadi ketentuan itu yang bisa dipakai HR dalam mengacu batas usia pensiun.

Tantangan Memasuki Masa Pensiun

HR harus memahami, menghadapi rekan kerja yang akan menjalani masa pensiun tidaklah mudah. Karena di masa menjelang pensiun ada hal-hal tertentu yang membuat mereka cemas, resah yang terkadang bisa mengganggu kinerja mereka.

Meskipun masa pensiun adalah hal yang wajar, tetapi itu seperti menghadapi ketidakpastian bagi beberapa orang karyawan yang akan menghadapinya. Rasa cemas itu bukan hanya memikirkan penghasilan yang mulai berkurang tapi bisa jadi mengenai kepribadian mereka. Karena mereka tidak aktif lagi bekerja dan mereka akan kehilangan komunitas tempat kerja mereka, memikirkan apa yang akan mereka lakukan di hari depan setelah memasuki masa pensiun.

Secara psikologis orang yang akan memasuki masa pensiun akan merasa tidak produktif dan tidak berharga lagi, dan cenderung merasa bingung. Inilah tugas HR untuk mengajak berbicara dari hati ke hati bagi karyawan yang akan pensiun. Pihak HR dapat menolong memberikan ketenangan pikiran dan memotivasi karyawan tersebut dan meyakinkan mereka bahwa mereka masih bisa produktif dengan mengerjakan hal yang sesuai.

 

Baca Juga: Total Motivasi, Kiat Tingkatkan Kinerja Karyawan

 

Mungkin sebaiknya karyawan yang akan memasuki masa pensiun 3-5 tahun ke depan diberikan ketentraman hati dan pandangan positif untuk memasuki masa pensiun mereka. Jika pihak HR melakukan hal ini, sangat diyakini karyawan yang memasuki masa pensiun akan tetap bekerja dengan baik untuk perusahaan sebelum mereka pensiun.

Hal lainnya yang bisa dilakukan oleh tim HR di perusahaan untuk rekan kerja yang akan memasuki masa pensiun adalah menolong mereka tentang mereka mengatur keuangan di waktu akan pensiun. Dalam hal ini HR bukan ikut campur mengenai persoalan karyawan tersebut, tetapi hanya sekedar membantu rekan yang akan pensiun. Karena rata-rata karyawan yang akan pensiun hanya akan menggunakan uang pensiun dari perusahaan dan BPJS untuk melanjutkan hidup sehari-hari mereka. Penting bagi tim HR mengadakan seminar khusus keuangan bagi karyawan yang akan pensiun untuk belajar mengatur dan mengelola keuangan setelah pensiun. Dengan seminar keuangan yang baik, diharapkan rekan kerja yang akan memasuki masa pensiun akan tetap tenang dan tidak bingung ketika pensiun sudah di depan mata.

 

Baca Juga: Cara Cepat Dan Tepat Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

 

Hal-hal ini yang dapat menolong rekan kerja yang akan pensiun dan menjaga kinerja karyawan tetap bagus sampai masuk masa pensiun. Apakah Anda punya ide lain?