Masa Probation

Bolehkah Memperpanjang Masa Probation?

Pernahkah Anda mendengar istilah masa probation? Jika Anda adalah seorang yang bekerja sebagai staf personalia, staf HRD, atau staf di bagian penerimaan pegawai, tentu Anda tidak asing dengan istilah yang satu ini. Pertanyaannya sekarang, bolehkah memperpanjang masa probation?

Pertanyaan ini umumnya dilontarkan oleh mereka yang bekerja di bidang rekrutmen pegawai seperti personalia atau HRD. Terkadang, karena karyawan baru dinilai masih belum memiliki kemampuan yang cukup, pihak perusahaan terkadang memilih untuk memperpanjang masa probation. Lantas, bolehkah memperpanjang masa percobaan ini? Ini penjelasannya, tapi sebelum membahasnya, penulis akan membehas dulu tentang apa itu probation.

 

Apa Itu Masa Probation?

Probation atau masa percobaan adalah waktu yang diberikan oleh perusahaan kepada pegawai baru untuk memperlihatkan kemampuan atau kelayakannya dalam menjalani pekerjaan yang sudah diberikan. Masa percobaan ini umumnya diberikan selama tiga bulan saja. Hal ini sesuai dengan perundang-undangan tentang ketenaga kerjaan. Lebih dari waktu tiga bulan berarti secara hukum pegawai tersebut sudah menjadi pegawai resmi dan mendapatkan hak dan kewajiban yang sama dengan pegawai lain termasuk mulai diterapkan UU tenaga kerja. Jadi, dalam hal ini setelah tiga bulan masa percobaan pegawai lulus atau tidak.

Pada masa probation ini sebenarnya pihak perusahaan hanya menilai apakah pegawai baru tersebut memang memiliki karakter yang cocok dengan posisi yang diberikan atau tidak. Apakah pegawai yang sudah direkrut tersebut sesuai dengan visi dan misi perusahaan atau tidak. Sementara masalah kemampuan, kinerja ataupun performance seharusnya sudah dapat dinilai pada saat rekrutmen atau wawancara.

Masa probation ini digunakan untuk rekrutmen karyawan tetap, sementara untuk karyawan kontrak tidak disyaratkan untuk masa probation. Dengan demikian, jika ada perusahaan yang memberlakukan masa probation untuk karyawan kontrak. Namun, dalam kenyataannya sering kali perusahaan memberlakukan masa percobaan untuk karyawan kontrak.

 

Perpanjangan Masa Probation

Masa probation sudah ditentukan berapa lama waktunya, yaitu hanya 3 bulan saja. Sesuai dengan UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN Pasal 60, perpanjangan masa probation tidak boleh dilakukan karena maksimalnya hanya tiga bulan saja. Jika karyawan lulus dalam masa percobaan tersebut, ia akan menjadi karyawan tetap. Sementara itu, jika ia tidak lulus pada masa probation, pegawai tersebut dipersilakan untuk mencari pekerjaan yang cocok dengan karakternya di tempat lain.

Lantas, apa yang harus dilakukan agar tidak terjadi perpanjangan masa percobaan atau masa probation ini? Hal yang mungkin dilakukan adalah dengan mengupayakan proses rekrutmen dilakukan dengan baik. Selama tes administrasi, tes tulis hingga tes wawancara seharusnya rekruter bisa menilai apakan calon karyawan tersebut sudah memenuhi kualifikasi dan memiliki kemampuan dalam menjalani pekerjaan tersebut atau tidak.

 

Baca Juga: https://www.linovhr.com/proses-rekrutmen-lebih-mudah-dengan-software-hrd-indonesia/

 

Dalam proses penerimaan pegawai yang baik, jika calon karyawan baru diseleksi dengan cara yang benar dan tepat, tentu akan didapatkan karyawan baru yang sesuai (cocok) dengan job desk, job profile, serta budaya atau iklim di perusahaan. Jika hal ini terjadi, masa probation selama 3 bulan cukup untuk menilai keompetensi dan karakternya.

Jadi, sistem rekrutmennya harus diperbaiki. Dibuat sebaik mungkin agar setiap calon karyawan bisa dinilai kemampuan dan kualifikasinya pada saat tes. Menggunakan sistem HR melalui Aplikasi HRD merupakan langkah yang cukup tepat. Dengan demikian, pada masa probation rekruter tinggal menilai apakah karakter calon pegawai sudah cocok belum dengan pekerjaannya.