Budaya organisasi

Budaya Organisasi Berkaitan Dengan Pelanggan Terbaik

Sekarang ini, beberapa pemimpin organisasi masih banyak yang menyangkal pentingnya budaya, padahal hal tersebut dapat membentuk dan menopang antara produktivitas karyawan dan hasil bisnis. Meskipun budaya organisasi penting bagi manajer untuk mencoba mengubah organisasi mereka dan bahkan auditor yang kini bekerja untuk mendokumentasikan budaya, seringkali ambigu dan sulit untuk mendefinisikan bagaimana budaya dalam organisasi itu sendiri.

 

Apa itu Budaya Organisasi? 

Sebelum masuk ke pengertian budaya organisasi, mari lebih memahami terlebih dahulu apa itu budaya. Secara sederhana, budaya merupakan suatu hal yang lebih dari sebuah bakat individu dan budaya merupakan lebih dari satu set nilai, perilaku, atau emosi yang dimaksudkan dan berasal dari internal. Jadi, budaya organisasi adalah value atau makna yang dianut bersama dan membedakan perusahaan dengan perusahaan lainnya. Asal budaya dalam organisasi berhubungan erat dengan budaya sang pendiri. Maksudnya, tata cara umum dan kebiasaan dalam segala hal yang ada di organisasi merupakan hasil dari perbuatan atau kebijakan pemimpin dan seberapa besar pencapaian yang berhasil diraih pada zaman itu

 

Tingkatan Budaya Organisasi Perusahaan

Harapan yang dibangun oleh perusahaan berkaitan dengan kinerja karyawan sebagai individu dari yang memiliki latar belakang bervariasi. Walau berasal dari latar belakang yang berbeda, karyawan akan memahami organisasi dengan budaya untuk penentuan tujuan yang serupa dan sejalan dengan tujuan perusahaan. Ada 3 tingkat budaya pemahaman yang dapat diketahui untuk menciptakan budaya dalam organisasi, antara lain: 

 

Tingkatan Pertama

Budaya terlihat melalui simbol-simbol, ritual, cerita, dan acara-acara lainnya. Ini adalah artefak budaya pertama yang kita alami ketika kita bergabung atau mengunjungi sebuah organisasi. 

 

Tingkat Kedua

Refleksi budaya tercermin dalam cara orang berpikir, berperilaku, dan merasa dalam organisasi, berdasarkan kriteria yang ditetapkan secara internal. Budaya muncul dalam nilai-nilai, norma-norma, aturan tak tertulis, respon emosional, atau arus bagaimana hal tersebut dilakukan dalam sebuah perusahaan. Kebanyakan definisi budaya tetap berada di tingkat pertama dan tingkat kedua ini. Namun, dapat dipercaya juga ada tingkat yang lebih maju mengenai pemahaman budaya yang membuatnya bahkan lebih berharga bagi para pemimpin bisnis.

 

Baca Juga : Efektifkah Penilaian Kinerja Karyawan metode 360 derajat

 

Tingkat ketiga 

Definisi budaya sebagai identitas organisasi seperti yang dirasakan oleh pelanggan organisasi tersebut, mewakili luar-dalam pandangan budaya. Misalnya, Amazon ingin dikenal untuk eksekusi disiplin pembelian pelanggan; Apple untuk desain dan kesederhanaan; Marriott untuk layanan yang luar biasa; Google untuk inovasi; dan seterusnya. Brand atau identitas ini menjadi hal yang dirasakan seluruh organisasi melalui bagaimana karyawan berpikir, berperilaku, dan merasa.

 

Untuk menciptakan budaya yang bagus, hal tersebut tidak cukup dengan hanya memiliki atau mengenali artefak budaya (yang ada pada tingkat pertama) atau untuk membentuk bagaimana perasaan orang, berpikir, dan bertindak berdasarkan kriteria internal (yang ada pada tingkat kedua). Sebaliknya, budaya yang menawan memastikan bahwa orang merasa, berpikir, dan bertindak secara konsisten dengan janji-janji yang dibuat kepada pelanggan dan stakeholder kunci lainnya (yang ada pada tingkat ketiga).

 

Bagaimana Budaya Organisasi Perusahaan Meningkatkan Pelanggan Terbaik?

Budaya organisasi perusahaan dapat meningkatkan kualitas mutu karyawan dalam perusahaan. Karyawan yang memahami, menghayati, dan mempraktekkan nya dengan sungguh-sungguh cenderung lebih produktif dan bekerja lebih memuaskan dibandingkan karyawan yang belum sepenuhnya memahami nya. Kinerja karyawan yang memuaskan akan menghasilkan produk bermutu dan berkualitas unggul. 

 

Baca Juga : 7 Cara Meningkatkan Etos Kerja untuk Karyawan di Perusahaan 

 

Saat perusahaan menyalurkan produk bermutu dan berkualitas kepada pasar dan dikonsumsi oleh masyarakat, perusahaan akan menerima apresiasi dan kepuasan dari pelanggan. Kepuasan pelanggan akan membuat pelanggan kembali lagi menggunakan produk perusahaan dan enggan untuk beralih ke kompetitor. Pada dasarnya mempertahankan pelanggan terbaik sama sulitnya dengan mendapatkan pelanggan baru. Hal ini disebabkan gempuran berbagai macam produk dari kompetitor untuk mempersuasi pelanggan beralih kepada mereka.   

Dengan demikian, budaya  yang baik akan berdampak besar pada pendapatan dan citra perusahaan secara luas. Perusahaan yang dapat menciptakan dan mempertahankan budaya yang baik akan mendapatkan berbagai keuntungan dan kemudahan dalam menjalankan bisnisnya. Sebaliknya jika budaya dalam perusahaan berjalan buruk, maka operasional perusahaan pun akan terhambat. Gambaran sederhana tersebut dapat menyimpulkan bahwa budaya organisasi perusahaan yang baik dapat meningkatkan pelanggan dan mempertahankan eksistensi perusahaan untuk bertahan di dunia bisnis.