Cuti Keguguran

Hak Cuti Keguguran untuk Karyawan, Bagaimana Mekanismenya?

Hak pekerja perempuan merupakan salah satu isu dalam dunia kerja yang sudah sangat familiar. Selain cuti haid dan cuti melahirkan, apakah Anda tahu bahwa ada cuti keguguran?

Untuk lebih lengkap mengenai cuti keguguran, simak ulasan berikut! 

 

Regulasi Cuti Keguguran Bagi Karyawan Perempuan

Perusahaan harus memastikan bahwa pekerja perempuan di kantornya mendapatkan hak-hak mereka yang telah diatur dalam peraturan perundangan juga ketetapan dari perusahaan masing-masing. 

Saat mengalami miscarriage atau keguguran, pekerja perempuan berhak mendapatkan cuti. Mengapa demikian?

Miscarriage Association menjelaskan bahwa efek yang ditimbulkan kepada fisik perempuan setelah mengalami keguguran dapat bermacam-bermacam.

Tentunya, efek yang ditimbulkan tidak hanya muncul dalam ukuran waktu hari bahkan sampai berminggu-minggu. 

Pada UU Cipta Kerja yang menggantikan UU Ketenagakerjaan telah diatur mengenai regulasi untuk cuti keguguran bagi karyawan perempuan. Namun, sama hal nya dengan UU Ketenagakerjaan yang berlaku sebelumnya, tidak ada perubahan yang dilakukan mengenai regulasi ini sehingga tetap berlaku regulasi pada UU Ketenagakerjaan. 

Kebijakan mengenai cuti keguguran ini dijelaskan pada pasal 82 UU Ketenagakerjaan.

Pada pasal ini dijelaskan bahwa pekerja atau buruh perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh istirahat 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter kandungan atau bidan. 

Namun, pengajuan waktu yang lebih lama untuk cuti keguguran bukan hal yang tidak mungkin. Anda bisa membawa surat keterangan dari dokter kandungan atau bidan.

Belum lagi, menghadapi hal ini tentu bukan hal yang mudah dan berkaitan dengan mental. Bagaimanapun pengajuan cuti keguguran dapat dilakukan oleh karyawan perempuan dan disesuaikan dengan kondisinya, baik fisik maupun mental. 

Bagaimana dengan upahnya?

Penjelasan mengenai upah ini kemudian lebih lanjut dijabarkan pada pasal 84 yang menyebutkan setiap pekerja atau buruh yang menggunakan hak waktu istirahat termasuk didalamnya istirahat karena keguguran berhak mendapat upah penuh. 

 

Jika Istri Karyawan Pria Mengalami Keguguran, Apakah Karyawan Tersebut Berhak Mengajukan Cuti?

Keguguran bukan hanya kehilangan bagi satu orang saja namun tentunya pasangan. Tentunya bukan hanya berdampak pada sang istri, namun suami juga merasakan dampak ini. 

Jika istri karyawan pria mengalami keguguran, karyawan tersebut dapat melakukan pengajuan cuti keguguran. Walaupun tentunya tidak selama cuti yang didapatkan oleh sang istri.

Sama hal nya dengan cuti melahirkan yang didapatkan oleh baik suami maupun istri, cuti keguguran juga berlaku demikian. 

Cuti yang didapatkan oleh karyawan lelaki yang istrinya mengalami keguguran yaitu selama 2 hari sesuai ketentuan pasal 93 UU Ketenagakerjaan. Selama kurun waktu yang diberikan itulah karyawan berhak cuti dan tetap mendapatkan upah penuh. 

 

Baca Juga: Apa Bedanya Cuti Berbayar dan Cuti Tidak Berbayar?

 

Kesimpulan

Peraturan mengenai cuti untuk pekerja perempuan memang semuanya sudah diatur dalam UU Cipta Kerja dan UU Ketenagakerjaan. Keguguran kandungan juga merupakan salah satu yang diberikan jatah cuti dari perusahaan. Perusahaan mungkin akan memiliki peraturan tersendiri yang tentunya harus tetap mengikuti kewajibannya mematuhi aturan tersebut. 

Pengajuan cuti sendiri seringkali memang menjadi hal yang tidak mudah. Selain jika dilakukan atas dasar hal-hal yang emosional dan tanpa perkiraan seperti salah satunya cuti karena keguguran ini, pengajuan cuti tidak dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. 

 

mobile ess

 

Bagian HRD sebagai pihak yang mengurus permasalahan cuti juga perlu melakukan administrasi dan hal-hal lain dulu sebelum melakukan approval cuti karyawan. Nah, agar tidak ribet dan pengajuan cuti lebih mudah, modul Time Management dari LinovHR bisa menjadi solusinya!

Melalui modul ini, karyawan dapat melakukan pengajuan cuti dengan lebih mudah dan cepat hanya tinggal mengisi data atau informasi yang dibutuhkan melalui website. Pihak HRD juga tidak akan kesulitan bertemu langsung dan melakukan administrasi yang rumit.

Karyawan yang mengalami keguguran bisa langsung mengajukan cuti dengan ESS. Setelahnya, pengajuan cuti akan lebih mudah di-approve melalui modul Time Management dari Software HR LinovHR.

 

Ingin info lebih lengkap mengenai modul Time Management? Ketuk tautan berikut ini!