Dividen Adalah: Pengertian, Jenis, Prosedur, Cara Menghitungnya

.

Newslater

Newsletter

Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini :

dividen adalah
Isi Artikel

Bicara soal investasi, khususnya saham, istilah “dividen” tentu tidak akan asing di telinga Anda. Bukan tanpa alasan, ini merupakan salah satu elemen penting dalam investasi saham.

Dividen adalah bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada para investor atau pemegang saham sebagai imbalan atas investasi mereka.

Hal ini bukan hanya sekadar bentuk apresiasi atas kepemilikan saham, melainkan juga salah satu metode bagi perusahaan untuk membalas kepercayaan dan investasi yang telah diberikan oleh para pemegang saham.

Mari simak artikel LinovHR ini lebih lanjut untuk memahaminya secara mendalam sehingga Anda dapat mengetahui pengertian, tujuan, faktor yang mempengaruhi, prosedur, dan cara menghitungnya!

 

 

Apa Itu Dividen?

Dividen adalah sebagian dari margin atau keuntungan perusahaan yang diterima oleh pemilik saham atau investor. Pembagian ini dilakukan secara berkala.

Hal ini diberikan sebagai imbal balik kepada investor yang telah menanamkan modal kepada perusahaan.

Ketika perusahaan meraih keuntungan, pemilik saham berhak mendapatkan sebagian dari laba tersebut.

Meski begitu, tidak selalu seluruh laba dialokasikan untuk pemilik saham. Karena sebagian keuntungan mungkin juga digunakan untuk meningkatkan modal perusahaan.

 

Pengertian Dividen Menurut Para Ahli

Ketika Anda terjun ke dunia investasi, dividen akan menjadi hal penting yang akan memengaruhi keputusan Anda. 

Karena itu, Anda harus memahaminya dengan baik. Mari simak beberapa pengertiannya menurut para ahli untuk memperdalam pemahaman Anda.

 

  • Scott Besley dan Eugene F. Brigham (2005)

Dividen adalah pembagian keuntungan kepada pemegang saham sebagai hasil dari kinerja perusahaan, entah itu berasal dari laba saat ini atau laba di periode sebelumnya.

 

  • Baridwan (1997)

Dividen adalah sebagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham sesuai dengan jumlah saham yang mereka miliki. 

Besarnya dapat bervariasi dari tahun ke tahun, tergantung pada kinerja laba perusahaan di tahun tersebut.

 

  • Nikiforous K. Laopodis (2013)

Dividen adalah pembayaran tunai yang diberikan kepada pemegang saham atau investor oleh perusahaan.

Pembayaran ini mencerminkan pengembalian investasi pemegang saham secara langsung atau tidak langsung dalam perusahaan tersebut.

 

  • Jamie Pratt (2011)

Dividen adalah distribusi uang tunai, saham, atau properti kepada pemegang saham.

Keputusan ini biasanya diambil oleh dewan direksi perusahaan setiap triwulan, dan jumlahnya ditentukan berdasarkan jumlah saham yang dimiliki oleh individu.

 

  • Paul D. Kimmel, Jerry J. Weygandt, dan Donald E. Kieso (2011)

Dividen adalah distribusi keuntungan perusahaan kepada pemegang saham sesuai dengan kepemilikan saham mereka.

Artinya, investor hanya akan menerima bagian dari laba yang sebanding dengan persentase saham yang mereka miliki dalam perusahaan.

 

Tujuan Dividen

dividen adalah
Tujuan dividen.

 

Salah satu tujuan perusahaan membayar dividen adalah untuk memberikan penghargaan kepada pemegang saham yang telah memercayai perusahaan tersebut. 

Ini juga bertujuan untuk menciptakan kestabilan hubungan antara perusahaan dan pemegang saham. 

Perusahaan yang secara konsisten memberikan dividen biasanya dipandang positif oleh investor karena menunjukkan komitmen yang baik terhadap pemegang saham.

Dengan memberikan secara berkala, perusahaan dapat memelihara hubungan positif dengan investor dan membangun kepercayaan jangka panjang.

 

Jenis Dividen

Dividen hadir dalam beberapa jenis yang masing-masing memiliki karakteristik tertentu. Setiap perusahaan mempunyai kebijakan berbeda terkait hal ini. Simak pemaparannya berikut ini:

 

1. Tunai

Sesuai namanya, jenis ini diberikan dalam bentuk uang tunai kepada pemegang saham.

Jenis ini juga tergolong sebagai jenis yang paling umum serta disukai oleh pemilik saham karena memberikan penghasilan yang dapat langsung digunakan.

Pembayarannya dapat dilakukan beberapa kali dalam setahun, tergantung pada kebijakan perusahaan. Biasanya ini akan dikenai pajak sesuai peraturan yang berlaku.

 

2. Saham

Ini diberikan kepada investor dalam bentuk saham perusahaan. 

Hal ini terjadi ketika perusahaan memiliki uang tunai terbatas dan memilih untuk mengalihkan dividen ke dalam bentuk saham. 

Pembagian ini umumnya dibuat merata di antara semua pemegang saham.

 

3. Properti

Ini diberikan kepada pemegang saham dalam bentuk aset atau properti. Jenis ini relatif jarang terjadi karena prosesnya tergolong rumit.

Perusahaan mungkin memilih untuk memberikannya dalam bentuk properti ketika tidak memiliki cukup uang tunai untuk dibagikan.

 

4. Skrip

Jenis ini dibayarkan dalam bentuk surat perjanjian utang, di mana perusahaan berjanji untuk memberikannya pada tanggal yang ditentukan di masa depan. 

Biasanya, ini dipilih perusahaan ketika keuangan mereka tidak cukup untuk melakukan pembayaran dengan segera, sehingga dikeluarkanlah surat perjanjian utang kepada pemegang saham sebagai jaminan.

 

5. Likuidasi

Ini terjadi ketika perusahaan menghadapi kebangkrutan, tetapi masih memiliki aset yang dapat dijual. Di situasi ini, sisa aset yang tersisa akan dibagikan kepada pemegang saham.

Namun jika tidak ada aset perusahaan yang tersisa, pemegang saham mungkin tidak akan mendapatkan pembayaran apapun.

 

Faktor-faktor yang Memengaruhi Dividen

Pemberian dividen kepada para investor dipengaruhi oleh beberapa faktor, berikut ini di antaranya:

 

1. Profitabilitas

Perusahaan akan membagikan laba hanya jika perusahaan menghasilkan profit atau laba. 

Keuntungan perusahaan juga menentukan proporsi yang dibagikan kepada para pemegang saham.

 

2. Rencana Pertumbuhan Perusahaan dan Ketersediaan Dana

Perusahaan dapat menahan labanya jika memiliki rencana untuk menginvestasikannya kembali untuk ekspansi.

Namun apabila laba perusahaan cukup untuk mendanai strategi pertumbuhan dan ekspansinya, perusahaan dapat membayar dividen.

 

3. Likuiditas

Tingkat likuiditas juga menjadi salah satu pertimbangan utama. Sebab, pembayaran dividen umumnya menggunakan uang tunai.

Semakin besar cadangan kas dan likuiditas perusahaan, semakin besar kemampuannya untuk melakukan pembayaran.

Namun, perusahaan yang sedang tumbuh dan membutuhkan dana untuk investasi cenderung memiliki likuiditas yang lebih rendah.

 

4. Keadaan Pemegang Saham

Komposisi pemegang saham juga memainkan peran penting dalam kebijakan ini. Dalam hal ini, manajemen akan memperhatikan preferensi pemegang saham.

Misalnya, jika pemegang saham lebih menyukai aset produktif, maka perusahaan dapat membagikan sebagian dari laba dalam bentuk saham atau properti.

 

5. Pembatasan Hukum

Kebijakan hukum juga dapat memengaruhi kebijakan pembagian dividen perusahaan. 

Hal ini meliputi peraturan jumlah dividen yang dapat dibayarkan, persyaratan untuk melaporkannya kepada pihak otoritas, dan sebagainya. 

Kebijakan hukum dapat membatasi fleksibilitas perusahaan dalam menentukan besaran yang akan dibagikan.

 

Cara Menghitung Dividen

PT Elektronik Maju memiliki 800.000 lembar saham dan melaporkan laba bersih tahunan sebesar Rp1.200.000.000,-. 

Mereka telah menetapkan kebijakan dividend payout ratio sebesar 30 persen dari laba bersih. Dengan data ini, perhitungan dividen untuk PT. Elektronik Maju adalah sebagai berikut:

Dividen = Laba bersih x Dividen Payout Ratio 

= Rp1.200.000.000 x 30%

= Rp360.000.000 dividen per saham 

= Rp360.000.000 / 800.000 lembar saham 

= Rp450 per lembar saham

Baca Juga: Kepemilikan Saham Bagi Karyawan atau ESOP, Perlukah?

 

Mekanisme Pembagian Dividen 

Terdapat prosedur yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mendistribusikan sebagian dari keuntungan mereka kepada para pemegang saham. Berikut adalah mekanismenya:

 

1. Tanggal Pengumuman

Tanggal pengumuman adalah waktu ketika perusahaan secara resmi mengumumkan jumlah dan bentuk dividen yang akan dibayarkan serta jadwal pembayarannya.

Informasi ini juga mencakup tanggal pencatatan, tanggal pembayaran, dan besarnya per lembar saham.

 

2. Tanggal Pencatatan

Kemudian, ada pula pada tanggal pencatatan, di mana perusahaan mencatat siapa pemegang sahamnya.

Pemegang saham yang terdaftar pada saat ini memiliki hak untuk menerima imbalan dari investasi yang dilakukannya.

Namun, pemegang saham yang tidak terdaftar atau menjual saham sebelum tanggal pencatatan akan kehilangan haknya.

 

3. Tanggal Cum-Dividend

Ini adalah tanggal terakhir di mana pemegang saham dapat membeli saham dan masih memiliki hak untuk menerima dividen, baik dalam bentuk uang tunai atau saham.

 

4. Tanggal Ex-Dividend

Pada tanggal ex-dividend, pembeli saham baru tidak lagi memiliki hak untuk menerima dividen.

Artinya, jika seorang investor membeli saham di tanggal ini atau setelahnya, dia tidak akan memenuhi syarat untuk menerima sebagian laba dari perusahaan di periode tersebut.

 

5. Tanggal Pembayaran 

Pada tanggal pembayaran, perusahaan akan melakukan pembayaran kepada pemegang saham yang memiliki hak untuk menerima imbal dari investasinya sesuai dengan jenis yang telah ditentukan sebelumnya.

Pembayaran tersebut bisa dalam dua hal, baik itu dalam bentuk uang tunai atau saham.

 

Perbedaan Capital Gain dengan Dividen 

Investasi saham melibatkan konsep penting yang dikenal dengan istilah ‘dividen’ dan ‘capital gain‘.

Kedua istilah ini menggambarkan jenis keuntungan yang bisa diperoleh melalui aktivitas perdagangan saham.

Terkadang, keduanya sulit dibedakan sehingga Anda dapat mencari tahu perbedaan sebagai berikut:

 

1. Berdasarkan Waktu Perolehan

Dividen umumnya dibagikan setahun sekali, ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Sebaliknya, capital gain diperoleh ketika seorang investor menjual sahamnya setelah mengalami kenaikan harga.

 

2. Berdasarkan Jumlah Pendapatan

Besaran dividen telah ditentukan pada saat RUPS dan tergantung pada jumlah saham yang dimiliki oleh investor. 

Sebagai contoh, jika dividen adalah Rp50 per lembar saham, pemegang 10.000 lembar saham akan menerima Rp500.000. 

Di sisi lain, capital gain ditentukan oleh selisih antara harga beli dan harga jual saham. Semakin besar selisihnya, semakin besar pula capital gain yang diperoleh.

 

3. Berdasarkan Sifat Pendapatan

Dividen bersifat pasif karena investor hanya menunggu perusahaan membagikan laba tanpa banyak melakukan aktivitas perdagangan.

Sementara itu, capital gain memerlukan aktivitas aktif, seperti perdagangan dan analisis teknikal. 

Investor yang mengejar capital gain biasanya memiliki tujuan jangka pendek, sedangkan mereka yang mengejar dividen lebih fokus pada tujuan jangka panjang.

Dividen memberikan pemegang saham kesempatan untuk merasakan manfaat langsung dari investasi mereka, yang kemudian dapat menjadi sumber pendapatan pasif.

Hal ini juga dapat menunjukkan konsistensi dan kesehatan finansial perusahaan sehingga para investor tertarik untuk melanjutkan investasi kepada perusahaan, yang pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Semoga artikel LinovHR di atas dapat memperkaya pemahaman Anda.

Tentang Penulis

Picture of Lala
Lala

SEO Content Writer yang andal dengan kemampuan analisis tinggi terkait bidang HR dan mampu mengubahnya menjadi artikel informatif dan teroptimasi secara SEO.

Bagikan Artikel Ini :

Related Articles

Newslater

Newsletter

Tentang Penulis

Picture of Lala
Lala

SEO Content Writer yang andal dengan kemampuan analisis tinggi terkait bidang HR dan mampu mengubahnya menjadi artikel informatif dan teroptimasi secara SEO.

Artikel Terbaru

Telusuri informasi dan solusi HR di sini!

Subscribe newsletter LinovHR sekarang, ikuti perkembangan tren HR dan dunia kerja terkini agar jadi yang terdepan di industri

Newsletter