proses produksi

Menggali Faktor dan Proses Produksi Perusahaan Manufaktur

Produksi adalah kegiatan yang tak asing lagi dalam perusahaan manufaktur. Produksi melibatkan serangkaian proses dan mesin yang berguna untuk mengolah dan memproses bahan mentah menjadi lebih berarti. Produksi secara keseluruhan akan berpengaruh kepada output produk, pendapatan perusahaan, hingga image perusahaan. Itulah sebabnya mengapa perusahaan sangat menjaga proses dalam produksi dengan ketat. Sebenarnya apa sih itu proses produksi? Dan apa alasan mengapa banyak perusahaan yang mementingkannya? Simak pembahasan LinovHR di bawah ini! 

 

Pengertian Proses Produksi

Proses produksi adalah serangkaian metode atau kegiatan yang mengkombinasikan berbagai faktor produksi untuk menghasilkan suatu produk yang memiliki manfaat bagi masyarakat. Bahan mentah atau bahan setengah jadi akan diproses menghasilkan suatu produk siap pakai. Tujuan utama perusahaan melakukan produksi dapat dijabarkan sebagai berikut: 

  1. Menghasilkan barang atau jasa;
  2. Menjaga kelangsungan dan keberadaan perusahaan;
  3. Menambah nilai terhadap suatu barang;
  4. Menghasilkan suatu produk;
  5. Mendapatkan keuntungan atau profit;
  6. Menggantikan produk yang habis atau rusak;
  7. Memenuhi permintaan pasar, baik lokal maupun internasional. 

 

Jenis proses produksi

Ada produksi yang membutuhkan waktu lama seperti perancangan dan pembangunan gedung perkantoran, pembuatan kapal, dan sebagainya. Akan tetapi, ada pula produksi yang relatif singkat seperti  pembuatan makanan ringan yang bisa langsung dinikmati begitu produk selesai diproduksi. Dikelompokkan berdasarkan cara dan durasinya, proses produksi dibedakan menjadi beberapa jenis: 

 

Produksi Jangka Pendek

Metode dan cara dalam produksi jangka pendek relatif cepat. Barang yang dihasilkan juga bisa langsung dinikmati Contoh barang dari produksi jangka pendek adalah makanan seperti roti bakar, kukis, dan lain-lain.

 

Produksi Jangka Panjang

Sesuai namanya, waktu dan durasi yang diperlukan dalam produksi ini cukup panjang. Hal tersebut dikarenakan diperlukan beberapa urutan tahap dan proses yang lama dam butuh penanganan ekstra. Contoh adalah penanaman padi, membangun rumah, dan sebagainya. 

 

Produksi Terus-Menerus

Suatu produk tertentu terkadang membutuhkan berbagai macam pengolahan terus menerus dan bertahap hingga bahan baku mentah menjadi barang jadi. Contohnya adalah pabrik karet, dimana karet harus diambil terlebih dahulu getahnya dari pohon karet. Kemudian akan diolah kembali menjadi bahan setengah jadi yang siap untuk digunakan dalam berbagai macam produksi bahan keperluan masyarakat. 

 

Baca Juga: Perusahaan Manufaktur dan Hubungannya dengan Perusahaan Dagang

 

Produksi Berselingan

Produksi berselingan menghasilkan sebuah barang dengan cara menggabungkan beberapa barang menjadi barang jadi. Contohnya adalah proses pembuatan sepeda, setiap bagian sepeda seperti sadel, rantai, ban, dan lainnya yang diproduksi terpisah akan digabungkan sedemikian rupa menjadi sepeda. 

 

Alasan Mengapa Proses Produksi Penting

Kualitas produksi tak dapat dipisahkan dari faktor produksi. Tanpa kelima faktor produksi tersebut, sebuah proses produksi tak akan berjalan lancar. Faktor-faktor produksi yang dimaksud adalah: 

  1. Sumber daya alam berupa bahan baku dari alam guna memproduksi barang;
  2. Sumber daya manusia sebagai tenaga kerja yang akan membantu perusahaan memproduksi barang;
  3.  Modal yang terdiri dari alat dan sejumlah dana yang mendukung perusahaan menjalankan operasional produksi;
  4. Keahlian guna mengkoordinasikan dan mengelola faktor produksi agar berada di jalur yang tepat; 
  5. Sumber daya informasi berupa informasi proyeksi kondisi pasar, data bahan baku, dan pengetahuan karyawan. 

Misalkan saja muncul gangguan dari segi sumber daya alam yaitu pasokan bahan baku yang terhambat. Hal tersebut akan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk memproduksi barang dan mendapatkan profit. Seharusnya perusahaan mampu memproduksi barang sesuai target, tetapi karena pasokan bahan baku terhambat,  perusahaan tidak mampu untuk memenuhi target tersebut. Akibatnya perusahaan akan kehilangan peluang untuk memenangkan pasar karena barang yang diproduksi terlalu sedikit. Perusahaan pun tidak dapat memenuhi permintaan pasar dan akhirnya konsumen berpaling menggunakan produk kompetitor.

Contoh lainnya adalah wawasan atau pengetahuan karyawan yang tidak mumpuni untuk melakukan produksi. Kekurangan pengetahuan dalam aspek produksi akan mempengaruhi karyawan menjadi lalai dan riskan melakukan kesalahan produksi. Produk yang dihasilkan dari suatu kesalahan produksi tentunya diragukan mutu dan kualitasnya. Jika produk yang tidak sesuai tersebut terlanjur jatuh ke tangan konsumen atau masyarakat, pandangan masyarakat akan buruk terhadap citra perusahaan. Itulah sebabnya mengapa faktor dan proses produksi sangat penting dalam perusahaan. 

 

Menjaga Kualitas Mutu Proses Produksi

Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa menjaga kualitas mutu produksi adalah kewajiban bagi semua perusahaan. Ada berbagai macam cara yang dilakukan perusahaan untuk menjaga kualitas dan mutu produksi. Contohnya menerapkan sistem quality control yang ketat untuk memastikan hanya produk terbaik yang diterima masyarakat dan meminimalisir adanya produk gagal atau salah produksi. Tindakan lain yang bisa dilakukan perusahaan adalah memilih distributor yang berkualitas untuk menjaga mutu barang yang dihasilkan. Jadi tidak ada lagi kekhawatiran jika bahan baku akan terlambat datang atau kualitasnya menurun.

Salah satu faktor produksi yang paling penting adalah sumber daya manusia atau karyawan. Ketika perusahaan mampu mengelola karyawan dengan baik, maka karyawan akan betah dan mampu berkontribusi dengan maksimal untuk kesuksesan produksi.

HRD selaku divisi yang berwenang untuk mengadakan pelatihan dan pengembangan kinerja terhadap karyawan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan karyawan untuk produksi. Merencanakan pelatihan dan pengembangkan kinerja karyawan tersebut bisa dilakukan dengan Software HRD dari LinovHR.  Dengan begitu, kualitas proses produksi pun terjaga dan karyawan dapat bekerja dengan optimal untuk mensukseskan proses produksi.