gaji yang diharapkan

5 Tips Menjawab Gaji Yang Diharapkan Bagi Fresh Graduate

Uang adalah hal penting yang dibutuhkan oleh setiap manusia untuk bertahan hidup di dunia modern seperti saat ini. Manusia pada umumnya bekerja untuk mendapatkan gaji setiap bulannya. Namun, terkadang gaji yang diharapkan tidak sesuai dengan kebutuhan.

Gaji merupakan suatu bentuk upah atau imbalan dari apa yang sudah kita lakukan ke perusahaan tempat kita bekerja. Gaji setiap orang tentunya berbeda-beda, bergantung dari jenis pekerjaan apa yang dilakukan, tak terkecuali bagi seorang fresh graduate.

Bagi seorang fresh graduate yang baru saja lulus, tentu saja memiliki harapan untuk cepat mendapat pekerjaan. Selain itu, harapan untuk memiliki jalan karir yang bagus, serta gaji yang besar pada saat bekerja nanti tentu menjadi dambaan setiap lulusan baru.

Namun, tidak semua fresh graduate mendapatkan bayaran yang sesuai dengan harapan mereka. Maka dari itu, pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai tips menjawab jika ditanya gaji yang diharapkan terutama bagi para lulusan baru.

Kira-kira apa saja ya tipsnya? Yuk, kita simak lebih dalam lagi!

 

Jangan Pasrah, Tapi Negosiasikan

Tak bisa dipungkiri bahwa, mencari pekerjaan bukan hal yang mudah khususnya bagi lulusan baru perguruan tinggi.

Terlebih di masa pandemi Covid-19 seakan membuat kesempatan mendapatkan pekerjaan tersebut lebih mengecil. Maka tak heran jika banyak lulusan baru yang kesulitan mencari pekerjaan pertama mereka hingga berujung pada keputusasaan.

Banyak sekali para lulusan baru yang pasrah ketika mendapatkan tawaran gaji lebih kecil dari yang mereka harapkan, karena adanya faktor keputusasaan tadi ketika mencari pekerjaan.

Namun perlu diketahui bahwa, pasrah ketika proses negosiasi gaji berlangsung pun bukan merupakan opsi yang baik. Anda harus bisa membuat diri sendiri mendapatkan upah yang layak atas apa yang akan Anda kerjakan dan berikan kepada perusahaan nantinya.

Anda harus memberanikan diri untuk mendiskusikan besaran gaji dengan perusahaan tempat Anda akan bekerja nantinya.

 

Baca juga: Apa Itu Upah? Simak Pengertiannya Serta Perbedaan Gaji dengan Upah Berikut Ini

 

Tips Menjawab Besaran Gaji yang Diharapkan

Bagi Anda yang seorang lulusan baru sedang bingung jika ditanya gaji yang diharapkan oleh perusahaan, bisa untuk menyimak beberapa poin penting di bawah ini.

Lakukan Observasi

Poin pertama ini merupakan sangaat penting untuk dilakukan oleh para jobseeker, termasuk para lulusan baru.

Sebelum lanjut pada tahap negosiasi, anda perlu melakukan riset atau observasi mengenai rata-rata besaran gaji dari bidang atau posisi yang akan ditempati nantinya.

Anda juga perlu untuk mengetahui besaran UMR atau UMP dari wilayah tempat perusahaan tersebut berada. Setelah mengetahui besaran UMR/UMP dan rata-rata gaji dari bidang yang anda geluti, setelah itu baru bisa menuju ke tahap negosiasi.

Lakukanlah observasi dan riset sebanyak-banyaknya agar ketika proses negosiasi berlangsung, Anda memiliki argumentasi yang kuat dan realistis, sehingga Anda bisa mendapatkan kisaran gaji yang diharapkan.

 

Baca juga: Sudah Sah! Berapa Persen Kenaikan Gaji UMR 2022?

 

Bila Diharuskan untuk Menyebut Angka, Sebutkan Range Saja

Ketika proses negosiasi gaji sedang berlangsung dan Anda sedang ada di kondisi yang mengharuskan diri Anda untuk menyebutkan besaran angka gaji yang diharapkan, maka sebutkanlah berdasarkan rentang nominalnya.

Dengan menyebutkan rentang gaji, perusahaan nantinya dapat menyesuaikan budget yang dimiliki dengan besaran gaji yang Anda iinginkan. Dengan begitu, kemungkinan besar proses negosiasi gaji bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan keinginan dari kedua belah pihak.

 

Perhatikan Benefit Lain di luar Gaji Pokok

Jangan hanya berfokus pada besaran gaji pokok yang diberikan oleh perusahaan. Anda juga harus melihat dan mempertimbangkan benefit lain di luar dari gaji pokok yang di dapatkan setiap bulannya.

Benefit yang dimaksud bisa berupa tunjangan atau kesempatan untuk mengasah kemampuan, seperti mengikuti kursus atau workshop bersertifikat yang disediakan oleh perusahaan, dan bisa juga melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Selalu pastikan Anda melihat segala peluang dan juga benefit di luar gaji pokok. Sehingga bukan hanya gaji pokok saja yang tinggi, tetapi kemampuan serta skills Anda bisa bertambah dan berkembang lebih jauh lagi.

 

Sesuaikan Gaji dengan Level Kemampuan

Poin satu ini juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Menyesuaikan gaji dengan level kemampuan yang dimiliki, akan membuat gaji yang anda minta tetap realistis dan wajar di mata perusahaan.

Karena tidak mungkin Anda meminta gaji level manager, sedangkan kemampuan serta pengalaman yang ada dalam bekerja baru setingkat dengan entry level. Begitu juga sebaliknya, jika pengalaman bekerja yang Anda miliki sudah banyak, jangan meminta gaji untuk kelas entry level, ya!

Penting sekali untuk mengetahui level dan kemampuan yang kita miliki untuk proses negosiasi gaji nantinya.

 

Perkirakan Estimasi Pengeluaran Bulanan

Jangan asal menembak gaji yang Anda inginkan, jika Anda sendiri tidak tahu berapa besaran pengeluaran yang harus dikeluarkan setiap bulannya!

Lakukanlah perhitungan atau estimasi pengeluaran setiap bulannya.

Sebagai contoh, rata-rata gaji dari bidang yang anda lamar yaitu sebesar 3,5 jt per bulannya. Lalu, setelah melakukan perhitungan pengeluaran per bulan, Anda mendapatkan angka pengeluaran sebesar 1 jt. Maka dari itu idealnya 3,5 jt ditambahkan dengan pengeluaran Anda yaitu 1 jt, sehingga angka gaji yang layak didapatkan berkisar di antara 4,5 jt sampai dengan 5 jt per bulannya.

 

Jangan Cepat-cepat Mengambil Keputusan

Terburu-buru atau terlalu cepat dalam mengambil suatu keputusan bukanlah hal yang baik. Terlebih jika Anda berada pada posisi yang tidak diuntungkan.

Tetaplah tenang dan pikirkan dengan matang mengenai tawaran-tawaran yang Anda dapatkan dari perusahaan. Bersikaplah profesional dan tetap tunjukkan rasa hormat kepada perusahaan, meskipun mereka menawarkan gaji yang tidak sesuai dengan harapan yang Anda inginkan.

Perlu diingat bahwa anda boleh untuk meminta waktu sejenak untuk berpikir, terlebih jika keputusan yang diambil nantinya akan berdampak pada hidup Anda sendiri, tapi sebaiknya jangan terlalu lama dalam memberikan jawaban gaji yang diharapkan agar perusahaan tidak mencari kandidat lain.

 

Baca juga: Apa Beda Gaji Bersih dan Gaji Kotor? Intip Ulasan Berikut, Yuk!

 

Itulah beberapa pembahasan mengenai tips menjawab gaji yang diharapkan dan cara menjawab dengan benar, terutama bagi para lulusan baru. Diharapkan dengan membaca ulasan ini,  Anda bisa mendapatkan gaji pertama yang sesuai dengan yang diharapkan.

Tetap tenang dan pelajari lebih banyak referensi mengenai cara negosiasi gaji yang baik dan benar. Semoga bermanfaat!