generasi y

HR Wajib Tahu! Serba-serbi Manajemen Kerja Generasi Y

Saat ini sering kita dengar istilah penggolongan generasi. Mulai dari generasi boomer, millennial, generasi x, y, z dan sebagainya. Setiap generasi mewakili zamannya masing-masing. Setiap generasi juga memiliki ciri khasnya tersendiri termasuk dalam budaya kerja.

Pada ulasan kali ini akan lebih menitikberatkan kepada generasi Y. Bagi Anda yang bergerak di bidang human resources, pengetahuan tentang karakteristik usia dan generasi sangat penting adanya. Karena menyangkut manajemen dan cara kerja agar Anda dapat memanfaatkan secara maksimal potensi yang ada. 

 

Mengenal Tentang Teori Generasi 

Graeme Codrington bersama Sue Grant-Marshall dalam Penguin tahun 2004 membuat klasifikasi generasi berdasarkan tahun kelahiran. Secara umum mereka menggolongkan generasi menjadi 5 yaitu:

 

1. Generasi Baby Boomer (1946 – 1964)

Setiap individu yang lahir pada tahun 1946 sampai dengan 1964 masuk ke dalam generasi baby boomer. Penanda utamanya adalah generasi ini lahir tepat setelah perang dunia II. Ciri khas generasi ini adalah mereka memiliki banyak keturunan, cepat beradaptasi dan dipandang memiliki banyak pengalaman asam garam kehidupan. 

 

2. Generasi X (1965 – 1980)

Setelah baby boomer kemudian terdapat generasi X yang lahir antara tahun 1965 sampai 1980. Pada era ini mulai muncul perkembangan teknologi. Bisa dikatakan generasi ini adalah yang pertama merasakan teknologi. Transisi perkembangan teknologi sangat cepat. Begitu juga dalam perkembangan budaya. Era ini mulai mengenal personal computer yang masih menggunakan floppy disk, menonton MTV dan muncul perilaku rebel seperti menggunakan ganja dan budaya punk. 

 

3. Generasi Y (1981 – 1994)

Inilah generasi yang sering disebut oleh banyak orang. Generasi Y adalah sebuah generasi yang disebut juga sebagai generasi millenial.  Hal ini terjadi karena teknologi yang sudah berkembang semakin baik. Selain itu saat mereka beranjak dewasa, mereka memasuki usia emas pada tahun 2000. Dimana tahun yang sama sering disebut juga sebagai abad millenium. Generasi ini hidup di era dimana komputerisasi sangat berkembang dan media sosial dimulai dengan kehadiran Yahoo!, Friendster, Blog, kemudian Facebook dan lain sebagainya. 

 

4. Generasi Z (1995 – 2010)

Generasi Z seringkali disebut sebagai iGeneration. Di masa ini mereka tumbuh di tengah teknologi dan bersentuhan dengan teknologi sejak usia dini. Bisa dikatakan generasi Z adalah upgraded version dari generasi Y. Mereka sangat cepat beradaptasi menggunakan teknologi. Mereka menikmati masifnya perkembangan sistem operasi android dan iOS. Generasi setelah generasi Z disebut dengan generasi alpha (2011 – 2025). 

 

Karakteristik Generasi Y

Generasi Y memiliki beberapa karakteristik seperti berikut ini:

  1. Memiliki kepribadian yang berbeda-beda menyesuaikan dari status sosial ekonomi, lokasi tempat tinggal dan dibesarkan.
  2. Berani berkespresi.
  3. Melihat kekurangan yang ada dari generasi X dan baby boomer dan ingin mengubahnya.
  4. Gaya komunikasi sangat terbuka dibanding generasi diatasnya
  5. Kehidupan sangat terpengaruh dengan teknologi, terutama penggunaan media sosial.
  6. Memiliki pandangan politik yang terbuka.
  7. Memiliki ketertarikan khusus terhadap kekayaan.
  8. Cepat menguasai teknologi baru.
  9. Mengalami perkembangan teknologi dari tahap development awal sampai era saat ini.  

 

Baca Juga: 7 Tips Adaptasi di Lingkungan Kerja Baru untuk Fresh Graduate

 

Budaya Kerja Generasi Y 

Generasi Y memiliki budaya kerja yang unik dan berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Berikut diantaranya:

  1. Idealisme yang tinggi
  2. Menyukai remote working. Mereka tidak lagi memandang pentingnya kehadiran fisik di tempat kerja. Selama kualitas yang dihasilkan setara maka bekerja bisa dimana saja
  3. Ingin mengembangkan diri. Bagi millennial, gaji bukanlah faktor terpenting. Mereka mencari tantangan dan kesempatan untuk berkembang
  4. Berusaha memberikan kontribusi di pekerjaan. 
  5. Mereka adaptif dan hebat melakukan multitasking didukung oleh penguasaan teknologi. 

 

Perbedaan Generasi X, Y dan Z

Setiap generasi memiliki karakteristik yang menjadi pembeda antara generasi satu dan yang lain. Terlebih lagi dalam dunia kerja, terdapat perbedaan pola pikir dan tujuan. Hal ini disebabkan oleh perkembangan teknologi dan era kelahiran. 

 

Generasi X

Generasi X adalah keturunan dari baby boomers. Didikan dari generasi sebelumnya menjadikan mereka sebagai pekerja keras serta memiliki kedisiplinan tinggi. Tetapi mereka bukan sekedar bekerja keras namun juga memberikan penghargaan kepada diri sendiri. Motto mereka adalah work hard play hard. 

 

Generasi Y

Generasi Y atau yang sering disebut juga generasi millenial ini memiliki toleransi yang tinggi. Mereka sangat menghargai perbedaan dan idealisme serta kurang menyukai hal-hal monoton dan tidak praktis. Wawasan mereka yang sangat luas menjadikan mereka terbuka dengan ide bekerja di luar kantor. Walaupun mereka menjadi karyawan namun jiwa entrepreneurship mereka sangat kuat. Mereka ingin memiliki kontribusi yang positif dan bekerja bukan melulu mengejar gaji, namun demi aktualisasi diri.

 

Baca Juga: 8 Soft Skill Wajib untuk Fresh Graduate Agar Cepat Kerja

 

Generasi Z

Generasi Z adalah generasi digital yang telah “matang”. Mereka mampu mengaplikasikan teknologi dalam bentuk yang mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Mereka cenderung mampu melakukan banyak hal dalam satu waktu. Memiliki pola pikir sangat fleksibel, mampu berpindah secara cepat dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Karena itu mereka tidak menyukai hal yang terlalu bertele-tele. 

 

Maksimalkan Potensi Generasi Y dengan Menggunakan LinovHR

Agar potensi dari generasi Y dapat dimanfaatkan dengan baik maka pihak manajemen dapat melakukan beberapa hal.  Salah satunya adalah pengaplikasian teknologi berupa software LinovHR. LinovHR adalah aplikasi anak bangsa untuk memudahkan segala keperluan human resources. 

Bukan hanya perusahaan yang bisa merasakan manfaat LinovHR, namun juga pekerjanya. Anda bisa menjadikan generasi Y yang bekerja di perusahaan merasakan kemandirian layaknya entrepreneur! Fitur terbaik LinovHR bagi karyawan adalah Modul Employee Self Service (ESS). Modul ini memberikan fleksibilitas yang diinginkan karyawan sekaligus memberikan data yang diperlukan oleh perusahaan. 

Modul ESS membuat karyawan dapat mengatur segala keperluan human resources secara mandiri. Karena modul ESS membuat karyawan dapat mengatur jadwal kerja, jadwal meeting secara online, izin sakit, dan lain sebagainya. Karyawan bahkan dapat mencatat tugas-tugas yang mereka kerjakan setiap harinya menggunakan software LinovHR. Dengan begitu walaupun bekerja secara remote, perusahaan tetap mendapatkan hasil maksimal. 

Generasi Y memiliki karakteristik yang unik. Salah satunya adalah jiwa entrepreneurship yang tinggi dan kemampuan penggunaan teknologi. Dengan LinovHR, karyawan generasi Y akan mendapatkan kepraktisan dan kemandirian yang mereka cari. Penggunaan teknologi human resources ini juga akan meningkatkan kepuasan kerja yang mereka rasakan.

Undang kami untuk melakukan Demo Software HR LinovHR melalui tautan berikut ini linovhr.com/demo-app-now/