Grafik Kinerja Karyawan

Mengenal Metode Grafik Kinerja Karyawan dan Manfaatnya

Perusahaan dengan karyawan yang produktif, berdedikasi, dan mampu mencapai target yang sudah ditetapkan akan memiliki keunggulan kompetitif yang jelas.

Nah, untuk mengelola kinerja karyawan secara efektif, metode grafik kinerja karyawan telah menjadi alat yang populer digunakan oleh banyak organisasi.

Kali ini LinovHR akan menjelaskan tentang metode kinerja karyawan, serta manfaatnya yang bisa diperoleh oleh sebuah perusahaan. Simak selengkapnya dibawah ini.

 

 

Pengertian Grafik Kinerja Karyawan

Grafik kinerja karyawan adalah alat yang digunakan dalam proses penilaian kinerja pegawai secara bertahap.

Grafik ini didasarkan pada kondisi kerja karyawan, terutama apakah karyawan tersebut sudah mencapai standar kinerja yang telah ditetapkan oleh organisasi atau perusahaan.

Biasanya grafik ini memiliki format formal tertentu sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Umumnya mencakup informasi mengenai tujuan kerja, kompetensi yang diharapkan, indikator kinerja, serta pencapaian hasil kerja karyawan.

Dalam grafik kinerja ini, pencapaian karyawan dalam bekerja akan dinilai berdasarkan skala atau sistem penilaian yang telah ditentukan sebelumnya, seperti skala angka, skala huruf, atau klasifikasi seperti “sangat baik”, “baik”, “cukup”, atau “kurang”.

Dengan menggunakan grafik kinerja karyawan, perusahaan dapat secara objektif mengevaluasi dan mengelola kinerja karyawan, serta mengidentifikasi langkah-langkah yang perlu diambil untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi organisasi.

 

Daftar Komponen Grafik Kinerja Karyawan

Karyawan yang melakukan verifikasi dokumen terkait kinerja karyawan
Komponen Grafik Kinerja Karyawan

 

Menurut Werther dan Davis (1996), sistem penilaian kinerja karyawan yang berbentuk grafik, terdiri dari beberapa komponen seperti berikut.

 

  1. Standar Kinerja

Standar kinerja yang jelas sangat penting dalam proses penilaian kinerja karyawan. Untuk hasil akurat, standar yang ditetapkan oleh perusahaan harus relevan dengan tipe pekerjaan masing-masing karyawan.

Hal ini akan memastikan bahwa hasil penilaian sesuai dengan apa yang diharapkan.

 

Ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan standar kinerja menggunakan grafik, yaitu:

  • Objektivitas: Standar penilaian harus objektif, adil, dan mencerminkan kondisi sebenarnya tanpa mengubah fakta di lapangan.
  • Validitas: Standar harus sesuai dengan jenis pekerjaan yang dinilai, sehingga relevan dengan pekerjaan karyawan.
  • Realisme: Standar penilaian harus realistis dan dapat dicapai oleh karyawan. Pekerjaan yang diberikan juga harus sesuai dengan kemampuan karyawan.
  • Persetujuan: Standar yang ditetapkan harus disetujui oleh semua karyawan, terutama yang akan dinilai. Persetujuan ini berkaitan erat dengan validitas.

 

  1. Kriteria Manajemen Kinerja

Kriteria manajemen kinerja dalam grafik kinerja karyawan dapat dinilai berdasarkan beberapa hal berikut:

  • Keabsahan: Kriteria ini mengukur hal-hal yang ingin diukur dari karyawan, seperti kinerja individual, kepribadian, kualitas pekerjaan, kemampuan manajerial, dan sebagainya.
  • Kegunaan Fungsional: Hasil penilaian kinerja dapat digunakan untuk seleksi, penetapan kompensasi, dan pengembangan karyawan.
  • Berdasarkan Pengalaman: Penilaian kinerja harus didasarkan pada pengalaman yang didukung oleh riset atau penemuan, bukan hanya berdasarkan insting atau perasaan semata.
  • Sistematika Kriteria: Sistematika kriteria tergantung pada kebutuhan dan lingkungan perusahaan. Jika lingkungan perusahaan tidak stabil, menerapkan kriteria yang kurang sistematis dapat membantu karyawan beradaptasi dengan lebih mudah.
  • Sensitivitas: Keputusan penilaian harus didasarkan pada hal-hal yang relevan. Sensitivitas juga mencakup kemampuan untuk mengidentifikasi masalah utama yang berkaitan dengan kinerja karyawan.
  • Kelayakan Hukum: Kriteria penilaian kinerja harus tetap sesuai dengan ketentuan dan aturan hukum yang berlaku. Perusahaan tidak dapat membuat keputusan sembarangan.

 

  1. Pengukuran Kinerja dengan Grafik Karyawan

Pengukuran kinerja dalam grafik karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan sistem rating yang relevan.

Namun, rating tersebut harus mudah diterapkan sesuai dengan standar pengukuran dan mencerminkan aspek-aspek yang terkait dengan kinerja.

Secara umum, pengukuran kinerja dapat bersifat objektif atau subjektif. Pengukuran objektif dapat diterima dan digunakan sebagai tolok ukur oleh pihak lain. 

Sedangkan, pengukuran subjektif mengacu pada opini atau standar pribadi, sehingga sulit diverifikasi oleh pihak lain.

 

Baca Juga: Memantau Peningkatan Kinerja Melalui Modul Performance LinovHR

 

Manfaat dari Grafik Kinerja Karyawan

Grafik kinerja karyawan memiliki beberapa manfaat bagi perusahaan. Berikut penjelasannya.

 

  1. Meminimalisasi Miskomunikasi

Grafik kinerja ini membantu mencegah terjadinya miskomunikasi dalam hal-hal yang terkait dengan pekerjaan. Hal ini memungkinkan karyawan memahami dengan jelas kualitas kinerja yang diharapkan oleh perusahaan.

 

  1. Meningkatkan Produktivitas dan Kreativitas

Melalui grafik kinerja, perusahaan memberikan umpan balik kepada karyawan yang berprestasi.

Hal ini bisa meningkatkan motivasi karyawan, serta mendorong peningkatan produktivitas dan kreativitas dalam pekerjaan mereka.

 

  1. Sarana Komunikasi Dua Arah

Grafik kinerja menjadi saluran komunikasi dua arah antara perusahaan dan karyawan.

Melalui hal ini pula, manajer dan karyawan dapat saling memahami kebutuhan masing-masing dan bekerja sama untuk mencapai tujuan perusahaan.

Dengan menggunakan grafik kinerja ini, perusahaan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja, serta memfasilitasi pengembangan dan pertumbuhan individu karyawan.

 

Baca Juga: Pengukuran Kinerja: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Jenis, Proses

 

Lakukan Penilaian Kinerja Bersama Performance Management LinovHR

LinovHR

 

Melakukan penilaian kinerja karyawan sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas karyawan. Itu berarti ada feedback dari perusahaan untuk karyawannya yang berprestasi.

Nah, membuat penilaian kinerja karyawan sendiri akan lebih mudah dan praktis jika Anda menggunakan software digital yang dilengkapi dengan berbagai fitur canggih untuk memudahkan para penggunanya.

Fitur-fitur tersebut bisa didapatkan dalam Software Performance Management LinovHR. Dengan menggunakan Performance Management LinovHR, perusahaan dapat memantau dan mengevaluasi pencapaian karyawan secara efektif.

 

Sebut saja fitur Key Performanced and Indicator (KPI) yang bisa mengukur sejauh mana kinerja karyawan dalam memenuhi tujuan target kerja mereka secara tepat dan akurat. 

Ada lagi fitur Goals untuk menentukan, memantau, serta mengetahui sejauh mana perkembangan perusahaan dalam mencapai tujuan.

Dilengkapi juga dengan fitur Feedback yang mana karyawan bisa memberikan feedback atas kinerja yang sudah dicapai, baik itu antar karyawan, atasan, atau untuk mereka sendiri.

Dapatkan juga manfaat lainnya dari fitur Review, Result, Balanced Scorecard, Performance Appraisal, hingga Engagement.

Dengan melakukan penilaian kinerja bersama menggunakan Performance Management LinovHR, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan karyawan, serta mengembangkan rencana pengembangan yang tepat guna.

 

Tunggu apalagi, ajukan demonya secara gratis sekarang dan rasakan manfaatnya!