Hiring adalah: Pengertian, Fungsi, Tahapan, Perbedaannya dengan Rekrutmen

.

Newslater

Newsletter

Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini :

hiring adalah
Isi Artikel

Hiring adalah salah satu proses dalam mencari dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang ada di sebuah perusahaan.

Proses ini sendiri nantinya akan terdiri dari beberapa rangkaian proses untuk menilai para pelamar kerja sebelum mereka diterima oleh perusahaan.

Dalam dunia kerja, kegiatan satu ini kerap kali disamakan dengan kegiatan rekrutmen. Namun pada kenyataannya, kedua kegiatan tersebut merupakan dua hal yang berbeda.

Pada artikel LinovHR kali ini, kami akan membantu Anda untuk mengetahui lebih jauh mengenai apa itu hiring dan perbedaannya dengan kegiatan rekrutmen.

Simak ulasan berikut sampai tuntas ya!

Pengertian Hiring

Hiring artinya adalah sebuah tahapan yang dilakukan oleh perusahaan dalam melakukan proses seleksi terhadap para pelamar kerja. 

Dalam melakukan kegiatan ini sendiri, nantinya seorang HR yang ada di perusahaan perlu melakukan beberapa rangkaian tahapan, mulai dari membuat dan mempublikasikan informasi lowongan pekerjaan di job portal, melakukan penyaringan terhadap data pelamar yang masuk, melakukan tahapan wawancara, dan akan diakhiri dengan kegiatan onboarding karyawan baru.

Baca Juga: 8 Jenis Saluran Rekrutmen Untuk Memaksimalkan Proses Perekrutan Karyawan

Perbedaan Hiring dengan Rekrutmen

Perbedaan Hiring Dengan Rekrutmen
Perbedaan Hiring dengan Rekrutmen

Kegiatan hiring dan kegiatan rekrutmen di dalam perusahaan memang kerap kali disamakan, namun nyatanya kedua kegiatan ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan. 

Adapun beberapa perbedaan antara kegiatan hiring dan kegiatan rekrutmen, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Jangka Waktu

Perbedaan pertama terletak pada jangka waktu yang dimiliki oleh kedua kegiatan ini.

Hiring adalah proses perekrutan dengan jangka waktu yang pendek dan memiliki tujuan untuk memenuhi permintaan tenaga kerja perusahaan saat ini atau untuk mengisi peran terbuka yang ada di dalam perusahaan.

Dalam proses hiring sendiri, nantinya jenis pekerjaan akan disesuaikan dengan apa yang saat ini dibutuhkan oleh perusahaan, seperti digital marketing managerfull stack developer, data analyst, dan lain sebagainya.

Sedangkan, proses rekrutmen memiliki jangka waktu yang panjang dan memiliki tujuan untuk membangun talent pool dan mempertahankannya.

Namun terkadang dalam kondisi urgent, perusahaan melakukan one day hiring yaitu strategi melakukan jumlah perekrutan dalam waktu satu hari.

Kegiatan ini sendiri dilakukan agar perusahaan memiliki kumpulan kandidat top talent untuk meningkatkan daya saing bisnis. 

Melakukan kegiatan rekrutmen sendiri memiliki tujuan bukan untuk mempekerjakan karyawan saat ini, melainkan untuk menjamin ketersediaan dari calon-calon tenaga kerja terbaik sebelum perusahaan benar-benar membutuhkannya.

  1. Metode Pendekatan

Perbedaan selanjutnya terletak pada metode pendekatan yang dilakukan oleh kedua kegiatan ini. Pada kegiatan hiring, HR atau recruiter akan lebih bersikap reaktif, sedangkan dalam kegiatan rekrutmen, HR akan lebih bersikap proaktif.

Tujuan perusahaan melakukan kegiatan hiring adalah untuk mengisi posisi baru atau menggantikan jabatan di dalam perusahaan karena adanya karyawan yang mengundurkan diri. Ketika posisi tersebut sudah terisi, maka perusahaan akan berhenti untuk melakukan kegiatan hiring.

Sedangkan, kegiatan rekrutmen akan terus dilakukan oleh perusahaan meskipun pada saat ini perusahaan sedang tidak membutuhkan tenaga kerja baru.

Nantinya, para HR atau recruiter harus terus melakukan pemantauan terhadap karyawan terbaik di dalam perusahaan dan melakukan pencarian terhadap kandidat terbaik di luar perusahaan, melakukan pendekatan, menjalin komunikasi secara efektif, memelihara hubungan dengan calon kandidat, dan memasukkan profile mereka dalam database kumpulan bakat.

  1. Aplikasi

Hal terakhir yang membedakan kedua kegiatan ini terletak pada aplikasi yang digunakannya.

Kegiatan hiring menggunakan iklan lowongan kerja di job portal, situs perusahaan, serta media sosial yang dimiliki oleh perusahaan guna mendapatkan volume pelamar yang semakin besar.

Sedangkan, kegiatan rekrutmen membangun talent pool dengan memanfaatkan beberapa sumber yang nilainya lebih menjanjikan, di antaranya seperti LinkedIn, referral karyawan, organisasi profesi, atau database pelamar terdahulu.

Fungsi Hiring Bagi Perusahaan

Fungsi utama kegiatan hiring bagi perusahaan adalah agar perusahaan bisa mengetahui apa saja kemampuan dan level yang dimiliki oleh masing-masing calon kandidat. Apakah mereka memiliki level pada tingkat pemula, menengah, atau sudah ahli di dalam bidangnya.

Oleh karena itu, dalam melakukan kegiatan hiring, seorang HR atau recruiter tidak boleh melakukan pemilihan terhadap kandidat secara acak.

Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya kesalahan dalam merekrut calon karyawan yang tidak kompeten.

Tahapan dalam Proses Hiring

Tahapan dalam Proses Hiring
Tahapan dalam Proses Hiring

Dalam melakukan proses hiring sendiri, setidaknya akan terdapat lima langkah atau tahapan yang harus dilakukan oleh para HR dan recruiter, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Melakukan Analisis Terhadap Kebutuhan SDM

Tahapan pertama yang harus Anda lakukan dalam proses hiring adalah dengan melakukan analisis terhadap kebutuhan SDM di perusahaan.

Dalam hal ini, Anda bisa menganalisis mengenai posisi apa yang sebenarnya sedang membutuhkan karyawan baru atau adakah posisi di perusahaan yang membutuhkan pengganti karyawan dengan level jabatan yang lebih tinggi.

  1. Membuat Informasi Mengenai Job Hiring

Jika sudah menganalisis kebutuhan SDM di dalam perusahaan, maka langkah selanjutnya Anda bisa membuat informasi mengenai job hiring atau lowongan pekerjaan yang tersedia di perusahaan Anda.

Dalam membuat informasi lowongan pekerjaan sendiri, Anda harus memberikan informasi yang detail, seperti kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan dan menjelaskan job description secara jelas.

Kejelasan ini penting agar calon karyawan memiliki gambaran mengenai apa yang akan mereka lakukan ketika diterima oleh perusahaan.

  1. Melakukan Screening Lamaran

Jika Anda sudah membuat dan menyebarkan informasi mengenai lowongan pekerjaan, maka nantinya Anda akan menerima beberapa lamaran yang dikirimkan oleh para pelamar kerja.

Dalam hal ini, biasanya para pelamar akan mengirimkan resume atau CV yang harus di-screening oleh HR.

Dalam melakukan proses ini sendiri, Anda bisa mengambil informasi secara cepat mengenai latar belakang, pengalaman kerja, hingga skill apa saja yang dimiliki oleh para pelamar kerja. Apakah semuanya sesuai dengan kebutuhan posisi di perusahaan?

Baca juga: Mengenal Tahapan Proses Screening Karyawan

  1. Melakukan Skill Test dan Wawancara

Jika Anda sudah memilih para pelamar kerja yang lolos screening CV, maka hal selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah dengan melakukan skill test dan wawancara kepada calon karyawan tersebut.

Tahapan ini sendiri dilakukan dalam proses hiring untuk menentukan apakah kandidat memiliki keterampilan dan bakat yang dibutuhkan oleh perusahaan.

  1. Memberikan Calon Karyawan Penawaran Kerja

Pada tahapan terakhir, jika Anda sudah merasa cocok dengan kriteria yang dimiliki pelamar kerja, maka Anda dapat menghubungi calon karyawan tersebut untuk memberikan penawaran pekerjaan.

Dalam tahapan ini sendiri, nantinya Anda harus menginformasikan besaran gaji yang akan diterima oleh karyawan, perkenalan singkat mengenai work culture perusahaan, dan informasi-informasi penting lainnya yang perlu disampaikan kepada calon karyawan baru.

Baca Juga: Contoh Offering Letter Karyawan Baru yang Bisa Ditiru

 

Rencanakan Proses Hiring Perusahaan Bersama Software LinovHR

LinovHR

Walaupun proses hiring dan rekrutmen sering disamakan dalam dunia kerja, namun pada kenyataannya kedua proses ini memiliki beberapa perbedaan dalam jangka waktu, metode pendekatan, dan aplikasi yang digunakannya.

Dalam melakukan kegiatan hiring sendiri, nantinya Anda harus membuat informasi lowongan pekerjaan dan memposting informasi tersebut pada job portal, situs karier, hingga media sosial yang dimiliki oleh perusahaan.

Untuk memudahkan perusahaan dalam mempublikasikan informasi lowongan pekerjaan pada beberapa situs di waktu yang bersamaan, perusahaan bisa memanfaatkan bantuan software.

Adapun salah satu software yang dapat membantu Anda dalam menyebarkan informasi lowongan pekerjaan secara mudah, yaitu Software Recruitment dari LinovHR.

Melalui Software Recruitment dimiliki oleh LinovHR, Anda dapat melakukan proses hiring calon karyawan secara cepat, tepat, dan mudah.

Tak hanya itu, melalui fitur Vacancy yang disediakan oleh Software Recruitment LinovHR, Anda dapat membuat secara detail mengenai informasi lowongan pekerjaan yang sedang dibuka dan bisa mengunggahnya langsung pada halaman career website perusahaan. 

Dengan menggunakan Software Recruitment dari LinovHR, kini Anda bisa melakukan proses hiring dan mengunggah lowongan pekerjaan dengan anti repot dan anti ribet!

Ayo gunakan sekarang juga dan rasakan segala kemudahannya!

Tentang Penulis

Picture of Sasa Karyono
Sasa Karyono

SEO specialist yang mengombinasikan antara pengoptimasian situs web dan membagikan wawasan HRD melalui artikel lengkap dan menarik. Follow her on Linkedin.

Bagikan Artikel Ini :

Related Articles

Newslater

Newsletter

Tentang Penulis

Picture of Sasa Karyono
Sasa Karyono

SEO specialist yang mengombinasikan antara pengoptimasian situs web dan membagikan wawasan HRD melalui artikel lengkap dan menarik. Follow her on Linkedin.

Artikel Terbaru

Telusuri informasi dan solusi HR di sini!

Subscribe newsletter LinovHR sekarang, ikuti perkembangan tren HR dan dunia kerja terkini agar jadi yang terdepan di industri

Newsletter