holding company

Apa itu Holding Company? Mari Kenali Lebih Mendalam!

Sebagian besar dari kita pasti sudah tidak asing lagi dengan suatu perusahaan besar yang memiliki anak perusahaan atau masih merupakan satu grup bersama dengan beberapa perusahaan lain. Disebutkan sebagai satu grup atau kelompok, adalah karena perusahaan tersebut masih berada dalam satu naungan perusahaan besar yang bertindak sebagai perusahaan utama. Perusahaan-perusahaan seperti inilah yang dikatakan sebagai Holding company.

 

Pengertian Holding Company

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, holding company merupakan sebuah perusahaan utama yang memiliki kendali atau menaungi perusahaan lain dibawah manajemennya. Perusahaan-perusahaan yang berada di bawah sebuah perusahaan utama disebut sebagai subsidiary company atau lebih umum dengan anakan perusahaan.

Sedangkan berdasarkan pengertian yang lainnya, holding company merupakan sebuah perusahaan utama yang memiliki saham terbesar dalam memimpin beberapa perusahaan kecil di dalam sebuah grup. Perusahaan yang berada di dalam satu grup ini pun, tidak harus memiliki bisnis yang sama atau bergerak di bidang yang sejenis.

Perusahaan utama atau induk umumnya berperan dalam perencanaan, koordinasi, konsolidasi, pengembangan, serta pengendalian segala aspek di dalam perusahaan dan anak perusahaan lainnya guna mengoptimalkan kinerja secara lebih menyeluruh.

 

Karakteristik Holding Company

Berdasarkan berbagai sumber, ada beberapa ciri atau karakteristik dari suatu perusahaan utama atau induk dengan anak perusahaan :

  1. Memiliki satu perusahaan yang bertindak sebagai perusahaan induk.
  2. Memiliki anak perusahaan atau badan usaha lain yang dinaungi dan masih berada di dalam satu grup yang sama
  3. Memiliki pengelolaan bisnis yang terdapat dalam suatu manajemen yang terpisah.
  4. Memegang kendali di dalam keseluruhan proses usaha yang terdapat di dalam setiap badan usaha atau perusahan anak yang dinaunginya.
  5. Memiliki kendali di dalam hal kekayaan yang berasal dari nilai saham yang ada pada setiap badan usaha atau anak perusahaan yang dinaunginya.

 

Baca Juga: Pengertian dan Sejarah Koperasi di Indonesia

 

Aspek-aspek Holding Company

Terdapat beberapa aspek dalam sebuah holding company yang terbagi menjadi 3 jenis, yaitu: 

 

Segi Pengendalian Perusahaan

Dimana untuk mempengaruhi atau mengendalikan perusahaan anaknya, perusahaan utama harus memiliki saham sebesar 20% hingga 50%

 

Segi Pengoperasian Perusahaan

Jika berkaca berdasarkan kacamata hukum, Sebuah perusahaan yang memiliki banyak anak perusahaan umumnya terpisah antara sebuah perusahaan induk dengan perusahaan anak atau badan usaha lainnya.

Akan tetapi, jika salah satu anak perusahaan dari suatu perusahaan induk mengalami kebangrutan akan ditutup dengan keberhasilan dari perusahaan lainnya untuk tetap beroperasi dan masih menjadi tanggung jawab perusahaan induk.

 

Baca Juga: Mengapa Manajemen Operasi Dibutuhkan Perusahaan? 

 

Segi Pemisahan Secara Hukum

Ada beberapa perusahaan sejenis atau memiliki bidang yang sama dan berada di dalam suatu grup perusahaan. Sebagai contoh, perusahaan bank, asuransi, serta beberapa jenis perusahaan lainnya.

 

Cara Kerja Holding Company

Sebuah perusahaan pasti mempunyai berbagai cara kerja. Begitu pula dengan holding company. Di dalam sebuah perusahaan dengan banyak anak perusahaan, setidaknya terdapat 3 proses yang terjadi, yaitu: 

 

Proses Residu

Sebuah perusahaan dapat menjadi perusahaan utama apabila terjadi suatu pemecahan sektor usaha yang dijalankan perusahaan tersebut. Perusahaan yang dipecah ini, akan menjadi sebuah perusahaan mandiri. Sedangkan sisa atau residu dari perusahaan asal akan menjadi Induk atau holdingnya.

Perusahaan yang menjadi holding inilah yang nantinya akan memegang saham perusahaan yang menjadi pecahannya.

 

Proses Prosedural Penuh

Proses prosedural penuh merupakan sebutan atau istilah yang menyatakan jika sebuah holding company merupakan sebuah perusahaan independen dan bukan dari sisa atas perubahaan yang terjadi dalam perusahaan.

Nantinya, perusahaan independen ini dapat diambil dari salah satu perusahaan yang telah memiliki akta di dalam kepemilikan yang sama atau telah diakuisisi oleh sebuah perusahaan lain. Nantinya, perusahaan ini memiliki kepemilikan yang berbeda dan tidak berhubungan dengan perusahaan sebelumnya.

 

Proses Prosedural Terprogram

Jika 2 proses sebelumnya merupakan sesuatu yang terjadi pada pertengahan atau setelah berdirinya perusahaan, maka proses prosedural terprogram merupakan proses yang berbeda.

Sesuai dengan namanya, proses pembentukan dari suatu holding company telah direncanakan atau ter-program semenjak awal. Karena itulah, perusahaan pertama yang didirikan secara otomatis akan menjadi perusahaan induk atau perusahaan holding. Pada proses inilah, jumlah perusahaan anakan yang ada dari perusahaan utama akan terus bertambah. Ini juga disesuaikan dengan perkembangan dari bisnis grup perusahaan tersebut.

Karena menaungi banyak anak perusahaan, sebuah holding company membutuhkan cara efektif dan efisien untuk mengelola struktur organisasinya. Organization Management Software dari LinovHR adalah pilihan tepat bagi perusahaan yang memiliki banyak anak perusahaan. Fitur location group pada organization Management Software dari LinovHR membuat perusahaan utama mampu mengelompokkan berbagai perusahaan yang di bawahnya berdasarkan lokasi anak perusahaan beroperasi. Dengan begitu, pengawasan dan kontrol terhadap anak perusahaan pun dapat dilakukan lebih mudah. 

 

Contoh Holding Company di Indonesia

Ada berbagai macam contoh holding company di Indonesia. Beberapa perusahaan yang menjadi menjadi perusahaan utama dengan banyak anak perusahaan adalah seperti PT. Semen Indonesia yang merupakan BUMN. Semen Indonesia ini merupakan sebuah perusahaan induk atau holding yang menaungi beberapa perusahaan kecil lainnya yang masih bergerak di bidang yang sama. Seperti PT. Semen Padang, PT. Semen Gresik, dan PT. Semen Tonasa

Selain itu, contoh lainnya di Indonesia lainnya adalah PT Pupuk Indonesia yang menaungi beberapa perusahaan lain seperti PT. Pupuk Sriwidjaya, PT. Pupuk Kujang, serta beberapa anak perusahaan lainnya.

Demikianlah penjelasan mengenai apa itu holding company. Semoga informasi ini dapat menjawab pertanyaan sekaligus menambah wawasan Anda sekalian!