Apa itu Holding Company? Mari Kenali Lebih Mendalam!

.

Newslater

Newsletter

Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini :

holding company
Isi Artikel

Sebagian besar dari kita pasti sudah tidak asing lagi dengan suatu perusahaan besar yang memiliki anak perusahaan atau masih merupakan satu grup bersama dengan beberapa perusahaan lain.

Disebutkan sebagai satu grup atau kelompok, karena perusahaan tersebut masih berada dalam satu naungan perusahaan besar yang bertindak sebagai perusahaan utama.

Perusahaan-perusahaan seperti inilah yang dikatakan sebagai Holding company. Apa yang dimaksud dengan holding company? Simak informasi dari LinovHR berikut ini.

 

 

Pengertian Holding Company

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, holding company merupakan sebuah perusahaan utama yang memiliki kendali atau menaungi perusahaan lain dibawah manajemennya.

Perusahaan-perusahaan yang berada di bawah sebuah perusahaan utama disebut sebagai subsidiary company atau lebih umum dengan anakan perusahaan.

Sedangkan berdasarkan pengertian yang lainnya, holding company merupakan sebuah perusahaan utama yang memiliki saham terbesar dalam memimpin beberapa perusahaan kecil di dalam sebuah grup.

Perusahaan yang berada di dalam satu grup ini pun, tidak harus memiliki bisnis yang sama atau bergerak di bidang yang sejenis.

Perusahaan utama atau induk umumnya berperan dalam perencanaan, koordinasi, konsolidasi, pengembangan, serta pengendalian segala aspek di dalam perusahaan dan anak perusahaan lainnya guna mengoptimalkan kinerja secara lebih menyeluruh.

 

Latar Belakang Pembentukan Holding Company

Sebuah perusahaan pasti mempunyai asal muasalnya. Begitu pula dengan holding company.

Di dalam sebuah perusahaan dengan banyak anak perusahaan, setidaknya terdapat 3 proses yang membentuk jaringan perusahaan tersebut. 

 

1. Proses Residu

Sebuah perusahaan dapat menjadi perusahaan utama apabila terjadi suatu pemecahan sektor usaha yang dijalankan perusahaan tersebut.

Perusahaan yang dipecah ini, akan menjadi sebuah perusahaan mandiri. Sedangkan sisa atau residu dari perusahaan asal akan menjadi Induk atau holdingnya.

Perusahaan yang menjadi holding inilah yang nantinya akan memegang saham perusahaan yang menjadi pecahannya.

Baca Juga: Rekomendasi Scheduling Software untuk Perusahaan

 

2. Proses Prosedural Penuh

Proses prosedural penuh merupakan sebutan atau istilah yang menyatakan jika sebuah holding company merupakan sebuah perusahaan independen dan bukan dari sisa atas perubahaan yang terjadi dalam perusahaan.

Nantinya, perusahaan independen ini dapat diambil dari salah satu perusahaan yang telah memiliki akta di dalam kepemilikan yang sama atau telah diakuisisi oleh sebuah perusahaan lain.

Nantinya, perusahaan ini memiliki kepemilikan yang berbeda dan tidak berhubungan dengan perusahaan sebelumnya.

3. Proses Prosedural Terprogram

Jika 2 proses sebelumnya merupakan sesuatu yang terjadi pada pertengahan atau setelah berdirinya perusahaan, maka proses prosedural terprogram merupakan proses yang berbeda.

Sesuai dengan namanya, proses pembentukan dari suatu holding company telah direncanakan atau ter-program semenjak awal.

Karena itulah, perusahaan pertama yang didirikan secara otomatis akan menjadi perusahaan induk atau perusahaan holding.

Pada proses inilah, jumlah perusahaan anakan yang ada dari perusahaan utama akan terus bertambah. Ini juga disesuaikan dengan perkembangan dari bisnis grup perusahaan tersebut.

 

LinovHR

Karena menaungi banyak anak perusahaan, sebuah holding company membutuhkan cara efektif dan efisien untuk mengelola struktur organisasinya. Organization Management Software dari LinovHR adalah pilihan tepat bagi perusahaan yang memiliki banyak anak perusahaan.

Fitur location group pada organization Management Software dari LinovHR membuat perusahaan utama mampu mengelompokkan berbagai perusahaan yang di bawahnya berdasarkan lokasi anak perusahaan beroperasi.

Dengan begitu, pengawasan dan kontrol terhadap anak perusahaan pun dapat dilakukan lebih mudah. 

 

Karakteristik Holding Company

struktur organisasi holding company
Sumber: fortenberrylaw.com

 

Berdasarkan berbagai sumber, ada beberapa ciri atau karakteristik dari suatu perusahaan utama atau induk dengan anak perusahaan:

  1. Memiliki satu perusahaan yang bertindak sebagai perusahaan induk.
  2. Memiliki anak perusahaan atau badan usaha lain yang dinaungi dan masih berada di dalam satu grup yang sama
  3. Memiliki pengelolaan bisnis yang terdapat dalam suatu manajemen yang terpisah.
  4. Memegang kendali di dalam keseluruhan proses usaha yang terdapat di dalam setiap badan usaha atau perusahan anak yang dinaunginya.
  5. Memiliki kendali di dalam hal kekayaan yang berasal dari nilai saham yang ada pada setiap badan usaha atau anak perusahaan yang dinaunginya.

 

Tugas Holding Company

Tugas dari holding company adalah sebagai perencana, pengelola, serta melakukan audit pada kondisi tertentu.

Untuk memahaminya lebih jauh, berikut ini penjelasan lengkapnya.

 

1. Sebagai Perencana dan Pengendalian

Tugas holding company yang pertama adalah melakukan perencanaan yang berlaku untuk setiap anak perusahaan yang dinaunginya.

Kemudian, anak perusahaan tersebut haruslah menjalankan setiap rencana yang telah disusun, namun dengan strateginya masing-masing.

Sebagai perusahaan induk, holding company juga memiliki hak untuk melakukan pemeriksaan dan audit kepada anak perusahaan yang telah melakukan rencana awal.

 

2. Menjalankan Operasional Perusahaan

Sebagai perusahaan induk, ia juga mengurus berbagai manajemen operasional dari anak perusahaan di bawah naungannya.

Wewenanga ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko kerugian atau kebangkrutan yang bisa saja dialami oleh anak perusahaan.

Holding company akan bertanggung jawab untuk setiap kerugian yang dialami oleh anak perusahaan.

Hal ini berlaku sebaliknya, saat anak perusahaan mengalami kesuksesan, ini juga akan berdampak secara positif kepada perusahaan induk.

 

3. Melakukan Merger dengan Layanan atau Produk Sejenis

Ketiga, perusahaan induk juga memiliki tugas untuk melakukan merger perusahaan atau melakukan penggabungan dengan perusahaan yang memiliki layanan atau produk sejenis.

Ini dimaksudkan untuk mendukung efektivitas dan efisiensi dari perencanaan dan pengelolaan operasional perusahaan di masa mendatang.

 

4. Posisi Strategis di Pasar

Tugas holding company keempat adalah memiliki posisi yang lebih strategis di pasar.

Dengan adanya penggabungan dari beberapa pasar maka akan memperkuat posisi dari perusahaan induk dan anak perusahaan sehingga semakin strategis.

 

Manfaat Berdirinya Holding Company

Berdirinya sebuah holding company dapat memberikan beberapa manfaat yang signifikan.

Berikut adalah beberapa manfaat umum dari pembentukan perusahaan induk:

 

1. Manajemen dan Koordinasi yang Efisien

Holding company mampu mengelola beberapa anak perusahaan yang berbeda di bawah naungannya.

Ini memungkinkan untuk adanya koordinasi yang lebih baik antara anak perusahaan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan efisiensi operasional dan pengambilan keputusan.

 

2. Diversifikasi Risiko

Dengan memiliki beberapa anak perusahaan yang beroperasi di berbagai sektor atau pasar yang berbeda, holding company dapat mengurangi risiko bisnis yang terkait dengan ketergantungan pada satu bisnis atau industri tertentu.

Jika salah satu anak perusahaan menghadapi masalah atau kesulitan, anak perusahaan lainnya masih dapat tetap beroperasi dan memberikan sumbangan pendapatan yang stabil.

 

3. Mengoptimalkan Sumber Daya

Adanya perusahaan induk memungkinkan pengoptimalan penggunaan sumber daya secara lebih efektif.

Misalnya, sumber daya keuangan, teknologi, dan keahlian manajemen dapat digunakan secara bersama-sama oleh anak perusahaan yang berbeda untuk mencapai sinergi dan efisiensi yang lebih besar.

 

4. Kemudahan Akses Modal

Holding company dapat memfasilitasi akses anak perusahaan ke modal melalui penggabungan dana dari semua anak perusahaan atau dengan menerbitkan saham di pasar keuangan.

Dengan begini memungkinkan anak perusahaan untuk mendapatkan dana dengan biaya yang lebih rendah dan meningkatkan peluang mereka untuk pertumbuhan dan ekspansi.

 

5. Peningkatan Nilai dan Pengembangan Strategi

Perusahaan induk dapat melibatkan diri dalam pengambilan keputusan strategis dan pengembangan bisnis anak perusahaan.

Dengan menawarkan pandangan dan pengalaman yang lebih luas, holding company dapat membantu anak perusahaan dalam mengidentifikasi peluang baru, merencanakan pertumbuhan jangka panjang, dan meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan.

 

6. Mengoptimalkan Struktur Pajak

Holding company dapat memanfaatkan kebijakan perpajakan yang menguntungkan dan memaksimalkan manfaat pajak melalui pengaturan yang tepat dalam struktur perusahaan.

 

Baca Juga: FMCG Company Bisa Jadi Pilihan Karier Menjanjikan, Ketahui Alasannya Di Sini!

 

Jenis Holding Company

Di dalam dunia bisnis, setidaknya ada dua jenis holding company, yaitu:

 

1. Investment Holding Company

Jenis holding company ini adalah di mana perusahaan induk memegang status kepemilikan saham pada anak perusahaan dalam bentuk investasi.

Jadi kehadirannya di sini hanya untuk membantu proses pengelolaan bisnis dari anak perusahaan di bawah naungannya.

 

2. Operation Holding Company

Berbeda dari jenis pertama, jenis ini adalah perusahaan induk yang juga memiliki peran dalam pengawasan serta pengambilan keputusan dari anak perusahaan.

Jenis ini memberikan perusahaan induk sebuah hak veto.

 

Baca Juga: Pengertian dan Sejarah Koperasi di Indonesia

 

Aspek-Aspek Holding Company

Terdapat beberapa aspek dalam sebuah holding company yang terbagi menjadi 3 jenis, yaitu: 

 

1. Segi Pengendalian Perusahaan

Dimana untuk mempengaruhi atau mengendalikan perusahaan anaknya, perusahaan utama harus memiliki saham sebesar 20% hingga 50%

 

2. Segi Pengoperasian Perusahaan

Jika berkaca berdasarkan kacamata hukum, Sebuah perusahaan yang memiliki banyak anak perusahaan umumnya terpisah antara sebuah perusahaan induk dengan perusahaan anak atau badan usaha lainnya.

Akan tetapi, jika salah satu anak perusahaan dari suatu perusahaan induk mengalami kebangrutan akan ditutup dengan keberhasilan dari perusahaan lainnya untuk tetap beroperasi dan masih menjadi tanggung jawab perusahaan induk.

 

Baca Juga: Mengapa Manajemen Operasi Dibutuhkan Perusahaan?

3. Segi Pemisahan Secara Hukum

Ada beberapa perusahaan sejenis atau memiliki bidang yang sama dan berada di dalam suatu grup perusahaan. Sebagai contoh, perusahaan bank, asuransi, serta beberapa jenis perusahaan lainnya.

 

Tipe Holding Company

Tergantung dari operasional bisnis yang dijalankan, terdapat beberapa tipe perusahaan induk.

Di mana beberapa hanya memegang satu anak perusahaan, lalu yang lain terlibat dalam kegiatan operasional bisnis perusahaan.

Berikut ini lebih jelasnya.

 

1. Pure

Disebut juga tipe alami, ini adalah tipe di mana perusahaan induk dibentuk dengan tujuan tunggal, misalnya untuk memiliki saham dari perusahaan lainnya.

Tipe pure ini tidak memungkinkan perusahaan untuk berpartisipasi dalam bisnis lain apabila sudah mengendalikan satu atau lebih dari satu perusahaan.

 

2. Mixing

Tipe campuran adalah perusahaan induk tidak hanya menjadi pengendali dari perusahaan lain tapi juga terlibat dalam kegiatan operasional perusahaan tersebut.

 

3. Segera

Holding company yang termasuk dalam tipe segera adalah perusahaan yang memiliki hak veto dan kendali terhadap perusahaan lainnya, walau perushaan tersebut dikendalikan holding lainnya.

Jadi dapat diartikan bahwa holding company ini juga menjadi anak perusahaan dari perusahaan lainnya.

 

4. Menengah

Tipe menengah adalah perusahaan holding dari entitas lainnya serta anak perusahaan dari sebuah perusahaan yang lebih strategi dan besar.

Di sini perusahaan induk perantara bisa dikecualikan dari penerbitan catatan keuangan sebagai suatu perusahaan induk dari kelompok yang lebih kecil.

 

Kelebihan Holding Company

Bukan tidak ada alasan jika suatu pihak membentuk perusahaan induk untuk mengelola sekumpulan perusahaan. Berikut adalah beberapa kelebihannya.

 

1. Mitigasi Risiko

Holding company mempunyai beberapa anak perusahan dengan varian bidang dan risikonya masing-masing. Hal ini merupakan nilai lebih dari perusahaan induk.

Di mana jika satu perusahaan memiliki masalah finansial, hal itu tidak akan berdampak pada perusahaan bidang lainnya maupun perusahaan holding-nya. Kreditor tidak dapat ‘menyentuh’ aset perusahaan induk jika terjadi sesuatu.

Dikarenakan, masing-masing anak perusahaan mempunyai manajemen sendiri yang dapat mempertanggungjawabkan permasalahan keuangannya.

 

2. Mendapatkan Bunga Lebih Rendah

Perusahaan induk yang mempunyai kredibilitas tinggi, berpotensi mendapatkan bunga lebih rendah ketika melakukan pinjaman modal. Ini tentu bermanfaat ketika salah satu anak perusahaannya butuh suntikan dana.

Holding company bisa melakukan pinjaman dengan bunga rendah, kemudian menyalurkan dana tersebut ke salah satu anak perusahaan untuk pengembangan bisnisnya.

 

3. Struktur Manajemen yang Sederhana

Holding company tidak mengharuskan memiliki struktur kepengurusan yang rumit. Mereka hanya mengawasi performa dari anak-anak perusahaannya untuk dapat take profit.

Hal ini dikarenakan juga setiap subsidiary atau anak perusahaan sudah memiliki manajemen-nya sendiri, dalam menjalankan kegiatan bisnis sehari-hari.

 

Kekurangan Holding Company

Ada juga pertimbangan-pertimbangan yang membuat beberapa pihak enggan untuk membentuk suatu perusahaan induk. Pertimbangan tersebut tercermin dalam kekurangan-kekurangan di bawah.

 

1. Biaya yang Tidak Sedikit

Perusahaan induk membutuhkan biaya dalam proses pembetukannya.

Terdapat juga laporan tahunan dan biaya franchise dalam masing-masing perusahaannya.

Ini tentu membutuhkan sebuah komitmen besar bagi Anda jika ingin membentuk sebuah holding company.

 

2. Kompleksitas

Bentuk induk perusahaan-anak perusahaan berbeda dengan perusahaan tunggal biasa. Mereka memiliki struktur yang jauh lebih kompleks.

Hal ini mengharuskan holding company untuk melakukan tracking ke anak perusahaannya. Memastikan semua kewajibannya dapat terlaksana dengan baik.

Bentuk perusahaan ini juga mewajibkan untuk dapat memisahkan aset dengan benar. Sehingga tidak ada miss-management, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

 

Contoh Holding Company di Indonesia

Ada berbagai macam contoh holding company di Indonesia. Beberapa perusahaan yang menjadi menjadi perusahaan utama dengan banyak anak perusahaan adalah seperti PT. Semen Indonesia yang merupakan BUMN.

Semen Indonesia ini merupakan sebuah perusahaan induk atau holding yang menaungi beberapa perusahaan kecil lainnya yang masih bergerak di bidang yang sama. Seperti PT. Semen Padang, PT. Semen Gresik, dan PT. Semen Tonasa

Selain itu, contoh lainnya di Indonesia lainnya adalah PT Pupuk Indonesia yang menaungi beberapa perusahaan lain seperti PT. Pupuk Sriwidjaya, PT. Pupuk Kujang, serta beberapa anak perusahaan lainnya.

 

Contoh Holding Company di Dunia

Ada banyak sekali contoh dari holding company di dunia yang sukses dan terus berkembang.

Sebut saja contohnya Berkshire Hathaway, yang dipimpin oleh Warren Buffett, adalah salah satu holding company terbesar di dunia.

Perusahaan ini memiliki berbagai macam anak perusahaan yang beroperasi di berbagai industri, termasuk asuransi, perbankan, energi, manufaktur, jasa keuangan, dan banyak lagi.

Di dunia otomotif, contohnya adalah Volkswagen Group yang merupakan perusahaan induk untuk beberapa mobil mewah seperti, Audi, Porsche, Lamborghini, Bentley, Bugatti, SEAT, dan Škoda.

Perusahaan ini beroperasi di seluruh dunia dalam industri otomotif.

Lalu contoh lainnya adalah Samsung Group yang menjadi perusahaan induk dari kelompok perusahaan yang beragam, termasuk Samsung Electronics (produsen elektronik terkemuka), Samsung Heavy Industries (industri galangan kapal dan offshore), Samsung Engineering (konstruksi dan rekayasa), dan berbagai perusahaan lainnya di sektor teknologi, keuangan, konstruksi, dan layanan. 

 

Demikianlah penjelasan mengenai apa itu holding company. Semoga informasi ini dapat menjawab pertanyaan sekaligus menambah wawasan Anda sekalian! 

Tentang Penulis

Picture of Sella Melati
Sella Melati

Cuma senang menulis, yang suka nonton sama traveling
Follow them on Linkedin

Bagikan Artikel Ini :

Related Articles

Newslater

Newsletter

Tentang Penulis

Picture of Sella Melati
Sella Melati

Cuma senang menulis, yang suka nonton sama traveling
Follow them on Linkedin

Artikel Terbaru

Telusuri informasi dan solusi HR di sini!

Subscribe newsletter LinovHR sekarang, ikuti perkembangan tren HR dan dunia kerja terkini agar jadi yang terdepan di industri

Newsletter