kelemahan sistem penggajian manual

Apa Saja Kelemahan Sistem Penggajian Manual?

Gaji merupakan salah satu hak pekerja yang harus dipenuhi oleh perusahaan. Hal ini tercantum dalam UU Ketenagakerjaan baik sebelum, maupun sesudah di amandemen menjadi UU Cipta Kerja, sehingga perusahaan pun sangat disarankan untuk menghilangkan atau memperbaiki kelemahan sistem penggajian manual yang dapat merugikan kedua pihak apabila terjadinya kesalahan.

Penggajian atau pemberian upah kepada pekerja dilakukan oleh perusahaan atau pemberi kerja sesuai dengan kesepakatan kerja sama antar kedua belah pihak juga dengan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Penggajian ini dilakukan oleh perusahaan kepada karyawannya. Tentu bukan hanya masalah jumlah upah yang diberikan namun juga elemen-elemen lain yang diperhitungkan dalam pemberian upah atau gaji karyawan.

Seperti BPJS Ketenagakerjaan, potongan pajak penghasilan atau PPh 21, ketentuan-ketentuan tersebut harus disertakan dalam penghitungan gaji. 

 

Baca Juga : Alasan Menggunakan Program Payroll dan PPh 21 Khusus HRD

 

Bagaimana dengan perusahaan yang memiliki banyak karyawan? Penghitungan gaji secara manual merupakan pekerjaan yang tidak selesai dalam sesaat. Bukan hanya banyaknya jumlah karyawan yang harus dihitung, namun juga elemen-elemen penggajian yang harus dimasukan dalam penghitungan. 

Elemen penggajian yang harus disesuaikan dengan peraturan perundangan juga kondisi karyawan masing-masing harus diperhitungkan dengan seksama dan sistematis dalam sistem penggajian manual. Apa saja ya kelemahan sistem penggajian yang dilakukan secara manual? Yuk simak dalam artikel di bawah!

 

Kelemahan Sistem Penggajian Manual 

Berikut adalah beberapa kelemahan dari sistem penggajian yang dilakukan secara manual.

 

Penghitungan Tidak Akurat

Seperti yang kita tahu, penghitungan gaji karyawan bukanlah perkara mudah. Harus ada elemen pajak penghasilan, jaminan-jaminan seperti jaminan kesehatan, uang lembur, bonus dan lain sebagainya. 

Banyaknya elemen yang dimasukan dalam upah atau gaji Anda akan membuat penghitungan semakin rumit. Jika dilakukan secara manual, bukan tidak mungkin terjadi kesalahan hitung. Sistem ini rawan menghasilkan penghitungan gaji yang tidak akurat. 

 

Waktu Lebih Lama

Bayangkan perusahaan Anda memiliki 100 karyawan yang digaji setiap bulan pada tanggal yang sama. Belum lagi kondisi dari karyawan berbeda-beda seperti siapa yang baru entry level dan siapa yang sudah senior level tentu memiliki standar gaji yang berbeda.

Perhitungan gaji dengan sistem manual akan memakan waktu lebih lama sehingga tidak efisien.

 

Waktu Pembayaran Terlambat

Waktu penghitungan yang semakin lama tentunya berdampak langsung pada tanggal gajian. Jika penghitungan belum selesai maka otomatis pembayaran gaji Anda juga akan terlambat. 

 

Baca Juga : Sistem Penggajian Karyawan Swasta

 

Data yang Tidak Sistematis 

Selain kesalahan penghitungan, human error lain yang dapat timbul dari penggunaan sistem penggajian manual adalah data yang tidak sistematis. Misalnya, data lembur yang tidak sesuai antara absen harian dan rekap hasil akhir.

Tidak sistematisnya data yang ada juga bisa menghambat proses penggajian.

 

Mudah Dimanipulasi 

Jika perusahaan Anda menggunakan sistem penggajian manual, biasanya data seperti absen dan dokumen lain yang juga menjadi elemen penggajian akan dikumpulkan secara manual pula.

Hal ini memudahkan adanya manipulasi data karena tidak ada bukti real time yang merekam data-data yang diperlukan untuk penggajian seperti absen, lembur, leave dan lain-lain.

 

Pengelolaan Data Rumit

Data berbagai jenis, jumlah karyawan yang tidak sedikit dan kondisi berbeda masing-masing karyawan akan membuat tim penggajian perusahaan Anda kewalahan untuk menghitung dan mengelola data yang digunakan untuk penggajian.

Karena banyaknya jenis data yang harus ada, bukan tidak mungkin malah menambah rumit pengelolaannya. 

Penggajian atau payroll dalam suatu perusahaan memerlukan pengelolaan manajemen yang baik sehingga terintegrasi antara data dan penghitungannya. Penghitungan manual untuk saat ini tentu tidak disarankan. Software LinovHR memiliki modul Payroll sebagai solusinya!

 

Melalui modul Payroll ini, sistem penggajian perusahaan Anda akan lebih mudah dilakukan, dan tentunya terintegrasi.

 

payroll

 

Kegiatan penggajian karyawan seperti penghitungan gaji, pembayaran serta elemen-elemen yang harus ada didalamnya, penghitungan yang up to date dengan kebijakan, pengelolaan data administrasi karyawan, hingga pembuatan slip gaji dan laporan keuangan.

Bukan hanya melakukan kegiatan terkait administratif penggajian dalam perusahaan, modul Payroll ini juga memastikan data yang dikelola akurat dan aman. 

 

Penggunaan modul Payroll dari Software HRD LinovHR dapat meminimalisir human error dari kelemahan sistem penggajian manual. Tunggu apalagi? Schedule a demo sekarang dengan ketuk tautan berikut!