performance report

3 Kesalahan Umum dalam Menyusun Performance Report

Performance report adalah sebuah laporan yang berisi tentang hasil kinerja karyawan selama periode kerja. Tujuan dari penyusunan ini adalah untuk mengevaluasi karyawan, melakukan pengembangan, memelihara sistem, dan juga sebagai bentuk dokumentasi. Laporan ini pastinya harus dibuat dengan baik agar bisa memberikan informasi yang sesuai. Namun terkadang terdapat beberapa kekeliruan saat penyusunan performance report. Apa saja ?

 

3 Kekeliruan dalam Membuat Performance Report

Berikut ini terdapat beberapa contoh kekeliruan yang umum terjadi saat pembuatan performance report, antara lain:

 

1. Terlalu Banyak Grafik yang Tak Relevan

Untuk membuktikan kebenaran isi data, laporan penilaian kinerja akan menampilkan grafik untuk membuktikan kebenaran data. 

Namun terkadang, grafik tersebut dibuat dengan sangat detail sehingga orang yang membacanya tidak bisa memahaminya. Alhasil, informasi yang tersedia di dalam laporan tidak bisa dicerna dengan baik dan tidak bisa digunakan untuk pekerjaan selanjutnya.

 

performance review

 

2. Terlalu Banyak Metrik

Selain grafik, banyaknya metrik yang disajikan membuat isi laporan memuat informasi yang tidak begitu penting sehingga proses kerja menjadi kurang efektif. Seharusnya, isi dalam laporan hanya memuat informasi-informasi penting agar pihak yang menggunakannya bisa segera memprosesnya.

 

3. Kurang Memberikan Cukup Wawasan

Terkadang saat pembuatan laporan penilaian kinerja ini hanya berfokus pada metrik dan juga detail yang menunjukkan peningkatan atau penurunan kinerja. Padahal, performance report juga harus memberikan wawasan atau informasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja karyawan.

 

Baca Juga : Sistem Manajemen Data pada Penilaian Kinerja

 

Cara Meningkatkan Kualitas Performance Report

Dengan performance report yang baik tentunya akan berdampak pada peningkatan kinerja karyawan. Untuk itu, terdapat beberapa cara untuk meningkatkan kualitas performance report.

 

  • Tulislah Pokok Pembahasan Utama

Saat membuat laporan, jangan lupa untuk menyertakan judul atau tajuk utama yang menarik dan juga informatif. Hal ini bertujuan agar pihak yang menggunakannya dapat mengetahui secara jelas tujuan pembuatan laporan ini. Untuk itu, Anda bisa menggunakan pokok pembahasan utama yang sedang dibahas untuk dijadikan sebagai tajuk utama.

 

  • Sertakan Beberapa Visual yang Mendukung

Agar isi dari laporan bisa lebih mudah dipahami, jangan hanya menyertakan tulisan saja tetapi sertakan juga beberapa gambar visual. Dengan visual yang bagus ini, informasi yang disampaikan bisa lebih cepat dipahami dan mudah untuk diingat. Selain itu, pembaca juga tidak mudah bosan karena terdapat gambar-gambar yang menarik di dalamnya.

 

  • Tambahkan Narasi Singkat

Agar pembaca bisa menafsirkan informasi yang sama, tambahkanlah narasi secara singkat. Dengan adanya narasi, Anda bisa memastikan bahwa semua orang dapat memahami makna yang sama. Maka dari itu, narasi yang singkat akan berguna untuk mendukung gambar visual, menjelaskan konteks di balik informasi, dan juga menyoroti beberapa pesan penting untuk mendukung keputusan dan tindakan selanjutnya.

Sebagai contoh, Anda bisa menyertakan narasi dalam konteks grafik yang menjelaskan riwayat penjualan untuk menganalisis tren dari waktu ke waktu. Jadi narasi pada grafik ini bisa menjelaskan hal apa yang ada di balik tren tersebut.

 

Baca Juga : Manfaat Performance Assessment untuk Kinerja Karyawan

 

Mudahkan Pembuatan Performance Report dengan Modul Performance Management LinovHR

Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja karyawan adalah dengan melakukan penilaian kinerja secara berkala. Setelah melakukan penilaian, divisi HRD pastinya akan merekap data dan membuatnya menjadi suatu laporan yang disebut dengan performance report.

Namun terkadang, terdapat beberapa perusahaan yang mengalami kendala dari penyusunan laporan ini salah satunya adalah masih menggunakan cara manual sehingga data yang dihasilkan tidak begitu akurat. Maka dari itu, sudah saatnya perusahaan menggunakan modul Performance Management dari LinovHR.

Melalui modul ini, divisi HRD dapat membuat performance report karyawan secara otomatis dan dengan memasukkan data-data yang akurat.

Selain pembuatan laporan, modul ini juga dapat melakukan penilaian kinerja, memantau kinerja karyawan, sampai menentukan Key Performance Indicator (KPI) karyawan. Dengan begitu, seluruh kegiatan kerja yang berkaitan dengan performance management dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan memberikan hasil yang akurat.

Segera gunakan Modul Performance Management LinovHR untuk pengelolaan kinerja karyawan serta penyusunan performance report yang lebih maksimal!