opini audit

Pengertian dan Jenis Opini Audit dalam Perusahaan

Salah satu kegiatan yang selalu dilakukan oleh beberapa perusahaan adalah audit. Beberapa departemen dalam perusahaan melakukan kegiatan audit untuk mengevaluasi suatu sistem, produk proses atau organisasi. Salah satu kegiatan audit yang dilakukan perusahaan adalah opini audit. Ikuti pembahasannya di bawah ini! 

 

Pengertian Opini Audit

Opini audit adalah sebuah pernyataan auditor terhadap kewajaran dari laporan keuangan yang diaudit. Kewajaran yang dimaksud meliputi arus kas, posisi keuangan dan materialitas. Audit sendiri bertujuan untuk melakukan verifikasi bahwa suatu subjek yang diaudit telah berjalan atau sesuai dengan standar atau peraturan yang telah ditetapkan. Seseorang yang bertugas melakukan audit disebut dengan auditor. 

 

Jenis-Jenis Opini Audit

Salah satu departemen yang melakukan audit adalah departemen keuangan. Departemen keuangan tentunya memiliki banyak laporan keuangan dan catatan atau dokumen yang memuat informasi mengenai keuangan suatu perusahaan. Laporan keuangan memang dibuat oleh akuntan namun, yang membaca laporan keuangan bukan seorang akuntan saja. Oleh sebab itu laporan keuangan perlu diberi penjelasan atau diterjemahkan ke dalam bahasa yang mudah dipahami.

Terjemahan atau penjelasan dari laporan keuanganlah yang disebut sebagai opini audit. Pengguna laporan keuangan menggunakan opini audit untuk menentukan berbagai keputusan perusahaan. Berikut ini jenis-jenis opini audit: 

 

Opini Wajar Tanpa Pengecualian

Opini wajar tanpa pengecualian atau disebut juga dengan unqualifies opinion merupakan opini yang diberikan oleh auditor jika auditor tidak menemukan kesalahan yang material secara keseluruhan pada laporan keuangan. Selain itu, laporan keuangan dinilai telah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku (SAK). Secara rinci, laporan keuangan yang mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian dari auditor harus memenuhi keadaan sebagai berikut:

  1. Bukti-bukti yang diperlukan dalam audit sudah dikumpulkan secara lengkap dan auditor telah melaksanakan tugasnya dengan maksimal sehingga auditor dapat memastikan bahwa pekerjaan telah sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku.
  2. Ketiga standar umum sudah ditaati semua dalam perjanjian kerja
  3. Laporan keuangan yang diaudit harus disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku di Indonesia. Maksud dari laporan keuangan yang diaudit ini tidak hanya laporan satu bulan sebelumnya atau laporan keuangan bulan tersebut namun juga laporan-laporan sebelumnya. Penjelasan-penjelasan mengenai laporan keuangan bisa diletakkan di catatan kaki atau bagian lainnya di laporan keuangan.
  4. Tidak ada ketidakpastian yang cukup berarti pada perkembangan di masa yang akan datang.

 

Baca Juga: Akuntansi Keuangan demi Kelancaran Perusahaan

 

Opini wajar tanpa pengecualian dapat disajikan ke dalam modified unqualified opinion atau opini wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan. Modifikasi opini wajar tanpa pengecualian dua buat ketika auditor harus memberi satu paragraf penjelasan pada laporan keuangan. Opini wajar tanpa pengecualian modifikasi dilakukan jika terjadi:

  1. Auditor ragu atas konsep perkembangan masa depan perusahaan atau entitas.
  2. Perusahaan kurang konsisten ketika menerapkan standar akuntansi yang digunakan. Misalnya pada dua periode akuntansi ada perubahan standar akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan
  3. Ada suatu hal yang ingin ditekankan auditor
  4. Ada data tertentu yang diperlukan namun tidak disajikan
  5. Laporan keuangan dipengaruhi oleh beberapa ketidakpastian peristiwa di masa mendatang sehingga tanggal yang digunakan untuk hasil laporan keuangan tidak dapat diperkirakan
  6. Aturan yang digunakan dalam laporan keuangan kurang jelas sehingga laporan keuangan tidak sesuai dengan SAK

 

Opini Wajar dengan Pengecualian

Opini wajar dengan pengecualian atau yang biasa disebut juga dengan qualified opinion. Merupakan opini yang diberikan oleh auditor ketika laporan keuangan sesuai dalam hal material namun ada sesuatu yang tidak sesuai atau kurang lengkap pada posting tertentu. Oleh sebab itu hal tersebut harus dikecualikan. Terdapat beberapa kondisi yang membuat auditor memberikan opini wajar dengan pengecualian. Pengecualian tersebut dapat terjadi jika:

  1. Bukti yang dibutuhkan dalam audit laporan keuangan tidak cukup
  2. Tidak ada batasan ruang lingkup laporan keuangan
  3. Terdapat penyimpangan dalam menerapkan prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan secara umum (SAK)

Laporan keuangan yang mendapat opini wajar dengan pengecualian jika:

  1. Auditor telah memperoleh bukti-bukti yang tepat dan cukup untuk menyimpulkan bahwa terdapat kesalahan penyajian baik secara individual atau agregasi.
  2. Bukti yang diperoleh auditor telah tepat dan cukup untuk mendasari opini namun auditor memberikan kesimpulan bahwa pengaruh kesalahan dalam penyajian tidak terdeteksi.

 

Baca Juga: Pedoman Kode Etik Akuntan

 

Opini Tidak Wajar

Menjadi seorang auditor haruslah netral, oleh sebab itu auditor bisa mengeluarkan opini tidak wajar atau adverse opinion. Opini tidak wajar terjadi jika audit memberikan kesimpulan bahwa laporan keuangan memiliki penyajian yang salah baik secara individual atau agregasi adalah material dan pervasif. Pervasif adalah kesalahan yang akan membawa dampak yang besar dan mendalam. Opini tidak wajar tentunya diberikan setelah auditor melakukan pemeriksaan secara mendalam mengenai laporan keuangan dan telah mendapatkan bukti-bukti yang tepat dan cukup.

 

Opini Tidak Memberikan Pendapat

Dalam melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan, auditor tidak wajib memberikan pendapat karena terdapat opsi opini tidak memberikan pendapat. Opini tidak memberikan pendapat diberikan oleh auditor jika auditor tidak mendapatkan bukti yang cukup dan tepat sebagai dasar opini. Selai itu, auditor tidak memberikan kesimpulan bahwa tidak adanya pengaruh kesalahan penyajian material, jika ada maka dapat bersifat pervasif.

 

Pengaruh Opini Audit Bagi Perusahaan

Melakukan audit keuangan tentu akan memberikan banyak manfaat seperti meningkatkan kredibilitas perusahaan, menciptakan perusahaan yang transparan dan sebagai bahan evaluasi perusahaan supaya menjadi lebih baik. Melakukan audit ada pengaruhnya bagi perusahaan begitu pula dengan opini audit. Opini audit sangat berpengaruh bagi perusahaan untuk mendapatkan investor. Jika opini audit yang diperoleh perusahaan baik maka investor akan percaya dengan perusahaan

Itulah jenis-jenis opini audit dan pengaruhnya. Mulai sekarang buatlah laporan keuangan yang tepat dan sesuai dengan standar supaya memperoleh opini audit yang baik. Semoga dapat membantu dan menambah pengetahuan Anda seputar audit!