perbedaan pelatihan dan pengembangan sdm

Memahami Perbedaan Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Dalam kehidupan sehari-hari seperti pada lingkungan pekerjaan, pastinya Anda sering mendengarkan kalimat pelatihan dan pengembangan. Mungkin saja Anda mengartikannya ke dalam satu makna, padahal kedua hal tersebut memiliki definisi dan tujuan yang berbeda.

 

Perbedaan Pelatihan dan Pengembangan SDM

Pelatihan lebih diartikan sebagai peningkatan penguasaan keahlian karyawan atas pekerjaan atau tugas yang sedang dihadapi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia berkaitan dengan jabatan atau divisi yang atau yang menjadi tanggung jawab saat ini. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kinerja seseorang terhadap jabatan atau fungsinya.

Sedangkan untuk pengembangan sendiri memiliki arti menyiapkan seseorang atau karyawan untuk mempelajari dan menguasai suatu hal baru karena akan memegang tanggung jawab baru yang lebih besar.

Pengembangan karyawan lebih bersifat formal. Karena hal ini berkaitan dengan kemampuan dan keahlian karyawan yang wajib dipersiapkan untuk kepentingan jabatan di masa yang akan datang.

Tujuan atau sasaran dari program pengembangan lebih luas dari pada pelatihan. Pengembangan akan lebih terfokus kepada meningkatkan dan menyiapkan kemampuan karyawan untuk mengantisipasi perubahan yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang.

Untuk memudahkan Anda untuk melihat perbedaan antara pelatihan dan pengembangan, coba perhatikan tabel di bawah ini.

 

No. Pengukuran  Pelatihan  Pengembangan 
Sasaran Karyawan baru untuk mendapatkan skill yang dibutuhkan perusahaan Karyawan lama untuk mengembangkan skill yang mereka punya
Waktu  3 – 6 bulan (masa probation) Continue, selama karyawan tersebut masih bekerja
Tujuan  Mengembangkan skill dan wawasan pengetahuan untuk pekerjaan yang sedang dilakukan Lebih berfokus untuk mengembangkan atau memperdalam skill untuk menyiapkan tantang di masa depan
Orientasi  Terbatas, tergantung dengan pekerjaan yang sedang dilakukan Berorientasi pada pengembangan karir di masa depan

 

Baca Juga : Manfaat Pelatihan & Pengembangan SDM yang Harus Diketahui

 

Kapan Karyawan Membutuhkan Pelatihan dan Pengembangan?

Seperti yang sudah diulas pada penjelasan di atas mengenai perbedaan pelatihan dan pengembangan, terdapat perbedaan dari segi objek dan orientasi. Lantas, kapan waktu yang tepat bagi perusahaan untuk melakukan pelatihan dan pengembangan untuk karyawan?  

 

1. Penerimaan Karyawan Baru

Saat perusahaan Anda memiliki karyawan baru, maka inilah waktu yang tepat untuk mengadakan pelatihan. Kegiatan pelatihan tersebut akan bermanfaat bagi mereka untuk mendapatkan gambaran besar tentang perusahaan dan juga divisi yang akan menjadi tanggung jawab karyawan selama periode kerja.

Selain itu, waktu pelatihan ini juga sebagai sesi pengenalan kultur atau kebiasaan yang diterapkan di lingkungan kerja. Anda juga bisa memberitahu tentang peraturan perusahaan.

Karyawan yang akan mengikuti program pelatihan ini akan diberikan pelatihan On The Job Training dan mereka akan dicoba untuk ditempatkan di beberapa bidang. Dengan menerapkan cara itu, manajer atau kepala divisi akan mengetahui bidang apa yang cocok untuk menempati calon karyawan sesuai dengan skill yang dimiliki.

Karena kebanyakan perusahaan menempatkan calon karyawannya tidak berdasarkan kemampuan.

 

2. Saat Perusahaan Ingin Meregenerasi Karyawan

Regenerasi karyawan bisa diartikan sebagai mengembangkan kinerja karyawan lama yang telah bekerja di suatu perusahaan. Proses regenerasi ini membutuhkan program pengembangan karyawan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memudahkan perusahaan melakukan promosi karyawan ke jabatan atau posisi yang lebih tinggi. 

Jadi pada tahap pengembangan ini, karyawan akan belajar terhadap skill yang mereka punya serta menemukan hal baru di luar tanggung jawab yang sedang diemban. Kegiatan pengebangan karyawan ini akan membantu mereka untuk menemukan bakat-bakat baru yang terpendam.

 

Baca Juga: Manfaat Program Magang Bagi Perusahaan

 

3. Saat Perusahaan Menerapkan Sistem Baru

Tanpa menerapkan sistem yang baik, sebuah perusahaan tidak akan berjalan dengan lancar. Maka dari itu, kegiatan pelatihan dan pengembangan berfungsi sebagai sosialisasi terhadap kebijakan baru terkait dengan sistem perusahaan.

Peralihan sistem baru ini pastinya membutuhkan proses adaptasi. Jadi, perusahaan harus mengadakan sosialisasi agar karyawan bisa menyiapkan dirinya terhadap kebiasaan baru.

 

4. Perusahaan Menerapkan Kebijakan Baru

Sama seperti poin nomor 3, kegiatan pelatihan dan pengembangan akan membantu perusahaan untuk mensosialisasikan kebijakan baru yang akan diterapkan.

Penerapan kebijakan baru ini pastinya tidak dirancang oleh satu orang, proses ini akan melibatkan manajer, komisaris, bahkan karyawan itu sendiri.

Kebijakan baru yang diterapkan akan mengubah cara kerja, peraturan, tujuan serta visi dan misi perusahaan. Untuk itu, kondisi seperti ini merupakan waktu yang tepat untuk mengadakan pelatihan dan pengembangan karyawan.

Mengadakan pelatihan dan pengembangan karyawan terkadang masih menemukan kendala di beberapa perusahaan. Kendala yang mungkin terjadi karena tidak memiliki pengukuran objektif terhadap skill karyawan, kurang memahami tujuan perusahaan, dan lainnya.

Namun, semua kendala itu bisa segera teratasi dengan mudah jika menggunakan Modul Learning and Development dari LinovHR. Kegunaan dari modul ini akan membantu perusahaan khususnya tim HR untuk mengelola semua hal yang berkaitan dengan kegiatan pelatihan dan pengembangan SDM.

LinovHR akan membantu Anda mulai dari membuat perencanaan pelatihan, kegiatan atau implementasi, hingga evaluasi yang lebih akurat, cepat, dan lengkap. Dengan menggunakan modul Learning and Development akan membantu perusahaan untuk meningkatkan kapabilitas, skill, serta kompetensi karyawan.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan pelatihan dan pengembangan SDM. Semoga ulasan di atas dapat membantu Anda!