perbedaan rekrutmen dan talent acquisition

Perbedaan Rekrutmen dan Talent Acquisition, Mana yang Lebih Dibutuhkan?

Dalam menjalankan bisnis, tentunya diperlukan sumber daya manusia untuk menggerakkannya.

Perusahaan tentunya ingin mendapatkan calon kandidat yang memiliki kemampuan dan potensi yang bagus untuk dapat membantu perusahaan ke depannya.

Perusahaan dapat mendapatkan sumber daya manusia yang dibutuhkan melalui metode perekrutan maupun talent acquisition.

Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mencari kandidat untuk perusahaan, namun terdapat perbedaan yang signifikan antara keduanya.

Supaya Anda tidak bingung mengenai perbedaan rekrutmen dan talent acquisition, kali ini LinovHR akan membahas secara detail perbedaan antara keduanya.

Simak penjelasan lengkapnya di sini!

 

Perbedaan Rekrutmen dan Talent Acquisition

Rekrutmen adalah sebuah proses yang dilakukan secara langsung untuk menerima calon kandidat-kandidat tertentu yang nantinya akan digunakan untuk posisi-posisi yang kosong dan spesifik yang ada di dalam sebuah perusahaan.

Lalu, Talent Acquisition adalah sebuah pemikiran strategis yang digunakan untuk mendapatkan calon kandidat bagi perusahaan.

Pemikiran strategis tersebut umumnya meliputi rencana jangka panjang mengenai pembangunan relasi, melakukan antisipasi syarat untuk melakukan rekrutmen ke depannya, dan membentuk kumpulan kandidat yang berkelanjutan.

Perlu diingat bahwa, rekrutmen adalah bagian dari talent acquisition. Artinya, talent acquisition membutuhkan proses rekrutmen pada setiap pelaksanaannya.

Sedangkan proses rekrutmen dapat tetap berjalan, meskipun tanpa adanya sebuah strategi talent acquisition.

Namun, ada beberapa poin utama yang membedakan antara keduanya.

 

  1. Citra Perusahaan

Pada strategi talent acquisition, citra perusahaan akan ditonjolkan oleh tim. Hal ini bertujuan untuk membangun dan memperlihatkan citra yang positif dan baik kepada masyarakat, agar dikenal secara luas dan memudahkan perusahaan dalam menarik minat kandidat-kandidat potensial bagi perusahaan. 

Pada kebanyakan proses rekrutmen, tidak selalu menonjolkan citra perusahaan.

 

  1. Tujuan Perusahaan

Apabila dilihat dari tujuan perusahaan, talent acquisition dilakukan untuk jangka waktu yang panjang. Sehingga, perusahaan dapat mengantisipasi akan kebutuhan tenaga kerja baru di masa yang akan datang.

Sedangkan rekrutmen dilakukan oleh perusahaan, dengan tujuan mendapatkan kandidat baru dalam waktu dekat.

 

  1. Reaktif dan Proaktif

Talent acquisition termasuk ke dalam sebuah proses proaktif dan jangka panjang. Nantinya tim dari perusahaan akan memiliki data-data kandidat potensial yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan perusahaan.

Tujuannya yaitu, ketika ada karyawan perusahaan yang resign, maka tim dapat menghubungi kandidat potensial tersebut.

Rekrutmen sendiri termasuk ke dalam proses reaktif. Dimana perusahaan melakukan perekrutan untuk mengisi posisi kosong di perusahaan dengan segera.

 

  1. Kemajuan Perusahaan

Maju dan berhasilnya perusahaan tentu erat kaitannya dengan sumber daya manusia yang dimilikinya.

Penerapan talent acquisition yang tepat, mampu untuk membantu perusahaan dalam mencari kandidat terbaik, jika sewaktu-waktu perusahaan membutuhkan tenaga kerja atau menciptakan posisi baru di perusahaan.

Tim juga harus memastikan bahwa kandidat yang bersangkutan merasa nyaman untuk bekerja di perusahaan. Dengan begitu, angka turnover dapat ditekan dan memberikan citra baik bagi para potensial kandidat lainnya di luar sana.

 

Baca juga: Keunggulan Menggunakan ATS Sistem untuk Rekrutmen Karyawan

 

Rekrutmen vs Talent Acquisition, Mana yang Lebih Dibutuhkan Perusahaan?

Mungkin setelah Anda mengetahui dan memahami arti dan juga perbedaan keduanya, timbul sebuah pertanyaan. Mana yang lebih baik di antara keduanya?

Pada dasarnya, kedua metode atau pendekatan tersebut sama-sama memberikan dampak yang baik bagi perusahaan atau bisnis. Kedua metode tersebut bisa Anda lakukan secara bergantian, yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan juga kebutuhan karyawan saat itu.

Jika perusahaan sedang dihadapkan pada kondisi, dimana sedang membutuhkan kandidat untuk mengisi posisi kosong tertentu sesegera mungkin untuk menjalankan operasional perusahaan, maka metode yang bisa digunakan oleh perusahaan yaitu metode rekrutmen.

Sebaliknya, jika perusahaan ingin mendapatkan kandidat potensial yang memiliki kemampuan mumpuni, berpengalaman, memiliki visi dan misi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, mampu beradaptasi, dan diperuntukkan untuk jangka waktu panjang, maka metode yang bisa digunakan oleh perusahaan yaitu metode talent acquisition.

Sederhananya, metode rekrutmen bisa digunakan perusahaan dalam mencari kandidat untuk mengisi posisi kosong secepat mungkin, atau jangka pendek. Sedangkan talent acquisition berguna untuk mendapatkan potensial kandidat yang tepat bagi perusahaan di masa yang akan datang, atau jangka waktu panjang.

 

Rekrutmen atau Talent Acquisition? LinovHR Memudahkan Proses Keduanya

 

software hris

 

Melakukan proses rekrutmen atau talent acquisition tentunya memerlukan banyak tenaga, pikiran, dan juga biaya. Terutama jika perusahaan yang Anda miliki merupakan perusahaan dengan skala besar. Tentunya kebutuhan akan sumber daya manusia akan semakin tinggi dan meningkat.

Aplikasi Rekrutmen & Talent Management LinovHR hadir untuk memberikan solusi untuk keduanya secara sekaligus!

Melalui Modul Rekrutmen dan Talent Acquisition di aplikasi ini, user dapat membuat Manpower Planning, Recruitment Request, Talent Management, Career Announcement melalui website dan proses rekrutmen lainnya.

Intinya adalah, user atau HR dapat melakukan proses perencanaan rekrutmen hingga melakukan proses seleksi dengan pengelolaan yang baik melalui aplikasi ini.

Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi khawatir dalam mencari dan mendapatkan kandidat-kandidat terbaik untuk perusahaan Anda. Semua dapat dilakukan secara mudah, cepat, dan tepat dengan LinovHR!

 

Coba demonya sekarang juga, Gratis!

 

Demikian pembahasan mengenai perbedaan rekrutmen dan talent acquisition. Meskipun terdapat perbedaan, namun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mendapatkan kandidat terbaik untuk mengisi posisi kosong di perusahaan.

Yang membedakan yaitu tujuan dan juga jangka waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Semoga bermanfaat!