compressed hours

Compressed Hours: Pengertian, Keuntungan, dan Cara Kerjanya

Pandemi COVID-19 mendorong perubahan pada jam kerja karyawan. Kini, banyak sekali perusahaan yang menerapkan jam kerja fleksibel, seperti remote working, WFH, dan flexitime. Lalu ada juga compressed hours, apakah Anda sudah pernah mendengarnya?

Dalam artikel LinovHR kali ini, kita akan membahas apakah itu compressed hours secara mendalam. Mari simak artikel di bawah ini bersama.

 

Pengertian Compressed Hours

Compressed hours adalah sebuah sistem kerja di mana karyawan yang bekerja dalam jam padat atau waktu yang dimampatkan akan mendapatkan hari libur lebih banyak. 

Misalnya, alih-alih bekerja selama 5 hari, karyawan dapat bekerja hanya 4 hari selama 10 jam sehingga karyawan bisa mendapatkan hari libur selama 3 hari. 

Ada juga pengaturan lain mengenai compressed hours. Misalnya, karyawan menambah 1 jam kerja untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum hari Jumat atau karyawan juga bisa memotong waktu istirahat.

Pengaturan mengenai hal ini dapat disesuaikan oleh karyawan karena pada intinya, jam kerja fleksibel memberikan kebebasan pada karyawan untuk mengatur jam kerjanya sendiri, asalkan tidak memengaruhi produktivitasnya.

Tentu tak semua perusahaan menerapkan compressed hours sebagai sistem kerja fleksibel. Mereka memiliki kebijakan masing-masing terkait jam kerja fleksibel. Sebagai pertimbangan, ketahui terlebih dahulu keuntungan dan kerugian dari jam kerja fleksibel ini.

 

Keuntungan dan Kerugian Compressed Hours

Compressed hours bisa menjadi jam kerja fleksibel yang bermanfaat bagi perusahaan apabila dikelola dengan baik. Namun, Anda perlu memertimbangkan terlebih dulu keuntungan dan kerugiannya sebelum menerapkannya. Berikut adalah beberapa keuntungan dan kerugian dari penerapannya.

 

Keuntungan Implementasi Compressed Hours

Implementasi compressed hours dapat menimbulkan keuntungan bagi perusahaan, di antaranya adalah:

 

  • Karyawan hanya perlu datang ke kantor selama 4 hari dan mendapatkan waktu extra untuk beristirahat sehingga mampu meningkatkan work-life balance karyawan, kesejahteraan, hingga produktivitas karyawan.
  • Sistem kerja compressed hours  memungkinkan karyawan untuk mengembangkan diri di waktu luang dengan mengikuti pelatihan yang dapat mengasah kemampuannya sehingga lebih banyak keterampilan yang dapat diterapkan di perusahaan. 
  • Compressed hours sangat menguntungkan bagi perusahaan industri jasa karena dengan waktu kerja yang lebih panjang, maka akan ada lebih banyak pelanggan yang bisa dilayani sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.
  • Karyawan memiliki waktu luang untuk menghadiri janji dengan dokter atau menyelesaikan masalah pribadi sehingga karyawan tidak perlu absen dan mengambil waktu cuti.
  • Perusahaan yang menawarkan compressed hours cenderung dapat memikat talent serta mempertahankan talent yang berbakat.
  • Perusahaan dapat menghemat biaya operasional karena sistem ini mampu meningkatkan produktivitas dan menjaga kesehatan fisik serta mental karyawan sehingga lebih sedikit karyawan yang sakit.

 

Kerugian Implementasi Compressed Hours

Di samping berbagai keuntungan yang ditawarkan sistem compressed hours, ada juga beberapa kerugian yang harus diwaspadai oleh perusahaan.

 

Berikut adalah beberapa kerugiannya:

  • Jika tidak dibarengi dengan sistem yang jelas dan pelacakan jam kerja karyawan, compressed hours justru dapat menjadi hambatan bagi produktivitas perusahaan.
  • Apabila jam kerja tidak diatur dengan baik, peluang terjadinya jadwal yang bentrok akan lebih besar. Hal tersebut dapat berpengaruh pada kekurangan staf.
  • Pengaturan rapat internal lebih sulit apabila tidak memiliki visibilitas jadwal kerja karyawan.
  • Jadwal yang tidak teratur juga berpengaruh buruk pada koordinasi dengan klien atau mitra bisnis.
  • Jika tidak dikelola dengan baik, compressed hours justru dapat menimbulkan kelelahan dan turunnya produktivitas.
  • Jika tidak dikelola dengan baik, perusahaan beresiko tidak dapat mematuhi UU Ketenagakerjaan yang berlaku.

 

Baca Juga: Seperti Apa Itu Telecommuting dan Cara Mengimplementasikannya?

 

Menghitung Hak Libur untuk Karyawan pada Compressed Hours

Apabila perusahaan menerapkan compressed hours sebagai sistem kerja, maka hak cuti karyawan dihitung berdasarkan jam, bukan hari. Jadi, apabila hari kerja karyawan jatuh pada hari libur, maka jam kerja karyawan pada hari itu akan dipotong dari hak cuti karyawan.

 

Lacak Waktu dan Kehadiran Karyawan Lebih Efektif dengan LinovHR

 

mobile ess

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, compressed hours adalah salah satu metode jam kerja fleksibel yang bisa diimplementasikan perusahaan.

Metode satu ini memungkinkan karyawan menghemat waktu dan tenaga mereka untuk berangkat ke kantor. Akhirnya hal ini juga berpengaruh kepada produktivitas mereka bagi perusahaan.

Namun, saat perusahaan benar-benar ingin mengimplementasikannya, pastikan perusahaan sudah tahu bagaimana memonitoring karyawan.

Salah satu cara pengelolaan compressed hours yang tepat adalah dengan melacak jam kerja dan kehadiran karyawan. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk dapat melacak jam kerja karyawan dan kehadirannya dengan tepat.

LinovHR dapat jadi solusi Anda dalam melacak kehadiran dan jam kerja karyawan, lho! Dengan Aplikasi Absensi dari LinovHR, karyawan dapat melakukan absensi secara online, dapat melihat jadwal kerjanya, hingga kuota cuti yang didapatkan.

Selain itu, data kehadiran karyawan akan terintegrasi dengan database admin sehingga HRD dapat mengelola data kehadiran dengan mudah, cepat, dan akurat. Data ini juga dapat membantu HRD mengelola kuota cuti karyawan hingga proses payroll.

 

HRD dapat mengelola seluruh administrasi karyawan dengan cepat dan mudah karena seluruh modul ada di LinovHR. Yuk, gunakan LinovHR untuk kemudahan administrasi karyawan Anda!