perfeksionis

Apakah Menjadi Perfeksionis Adalah Keunggulan?

Banyak yang menilai jika perfeksionis termasuk perilaku yang selalu menuntut kesempurnaan. Pada faktanya, perfeksionis punya efek positif dan negatif terhadap pelakunya. Untuk beberapa kondisi, efek tersebut juga bisa berdampak pada individu yang ada di sekitar. Pertanyaannya, apakah sifat ini justru membawa keunggulan atau sebaliknya?  Simak pembahasan di bawah ini! 

 

Apa Itu Perfeksionis?

Jika dikaitkan dengan pekerjaan, perfeksionis adalah seseorang yang tak mau menerima hasil kerja jika tak sesuai standar dari kesempurnaan. Itu sebabnya, pada banyak kesempatan, sikap ini bisa memberi efek buruk terhadap rekan kerja atau kolega.

Beberapa bahkan mungkin menilai perfeksionis sebagai sikap halusional dan ada sesuatu yang salah pada pola pikirnya. Terlebih saat perilaku ini ditunjukkan pada kadar yang lebih tinggi, pasti akan terjadi gesekan, terutama dalam situasi yang membutuhkan kerja sama tim. Dari arti perfeksionis tersebut, individu dengan sikap ini akan memberi perhatian ekstra pada tiap detail daripada hasil yang baik. Beberapa individu dengan sikap ini percaya bahwa pekerjaan yang dikerjakan tidak hanya harus berakhir sempurna, tapi juga harus tersusun rapi dalam prosesnya.

Semisal karakteristik ini muncul dengan kadar yang tepat, ada banyak sisi positif yang bisa didapat dalam berbagai situasi berbeda. Dalam berkarir, mereka akan terfokus untuk membuat proses berjalan sempurna dan mau menginvestasikan usaha dan waktu untuk menyelesaikan tugasnya. Untuk beberapa kasus, sikap ini kadang mengganggu.

 

Keuntungan Menjadi Perfeksionis

Dengan kadar yang tepat, perfeksionis bisa menghadirkan beberapa keuntungan untuk berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam lingkungan kerja. Apa saja keuntungannya? 

 

Standar tinggi

Karena punya standar tinggi, sangat mudah bagi individu tersebut untuk memenuhi standar yang diharapkan klien, kolega, atau pimpinan. Juga, mudah bagi seorang perfeksionis untuk memenuhi harapan karena tiap tahapan dilewati dengan kesempurnaan tinggi.

 

Efisiensi tinggi

Perfeksionis adalah tentang kesempurnaan dan apapun yang dipegang akan dikelola dengan baik, bahkan cenderung ‘gila’ manajemen. Mereka akan mengatur semua aktivitas agar selaras sehingga tercipta efisiensi kerja, dan apapun yang dilakukan cenderung lebih akurat.

 

Lebih mendetail

Kemampuan untuk melihat detail kecil termasuk keunggulan utama dari karakter ini, terlebih jika diterapkan dalam dunia kerja. Semua harus tertata pada tempatnya dengan detail tinggi, yang bahkan orang lain tak akan menyadari. Ini jelas memberi impresi positif untuk siapapun.

 

Baca Juga: Teknik Pomodoro untuk Tingkatkan Fokus Selama Bekerja

 

Bagus untuk manajemen

Kemampuan manajemen tak perlu diragukan lagi. Mereka yang selalu ingin sempurna akan mengatur apapun sesuai urutan sehingga semua terkelola dengan baik. Dalam dunia kerja, sikap ini jelas diperlukan karena budaya kerja yang baik akan diawali dari manajemen.

 

Mampu melihat kesalahan

Sangat mungkin dikatakan, perfeksionis adalah individu yang anti melakukan kesalahan. Semua sudah dipikir dengan matang untuk tiap tindakan yang akan diambil. Itu sebabnya, mereka juga handal dalam mencermati kesalahan yang mungkin muncul dari satu proses.

 

Kemampuan analisa bagus

Dari sini, perfeksionis lebih mampu membuat analisa dengan hasil akurat karena punya pemahaman lebih terkait satu persoalan yang sedang dihadapi. Mereka bisa melihat berbagai skenario dan situasi lalu mengambil keputusan berdasarkan kondisi yang ada.

 

Kekurangan Perfeksionis

Terlepas dari banyaknya kelebihan yang ada pada perfeksionis, sikap ini juga menyimpan beberapa kekurangan. Persoalannya, kekurangan ini tak hanya menimpa terbatas pada pelakunya saja, tapi juga pada beberapa individu yang ada di sekitar.

 

Kehilangan objektivitas

Karena selalu berorientasi pada detail, mereka yang selalu ingin sempurna justru sering kehilangan gambaran besar dari keseluruhan ide. Terlalu memikirkan detail kecil, perfeksionis kemudian teralihkan fokusnya, begitu juga dengan tujuan awalnya.

 

Cenderung lambat

Orang yang selalu ingin sempurna selalu mendetail. Mereka cenderung lebih lambat dalam menyelesaikan apapun karena tiap langkah yang diambil harus dipikirkan dengan mendetail. Proses inilah yang memakan waktu lama sehingga muncul kesan lebih lambat. 

 

Kurang menerima perubahan

Karena lebih suka menyelesaikan pekerjaan dengan caranya sendiri, mereka juga cenderung kurang bisa menerima perubahan dan sering memaksakan ide. Terutama jika dituntut untuk kerja sama tim, sangat mungkin terjadi konflik internal yang justru bisa menghambat kemajuan bisnis. 

 

Takut gagal

Gagal adalah sisi lain dari sukses, dan merupakan kewajaran. Tapi mengetahui bagaimana perfeksionis menyiapkan rencana dengan detail tinggi sebenarnya merupakan bentuk ketakutan dari kegagalan. Semisal situasi ini terjadi, depresi akan melanda dan menjadi goyah.

 

Jadi, Apakah Perfeksionis Itu Baik Atau Buruk?

Bukan sesuatu yang bisa dijelaskan dengan mudah apakah perfeksionis adalah baik atau buruk. Bukan tugas yang mudah untuk menjawabnya. Semua akan bergantung pada pembawaan pribadi dari individu yang memiliki sikap perfeksionis. 

Jika digunakan dalam kadar yang pas, efek positif pasti akan lebih menonjol. Tapi jika kadar yang digunakan berlebihan, beberapa poin negatif akan lebih dominan. Tak jarang banyak orang yang menunda dan menjadi prokrastinator karena merasa momen atau waktu saat ini kurang tepat untuk mengerjakan sesuatu. Akibatnya, pekerjaan justru terbengkalai. 

Semisal dibuat sederhana, arti perfeksionis memang tak jauh-jauh dari kesempurnaan, dan itu bisa didapat dengan cara yang mendetail. Tapi bukan berarti tiap proses harus betul-betul dipikirkan detailnya. Baiknya buat batasan tentang detail yang harus benar-benar dipikirkan dan mana yang tidak. Dengan begitu pekerjaan dapat selesai dengan baik. Ingat, pekerjaan yang baik adalah pekerjaan yang selesai!