offering letter

9 Pertimbangan Ketika Menerima Offering Letter

Offering letter menjadi hal yang paling ditunggu bagi pelamar kerja.  Apalagi bagi seseorang yang sudah lama menganggur sekian lama. Tentunya pasti senang bukan main. Namun, jangan asal setuju saja dengan pekerjaan yang diberikan. Jika tidak teliti, salah memilih pekerjaan justru menjadi bumerang, loh! 

Sebelum menerima suatu pekerjaan, ada baiknya seorang individu untuk mempertimbangkan beberapa hal di dalam offering letter. Daripada terburu-buru dan terjebak, coba pertimbangkan beberapa hal di bawah ini!  

 

1. Gaji

Siapa sih yang gak senang dengan gaji? Banyak orang yang menjadikan gaji sebagai pertimbangan pertama dalam menerima pekerjaan. Biasanya karyawan akan lebih termotivasi dengan gaji yang mereka terima setiap bulannya. Pastikan gaji yang tertera dalam offering letter sesuai dengan beban kerja jobdesk atau jenis pekerjaan yang ditawarkan. Cobalah mencari informasi sebanyak mungkin mengenai gaji yang sepadan dengan posisi yang ditawarkan agar tak menyesal di kemudian hari. 

 

2. Jenjang Karir

Selain gaji,  jenjang karir juga menjadi pertimbangan penting. Tentunya semua orang ingin jenjang karir yang pasti dan stabil sehingga membawa dampak positif bagi perkembangan diri. Fresh graduate bisa belajar banyak dari prospek jenjang karir, loh!  Pastikan terlebih dahulu jenjang karir untuk posisi yang ditawarkan. Jenjang karir juga bisa menjadi motivasi lain yang tak kalah berperan selain gaji.

 

3. Budaya Kerja 

Sebelum kamu menyetujui tawaran pekerjaan, ada baiknya mencari tahu budaya kerja perusahaan tersebut. Seringkali kultur atau budaya kerja perusahaan menjadi pertimbangan menerima tawaran kerja. Karena hal ini akan mempengaruhi suasana, mood dan produktivitas nanti.

 

Baca Juga: Budaya Kerja Yang Toxic dan Cara Mengatasinya

 

Jika terlihat bahwa budaya, dan ritme kerjanya memang sesuai yang kamu inginkan, mungkin tidak ada salahnya untuk mencoba. Namun, jangan memaksakan diri untuk bekerja jika perusahaan tersebut memiliki budaya kerja yang bertolak belakang dengan pribadi!

 

4. Jarak tempuh

Pertimbangan menerima tawaran kerja selanjutnya adalah jarak tempuh. Pastikan perusahaan tempat bekerja tidak begitu jauh dengan tempat tinggal. Mengingat jarak antara rumah dengan tempat kerja akan sangat berpengaruh pada kondisi fisik, jadi hal ini tentu penting untuk dipertimbangkan. 

 

5. Kondisi perusahaan

Semua calon karyawan perlu mencari tahu tentang kondisi perusahaan terutama finansialnya. Kamu bisa menyelidiki lewat internet, atau bertanya pada beberapa teman. Pertimbangan ini juga penting mengingat kondisi perusahaan dapat berpengaruh pada finansial, dan prospek karir nanti. Biasanya kendala perusahaan baru yaitu, belum dikenal dan minim klien. Sedangkan perusahaan lama sering kali tersandung masalah finansial dan manajerial.

 

6. Tunjangan kerja

Tunjangan kerja juga menjadi penting bersamaan dengan gaji. Semakin rumit jenis pekerjaan yang ditawarkan, akan semakin besar tunjangan kerjanya. Umumnya tunjangan kerja akan semakin naik jika karyawan bekerja dengan baik dan optimal sepanjang karirnya di perusahaan. Oleh karenanya calon karyawan akan termotivasi untuk bekerja di perusahaan tersebut.

 

7. Kontrak Kerja

Inilah hal yang paling menyita banyak perhatian. Apakah status pekerjaan yang ditawarkan berstatus tetap atau kontrak? Perhatikan jenis kontrak kerja yang ditawarkan, perihal pemutusan kerja, resign, dan lainnya yang berkaitan dengan kontrak kerja. Apakah ada penalti jika mengajukan resign? Apakah status karyawan merupakan kontrak atau tetap? Sekalipun hal tersebut masih lama terjadi, jangan terlalu cepat untuk memutuskan sebuah kontrak kerja. Bayangkan dan pikirkan terlebih dahulu bagaimana dampak dari offering letter yang ditawarkan dalam kehidupan. 

 

 

Baca Juga: Hak yang Diterima Karyawan Kontrak Selama Bekerja

 

8. Jam Kerja

Umumnya hampir semua pekerjaan memiliki jam kerja khas yaitu nine to five selama 8 jam perhari. Jika di offering letter tertulis sistem shift, perhatikan durasi shiftnya. Pastikan juga apakah ada keterangan yang mengharuskan calon karyawan masuk kerja di hari Sabtu atau hari libur, karena ada beberapa perusahaan yang menetapkan masuk di hari libur jika load kerjaan sedang menumpuk. Misalnya adalah perusahaan jasa pengiriman yang melayani berbagai macam paket setiap harinya.  Jam kerja yang ditetapkan oleh pemerintah adalah 40 jam dalam seminggu.

 

9. Atasan Langsung 

Mencari tahu tentang atasan langsung yang mengawasi pekerjaan akan sangat membantu jika si calon karyawan memutuskan bekerja di perusahaan tersebut. Jika mengetahui siapa atasan langsung, calon karyawan bisa melakukan riset kecil-kecilan mengenai etos kerja, kebiasaan,  dan riwayat pekerjaan calon atasan. Hal ini dilakukan untuk kelangsungan produktivitas kerja nantinya.

Bagaimana jika pekerjaan yang ditawarkan dalam offering letter tidak sesuai? Ya jangan dipaksakan. Daripada nantinya justru tidak produktif dan maksimal melaksanakan kinerja di perusahaan, sebaiknya memilih pekerjaan lain yang lebih cocok dan sesuai. Maka jangan menyerah dan tetap optimis dalam menemukan pekerjaan yang cocok dan sesuai!