sistem upah

Kenali 5 Jenis Sistem Upah di Indonesia!

Hak karyawan sebagai pekerja dalam perusahaan adalah menerima upah sesuai perjanjian, kontrak kerja, regulasi, yang berlaku.  Sedangkan perusahaan berkewajiban untuk memenuhi sistem upah yang lancar dan transparan kepada karyawan. Hak dan kewajiban dalam pengupahan ini tertuang jelas dalam UU Ketenagakerjaan. 

Upah yang dimaksud adalah imbalan yang diberikan perusahaan kepada karyawan setelah karyawan bekerja kepada perusahaan.  Sistem upah yang diberlakukan pun sangat beragam. 

 

Jenis Sistem Upah di Indonesia

Di Indonesia sendiri terdapat berbagai sistem upah yang berbeda-beda tergantung proses bisnis, regulasi dan kondisi perusahaan. Apa saja sistem tersebut? Simak macam-macam upah di bawah ini! 

 

Sistem Upah Berdasarkan Waktu

Dilihat dari namanya, sistem yang satu ini menggunakan satuan waktu seperti hitungan jam, mingguan, harian, dan bulanan. Contohnya adalah gaji bulanan yang diterima karyawan secara teratur setiap bulan. Jika karyawan melakukan lembur di luar jam kerja, maka upah lemburnya pun dihitung menggunakan sistem  berdasarkan waktu. 

Akan tetapi, sistem berdasarkan waktu juga bisa diterapkan kepada pekerja lepas harian yang bekerja sesuai dengan shift tertentu. 

 

Sistem Upah Borongan

Sistem borongan ditetapkan atas perjanjian antara perusahaan dan karyawan di awal sebelum pekerjaan dimulai. Upah yang diberikan berdasarkan volume dan merupakan upah keseluruhan dari awal hingga selesai pekerjaan. Jadi, tidak ada penambahan upah diluar kesepakatan. 

Contoh yang paling mudah ditemui dalam sistem borongan adalah pembayaran upah proyek bangunan.

 

Sistem Upah Hasil

Sistem berdasarkan hasil biasanya ditetapkan dalam industri kecil dan menengah.  Jadi, perusahaan akan memberikan upah berdasarkan jumlah barang atau hasil yang dihasilkan karyawan.  Itu artinya, setiap karyawan akan mendapatkan besaran upah yang berbeda karena produktivitas dan kemampuannya pun berbeda pula. 

Namun, tidak jarang sistem berdasarkan hasil juga digunakan dalam mempekerjakan pekerja lepas. Upah yang diterima pekerja lepas ditetapkan berdasarkan hasil yang dihasilkan pekerja tersebut. 

 

Baca Juga: HRD Wajib Tahu! Ketentuan dan Hak Pekerja Harian Lepas (PKHL)

 

Sistem Upah Bonus

Sistem upah bonus adalah sistem khusus yang ditetapkan pada saat tertentu. Misalkan ketika karyawan berhasil mencapai prestasi kerja di penilaian kinerja akhir tahun. Sebagai apresiasi, perusahaan akan memberikan bonus kepada karyawan. 

Sama halnya dengan sistem berdasarkan hasil, sistem bonus juga berlaku berbeda untuk setiap karyawan. Semua tergantung dengan pencapaian tiap karyawan. 

 

Sistem Upah Berkala 

Sistem berkala adalah sistem yang ditetapkan atas kemajuan dan kemunduran perusahaan. Jika perusahaan mengalami kemajuan, maka upah karyawan ikut meningkat. Namun, jika perusahaan mengalami kemunduran, maka upah yang diterima karyawan juga akan menurun.  Hal ini perlu dibicarakan antara karyawan dan perusahaan di awal perjanjian kerja agar tidak terjadi perselisihan di kemudian hari. 

 

Baca Juga:  Pentingnya Transparansi Perusahaan dalam Penggajian Karyawan

 

Proses Gaji Lebih Mudah Bersama LinovHR 

Memproses penggajian dalam perusahaan bukanlah hal yang mudah. Perusahaan mengalami berbagai kendala seperti komponen gaji yang berbeda, status karyawan yang tidak sama, tidak adanya sistem yang komprehensif dan sistematis, dan sebagainya. Jika dibiarkan, hal ini akan menghambat proses penggajian dan justru menghasilkan masalah baru dalam perusahaan. 

hris

LinovHR menyediakan modul Payroll dalam Software HRD untuk membantu perusahaan memproses gaji dengan mudah, cepat, dan akurat. Modul payroll mampu memproses sistem upah apapun, sehingga cocok digunakan oleh perusahaan dari berbagai macam industri. 

Adapun kemampuan unggulan dari modul Payroll dalam Software HRD LInovHR adalah:

  1. Menyimpan metode pembayaran upah menggunakan fitur payment method.
  2. Mengelompokkan kode akuntansi payroll dengan fitur account code.
  3. Mengatur komponen payroll lewat fitur payroll component. Sementara untuk mengelompokkan komponen payroll, HRD dapat menggunakan payroll component set.
  4. Mengelompokkan beberapa karyawan sekaligus sesuai komponen payroll tertentu menggunakan fitur employee set.
  5. Memproses payroll dengan cepat lewat fitur payroll process.
  6. Memilih data untuk kalkulasi payroll dengan fitur payroll data source.
  7. Mencetak laporan payroll dengan fitur payroll report. Jika HRD ingin mengatur tata letak laporan, fitur setting payroll dapat digunakan untuk mengatur tampilan laporan. 
  8. Memproses slip gaji menggunakan fitur salary slip. Format slip gaji yang dihasilkan adalah PDF.
  9. Menghitung simulasi pajak dalam setahun menggunakan fitur tax calculator. 

 

Apapun sistem upah yang digunakan, perusahaan harus memastikan bahwa penggajian kepada karyawan berlangsung lancar. Ingin mencoba Software HRD dari LinovHR? Hubungi tim kami untuk demo Software HRD sekarang juga!