skill taxonomy

Apa Itu Skill Taxonomy: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menyusunnya

Skill Taxonomy menjadi fondasi penting dalam mengidentifikasi, mengelompokkan, dan mengelola keterampilan yang dimiliki oleh individu atau organisasi. 

Pada era yang terus berkembang ini, pemahaman mendalam tentang konsep ini menjadi semakin vital untuk mendukung pertumbuhan dan kesuksesan, baik dalam tingkat personal maupun profesional.

Artikel LinovHR ini akan membahas secara mendalam tentang skill taxonomy, membahas manfaat yang dapat diperoleh, dan memberikan panduan praktis untuk menyusunnya dengan efektif. 

 

 

Pengertian Skills Taxonomy

Skills taxonomy adalah sistem klasifikasi yang mendefinisikan dan mengorganisir keterampilan yang diperlukan di dalam suatu perusahaan. 

Pada dasarnya, ini menjadi suatu sistem yang mengelompokkan keterampilan di dalam organisasi ke dalam kelompok dan kluster, menciptakan pemahaman bersama.

Keberadaan skills taxonomy ini krusial dalam membentuk dasar pemikiran untuk menyusun strategi tenaga kerja yang efektif dan meningkatkan efisiensi operasional. 

Pendekatan berbasis keterampilan menjadi landasan, di mana isi dan klasifikasi keterampilan disesuaikan dengan kebutuhan unik organisasi tersebut. 

Fleksibilitas skills taxonomy menjadi esensial karena harus mampu beradaptasi dengan dinamika bisnis dan perubahan dalam komposisi tenaga kerja. 

Penerapan metodologi ini terbukti menjadi langkah penting untuk membuka wawasan yang mendalam mengenai kelebihan dan kekurangan keterampilan dalam tenaga kerja. 

 

Mengapa Skill Taxonomy Penting?

Saat ini, di tengah perubahan dinamis dalam dunia bisnis, perusahaan dituntut untuk tetap relevan dan kompetitif. 

Salah satu aspek krusial yang mendukung keberhasilan perusahaan adalah pengelolaan sumber daya manusia yang efektif. 

Skill taxonomy menjadi elemen penting dalam strategi pengembangan SDM perusahaan. Ini membantu perusahaan mengidentifikasi kebutuhan bisnis dengan lebih terperinci. 

Dengan merinci setiap keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan, manajemen dapat mengalokasikan sumber daya manusia secara lebih efisien. 

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk fokus pada pengembangan keahlian yang sesuai dengan strategi bisnis mereka.

Skill taxonomy juga berperan dalam pengembangan karir karyawan. Dengan memiliki pemahaman yang jelas tentang keahlian yang diperlukan, karyawan dapat merencanakan pengembangan pribadi mereka dengan lebih terarah. 

 

Dalam konteks rekrutmen, skill taxonomy membantu perusahaan untuk menentukan dengan tepat keahlian yang dibutuhkan untuk setiap posisi. 

Ini meminimalkan risiko perekrutan yang tidak sesuai dan memastikan bahwa tim yang terbentuk memiliki keahlian yang sesuai dengan tujuan bisnis. 

 

Skill taxonomy pun berkontribusi pada efisiensi pelatihan. Dengan memahami keahlian yang diperlukan, perusahaan dapat merancang program pelatihan yang lebih terarah dan relevan.

Ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pelatihan, tetapi juga mengoptimalkan investasi yang dikeluarkan perusahaan untuk pengembangan sumber daya manusia.

 

Terakhir, dalam menghadapi tantangan era digital, skill taxonomy menjadi kunci untuk memahami keahlian digital yang diperlukan. 

Ini memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi critical skill di era teknologi dan memastikan bahwa tim memiliki kapasitas untuk menghadapi perubahan dan inovasi.

 

Elemen dalam Skill Taxonomy

Penting bagi suatu organisasi untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang keterampilan yang dimiliki oleh individu dan bagaimana keterampilan tersebut dapat diintegrasikan dalam lingkungan kerja. 

Dalam rangka mencapai pemahaman mendalam ini, skill taxonomy hadir sebagai alat yang esensial. 

Berikut adalah empat elemen utama dalam Skill Taxonomy yang berperan penting dalam membentuk struktur keterampilan:

 

1. Hierarki Keterampilan (Skills Hierarchy)

Hierarki keterampilan menciptakan kerangka kerja yang terstruktur, menggambarkan hubungan hierarkis antara berbagai keterampilan. 

Ini membantu mengorganisir keterampilan ke dalam tingkatan atau kelompok yang berbeda, memudahkan pemahaman tentang tingkat keahlian dan keterkaitan antar-keterampilan. 

Dengan memahami hierarki ini, organisasi dapat merencanakan pengembangan kompetensi secara sistematis dan memastikan peningkatan keahlian yang seimbang.

 

2. Nama Keterampilan (Skill Names)

Nama keterampilan menjadi fondasi dalam skill taxonomy. Ini mencakup identifikasi setiap keterampilan yang relevan dengan konteks organisasi. 

Pemberian nama yang jelas dan terdefinisi dengan baik memudahkan pengelompokan dan analisis keterampilan. 

Skill names memberikan dasar untuk berkomunikasi secara efektif tentang kebutuhan keterampilan, baik dalam perekrutan, pengembangan karyawan, maupun perencanaan strategis.

 

3. Deskripsi Keterampilan (Skill Descriptions)

Deskripsi keterampilan menyajikan informasi mendalam tentang sifat, konteks, dan penerapan praktis dari setiap keterampilan. 

Elemen ini memungkinkan pemangku kepentingan untuk memahami dengan lebih baik apa yang diwakili oleh setiap keterampilan yang terdaftar. 

Deskripsi keterampilan menjadi panduan yang berharga dalam menentukan sejauh mana seseorang telah menguasai suatu keterampilan dan bagaimana keterampilan tersebut dapat diterapkan secara efektif dalam lingkungan kerja.

 

4. Pemetaan Keterampilan (Skill Mapping)

Pemetaan keterampilan menggambarkan hubungan dan keterkaitan antar-keterampilan dalam suatu organisasi. 

Proses pemetaan ini tidak hanya menciptakan pemahaman tentang bagaimana keterampilan saling terkait, tetapi juga membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan keterampilan untuk peran-peran tertentu. 

Dengan pemetaan keterampilan yang solid, organisasi dapat merencanakan pengembangan keterampilan dengan lebih strategis, mengoptimalkan alokasi sumber daya, dan memastikan bahwa keterampilan yang dibutuhkan selaras dengan tujuan bisnis.

 

Melalui pemahaman mendalam terhadap keempat elemen ini dalam Skill Taxonomy, organisasi dapat memberdayakan pengelolaan keterampilan yang lebih efektif.

Selain itu, menghasilkan strategi pengembangan yang terarah, dan menciptakan lingkungan kerja yang adaptif terhadap perubahan yang terus-menerus.

 

Manfaat Skills Taxonomy bagi Perusahaan

Skill Taxonomy menjadi kunci dalam menyediakan landasan yang kokoh untuk manajemen keterampilan.

Berikut adalah empat manfaat utama dari penerapan Skills Taxonomy:

 

1. Rekrutmen (Hiring)

Dalam proses rekrutmen, skills taxonomy membantu perusahaan untuk membuat deskripsi pekerjaan yang lebih akurat dan relevan dengan kebutuhan. 

Dengan memahami keterampilan yang diperlukan untuk setiap posisi, perusahaan dapat merekrut kandidat yang tepat.

Hal ini tentunya membawa manfaat yang baik bagi bisnis, yakni mendukung ketercapaian target perusahaan dengan kehadiran kandidat yang sesuai.

 

2. Pengembangan & Pembelajaran (Learning & Development)

Skill taxonomy menjadi fondasi dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program training and development karyawan. 

Dengan mengetahui keterampilan yang dimiliki oleh karyawan saat ini dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan, perusahaan dapat merancang program yang lebih terarah dan relevan. 

Ini memastikan bahwa proses upskilling dan reskilling dilakukan secara efektif, meningkatkan produktivitas, dan mempertahankan keahlian yang diperlukan untuk pertumbuhan jangka panjang.

 

3. Alokasi Sumber Daya (Resource Allocation)

Skills taxonomy membantu dalam alokasi sumber daya dengan lebih efisien. 

Dengan pemahaman yang jelas tentang keterampilan yang dimiliki oleh setiap individu, perusahaan dapat menempatkan sumber daya secara strategis untuk mencapai tujuan bisnis. 

Hal ini mencakup penempatan orang pada proyek yang sesuai dengan keterampilan mereka, mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja, dan memastikan bahwa setiap anggota tim memiliki kontribusi yang maksimal.

 

4. Mobilitas Karyawan (Mobility)

Skills taxonomy memfasilitasi mobilitas internal karyawan dengan menciptakan transparansi seputar keterampilan yang dimiliki oleh setiap individu. 

Dengan pemetaan keterampilan yang baik, perusahaan dapat mengidentifikasi peluang mobilitas karyawan yang lebih baik sesuai dengan kebutuhan dan tujuan organisasi. 

Ini menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan karier, memotivasi karyawan, dan mengurangi hambatan terkait pemindahan antar bagian atau proyek.

 

Melalui penerapan Skills Taxonomy, perusahaan dapat mengoptimalkan manajemen keterampilan, menciptakan workforce yang adaptif, dan merespon perubahan dengan lebih lincah dalam menghadapi tantangan bisnis yang terus berkembang.

 

Bagaimana Cara Menyusun Skills Taxonomy di Perusahaan?

Menyusun skills taxonomy merupakan proses kritis di perusahaan.

Anda harus memiliki pemahaman mendalam tentang keterampilan yang dimiliki oleh individu dan bagaimana keterampilan tersebut dapat diintegrasikan secara efektif dalam strategi bisnis.

Berikut adalah langkah-langkah dalam menyusunnya:

 

1. Buat Daftar Keterampilan yang Diperlukan

Identifikasi keterampilan yang diperlukan untuk setiap posisi di perusahaan. Lakukan analisis pekerjaan dan Anda bisa berkolaborasi dengan stakeholder terkait.

Pastikan keterampilan yang diidentifikasi mencakup keterampilan yang relevan untuk setiap peran, termasuk keterampilan yang bersifat teknis maupun non-teknis.

Misalnya, untuk posisi data analyst, keterampilan yang diperlukan mungkin melibatkan analisis statistik, pemrograman Python, dan keterampilan komunikasi data.

 

2. Kelompokkan Keterampilan

Kelompokkan keterampilan ke dalam klaster-klaster yang memiliki keterkaitan atau relevansi tertentu.

Hal ini membantu dalam membangun struktur hirarki keterampilan yang logis dan mempermudah pemahaman tentang bagaimana keterampilan saling terkait.

Misalnya, dalam kategori keterampilan analisis data, klaster dapat mencakup keterampilan statistik, keterampilan pengolahan data, dan keterampilan visualisasi data.

 

3. Visualisasikan Skills Taxonomy sebagai Hierarki

Bangun hirarki Skills Taxonomy sebagai inventaris keterampilan. Visualisasi ini dapat berbentuk peta keterampilan hierarkis yang mencakup kategori utama, klaster keterampilan, dan keterampilan individu. 

Selanjutnya, prioritaskan keterampilan berdasarkan urgensi dan relevansi bagi tujuan perusahaan.

Contohnya, dalam hierarki, keterampilan statistik dapat ditempatkan di tingkat yang lebih tinggi daripada keterampilan spesifik seperti analisis regresi, menunjukkan bahwa itu adalah keterampilan yang lebih umum dan fundamental.

 

Kelola Kompetensi Karyawan dengan Competency Management Software LinovHR

LinovHR

Skill taxonomy menjadi sangat penting dalam pengelolaan sumber daya manusia karena memberikan pandangan yang mendalam mengenai kebutuhan bisnis, pengembangan karyawan, dan efektivitas operasional perusahaan.

Dalam hal ini, LinovHR Competency Management Software hadir sebagai solusi terdepan untuk perusahaan dalam mengelola dan meningkatkan kompetensi karyawan. 

 

Dengan menggunakan software ini, perusahaan dapat dengan mudah mengidentifikasi, melacak, dan mengelola keterampilan serta kompetensi yang dimiliki oleh setiap anggota tim. 

LinovHR memberikan kemudahan dalam membuat profil kompetensi karyawan, memungkinkan manajemen untuk mengidentifikasi gap skill dan merencanakan program pengembangan yang lebih terarah.

LinovHR tidak hanya memberikan pemetaan keterampilan, tetapi juga memungkinkan penilaian kinerja berbasis kompetensi yang lebih akurat.

 

Manfaatkan LinovHR Competency Management Software sekarang untuk membawa pengelolaan kompetensi karyawan Anda ke tingkat lanjutan. 

Buat keputusan yang terinformasi, identifikasi peluang pengembangan, dan mantapkan pondasi bisnis Anda dengan tenaga kerja yang terampil. 

Ciptakan perubahan positif dalam pengembangan karyawan dan keberhasilan perusahaan. 

 

Ajukan demonya sekarang dan jangan lewatkan kesempatan untuk membentuk tim yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan bersama LinovHR!